
Syakira bangun agak terlambat, itupun ia di bangunkan oleh Maira.
"Dek, gak ke Cafe toh?" tanya Maira di depan pintu kamar Syakira.
"ke Cafe Kak..." jawab Syakira yang baru selesai mandi dan bersiap untyk berangkat ke Cafe.
"Tumben siang?"
"Iya Kak, semalem kan pulang nya lumayan larut tapi masih harus nyelesain kerjaan di rumah jadi udah jam 3 subuh deh baru bisa tidur." jawab Syakira masih mengantuk.
"Ya udah makan dulu gih baru berangkat." ucap Maira mengusap kepala Syakira.
"Hmm." jawab Syakira berjalan menuju meja makan.
"Makan yang banya biar tenaganya balik." ujar Maira mengambilkan nasi juga lauknya lengkap.
"Makasih Kak.." Syakira tersenyum mendapatkan perhatian dari Kakak sepupunya. Ia segera menyantap makanan yang sudah di hidangkan Maira.
"Arka udah berangkat Kak!" tanya Syakira setelah menyelesaikan makannya.
"Udah dari tadi.." jawab Maira
"Hmm, ya udah deh Sya juga berangkat ya Kak!" ucap Syakira beranjak dari duduknya dan berjalan menuju mobilnya di halaman rumah.
"Hati hati Sya, jangan ngebut ngebut..." ujar Maira mengantar Syakira hingga depan pintu utama.
"Iya, Assalamualaikum..."
"Waalaikumussalam..."
Syakira melajukan mobilnya dengan kecepatan stabil, karena ia memang sudah janjian dengan Rani jika hari ini datang ke Cafe agak siang.
"Eh, aduh kenapa nih!" ujar Syakira saat mobilnya tiba tiba mati, padahal tingga setengah jalan lagi ia sampai ke Cafe.
"Duh, nggak ngerti lagi masalah mesin.." lirihnya setelah turun dari mobil dan melihat mobilnya yang sedikit berasap.
"Kenapa?" tanya seseorang dari arah belakang membuat Syakira sedikit terperanjat hingga mundur beberapa langkah.
"Macet..." ucapnya hendak berbalik melihat orang yang masih berdiri di belakangnya.
"Kamu..." Syakira menggantung ucapannya saat melihat orang di hadapannya kini
"Rangga..." jawab Rangga tersenyum hangat kemudian beralih melihat mesin mobil Syakira yang berasap.
"Kayaknya ini radiatornya..." ucap Rangga kemudian berjalan ke mobilnya untuk mengambil air.
__ADS_1
"Udah, coba kamu nyalain.." perintah Rangga, Syakira hanya menurut dan mencoba enghidupkan kembali mobilnya. Percobaan pertama masih tak hidup, dan percobaan ke dua barulah mobil Syakira kembali hidup.
"Eh, hidup. Alhamdulillah...." ujar Syakira tersenyum bahagia, ia kembali turun.
"Makasih..." ucap Syakira tulus
"Sama sama..." jawab Rangga juga tersenyum menatap Syakira yang untuk pertama kali tersenyum ke padanya.
"Karena kamu udah nolongin aku hari ini, gimana kalo aku traktir!" tawar Syakira
"Boleh, di mana?" jawab Rangga yang tentu saja tak akan menyia nyiakan kesempatan bagus untyk bisa dekat dengan Syakira. Mungkin saja ini akan menjadi awal baik untuk hubungannya dengan Syakira kedepannya.
"Kebetulan di depan sana Cafe aku, kalo kamu gak sibuk dan gak keberatan kita makan di sana aj." ucap Syakira menunjuk ke arah depannya
"Ok, kamu yang nuntun jalannya." jawab Rangga tersenyum, Syakira hanya mengangguk kemudian masuk ke dalam mobil dan melajukannya menuju Cafe, sedangkan Rangga mengikuti mobil Syakira dari belakang dengan senyuman yang terus mengembang di bibirnya.
"Akhirnya, aku bisa dekat dengan kamu Syakira..." ucapnya memandang ke arah mobil Syakira yang sudah terparkir di depan Cafe yang cukup besar.
"Masuk..." ajak Syakira saat mereka berdua sudah sama sama turun dan berjalan berdampingan.
"Tunggu sebentar, aku masakin sesuatu buat kamu..." ucap Syakira saat mereka sudah berada di salah satu meja dan Rangga yang sudah duduk. Setengah jam berlalu, Syakira keluar dengan beberapa hidangan di tangannya juga di bantu karyawannya.
"Silahkan..." ucap Syakira saat sudah menaruh semua makanan di atas meja, iapun duduk di hadapan Rangga yang terus saja tersenyum melihatnya.
"Makan, jangan cuma lihatin aku aja..." ucap Syakira yang mulai risih dengan tatapan Rangga.
"Kamu laper apa doyan?" tanya Syakira melihat semua makanan di depannya kini hanya tinggal tempatnya saja.
"Dua duanya, makanan buatan kamu enak." jawabnya memberikan dua jempolnya di hadapan Syakira yang langsung yersenyum melihat tingkah pria di hadapannya kini.
"Terimakasih untuk makanannya, aku harus pergi karena ada urusan lain..." ucap Rangga tersenyum
"Ya, makasih juga tadi udah mau nolongin." jawab Syakira juga tersenyum. Rangga mengangguk kemudian berjalan keluar Cafe meninggalkan Syakira yang masih duduk dan memperhatikan dirinya hingga tak lagi terlihat.
"Khemm, cie Syakira siapa tuh?" tanya Rani yang sudah berdiri di sampung Syakira yang tersenyum
"Ran, sejak kapan di situ!" ujar Syakira keget karena Rani yang tiba tiba sudah berada di sampingnya.
"Sejak pria itu keluar Cafe, dan kamu yang tersenyum sendiri sambil ngeliatin dia..." jawab Rani tersenyum.
"Siaoa hayooo!" ujar Rani menyenggol lengan Syakira yang salah yingkah dan wajahnya yang mulai memerah karena malu dengan ledekan Rani sahabatnya.
"Apaan sih, kerja kerja.." ucap Syakira berjalan cepat menuju ruangan kerja mereka.
"Eh, Sya tunggu..." panggil Rani yang sudah tertinggal beberapa langkah dari Syakira.
__ADS_1
"Buruannn." ucap Syakira terus berjalan tanpa menoleh ke belakang.
("Mungkinkah! sepertinya aku harus cari tahu tentang Bu Syakira. Apa dia benar benar orang yang sama dengan orang yang sudah Papah khianati.") batin Risa yang sejak tadi memperhatikan Syakira bersama Rangga.
"Sya..." panggil Rani namun matanya masih tetap fokus pada berkas berkas di hadapannya.
"Kenapa?" tanya Syakira juga tetap fokus pada komputer.
"Kalo aku bilang mau nikah gimana menurut kamu?" tanya Rani serius, kini ia sudah di hadapan Syakira yang langsung mengangkat kepalanya juga mentap Rani.
"Serius! sama siapa?" tanya Syakira antusias sekaligus penasaran.
"Adalah, nanti aku kenalin. Tapi aku masih ragu sih!" ungkap Rani
"Ragu kenapa?, dia udah pernah ngelamar kamu kan?" tanya Syakira
"Udah, cuma aku agak takut aja sih Sya, takut jika nanti aku harus mengalami kegagalan." jawab Rani
"Ran, mungkin aku emang gak tahu sama pria yang kamu maksud karena aku belum pernah ketemu, tapi kamu pasti tahi seperti apa pria itu dan aku yakin kamu bisa menilai dia dengan baik." ucap Syakira memegang tangan Rani
"Kamu harus bisa meyakini hati kamu, baru kamu bisa bahagia dengan pilihanmu sendiri."
"Inget Ran, kamu juga berhak untuk bahagia.." lanjut Syakira tersenyum lembut ke arah Rani yang juga tersenyum setelah mendengar perkataan Syakira sedikit banyak membuat hatinya lebih tenang dari sebelumnya.
"Nanti malam aku mau ngundang kamu dan keluarga buat dateng ke acara makan malam, sekalian mau ngenalin kamu sama pria yang ku maksud." ajak Rani setelah hatinya lebih tenang, dan mungkin memang benar kata Syakira bahwa ini adalah saatnya untuk dia bahagia.
"Di mana?" tanya Syakira
"Nanti aku Sharlook lokasinya, dateng ya aku tunggu loh.." ucap Rani
"In syaa Allah."jawab Syakira tersenyum
"Udah sana, lanjut kerja jangan sampe kita lembur lagi..." ujar Syakira, mereka berduapun tertawa dan kembali mengerjakan pekerjaan masing masing dengan serius, hingga tanpa terasa haripun makin sore Syakira juga Rani bergegas turun untuk pulang begitupun para karyawan mereka, kecuali Risa yang memang pulang lebih awal karena ada kuliah.
"Hati hati Sya..." ucap Rani hendak masuk ke dalam mobil.
"Hm, kamu juga jangn ngebut bakal calon pengantin.." ujar Syakira tersenyum, Rani hanya senyum senyum malu dan segera masuk ke dalam mobilnya gak tak terus di ledekin oleh Syakira.
"Duluan Sya..." ucap Rani dan melajukan mobilnya menuju jalanan yang agak ramai.
"Syakira..." panggil seseorang dari arah belakang saat Syakira hendak membuka mobilnya. Dengan santay ia segera menoleh dan alangkah terkejutnya saat mendapati siapa orang yang memanggil dirinya dan berdiri di hadapannya saat ini, ia bahkan hampir terjatuh jika saja tak memegang pintu mobil yang sedikit terbuka.
Lanjut up....
Makasih yang udah mampir baca, jangan lupa like dan komen yang mendukung ya, biar Author juga makin semangat berjuang...
__ADS_1
Makasih orang baik....
🙏🙏🙏