Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku

Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku
Kerinduan


__ADS_3

Satu minggu setelah ujian, baik sekolah Arka maupun Wulan sedang mengadakan acara perpisahan. Arka juga teman teman yang lain sedang duduk di kursi yang telah di siapkan oleh adik tingkat yang telah mengatur segala macam acara.


"Wahh, hari ini Kak kelas kita Kak Arka semakin tampan saja ya..." bisik salah satu siswi yang tak lain adalah adik tingkat Arka juga Habibi, mereka menjadi salah satu panitia acara perpisahan.


"Tentu saja, Kak Arka memang selalu tamoan jika di lihat dari sudut manapun!" balas temannya yang lain.


"Tapi Kak Habibi juga gak kalah ganteng kok!" salah satu siswi yang memang penggemar Habibi ikut mebimbali, ia adalah gadis pendiam dan memakai kaca mata minus namun tak kalah cantii dari teman temannya yang lain. Kedua temannya menoleh pada gadis itu, namun dengan cepat pula mereka mengangguk setuju.


"Mereka memang selalu tampan, entah siaoa yang beruntung mendapatkan cinta mereka!" ucap siswi yang pertama. Mereka bertiga masih sibuk memandangi Arka juga Habibi.


"Bosen gue Ka!" ujar Habibi yang mulai bosan


"Sabar, bentar lagi selesai.." jawab Arka masih fokus pada kepala sekolah yang sudah lebih dari setengah berpidato di atas podium.


"Baiklah anak anak, malam ini akan menjadi malam kalian. Jadi, bersenang senanglah...." semangat kepala sekolah membuka acara malam itu di iringi dengan tepukkan tangan dari seluruh siswa kelas XII yang meninggalkan sekolah ini juga dari adik adik kelas yang juga hadir di acara malam itu.


Acara yang di nanti nantipun di mulai di mana para Kakak senior akan menyumbangkan lagu untuk perpisahan mereka dari sekolah ini, dan salah satunya Arka juga Habibi yang akan membawakan sebuah lagu bersama grup band yang baru saja mereka buat satu minggu yang lalu.


"Ok, kalian sudah pasti menunggu bagian ini kan!" teriak mc yang kembaki naik ke atas panggung saat salah satu Kakak kelas wanita tercantik di sekolah itu turun setelah ia membawakan sebuah lagu indah yang membuat para pria bergemuruh memanggil namanya.


"Kak Arka, Kak Arka...." teriak semua siswi yang di dominan para gadis dan adik tingkat.


Mc tersenyym, ia juga salah satu penggemar Arka tapi tak begitu ia tunjukkan di sana. "Baiklah, kita sambut Band baru saja di bentuk satu minggu yang lalu dan akan membawakan lagunya. Kak Arka dan kawan kawan kita sambut ini lah dia Fajar Band..." teriak Mc semangat dan iapun segera turun dari panggung bertepatan dengan Arka juga teman temannya naik ke atas panggung.


Arka tersenyum tipis, membuat para penggemarnya seakan mau pingsan saja saat melihat senyuman darinya begitupun dengan Habibi yang tak kalah tampannya dari Arka.


"Sudah siap semua?" teriak Arka semangat, ya setidaknya malam ini ia harus sedikit merubah sikap dinginnya bukan.


"Siap....." teriak seluruh orang yang ada di sana tak terkecuali guru mereka yang juga hadir.

__ADS_1


"Walaupun ini adalah hari bahagia, tapi tak ada salah menyanyikan lagu mellow karena Kak Fresya tadi sudah membawakan lagu ceria." ucapnya, sekilas mlirik pada Fresya dan tersenyum, tentu saja itu tak di sia siakan gadis cantik yang sudah sangat lama mengincar Arka, ia pun melemparkan senyuman termanisnya pada Arka akan tetapi pria itu malah segera mengalihkan pandangannya ke arah depan lagi.


"Komang dari Raim Laode...."


"Apa apaan itu! dia yang senyum duluan, sekarang aku malah di abaikan! dasar es batu!" rutuk Fresya dan langsung di tertawakan oleh saudaranya Rasya.


Fresya memalingkan wajahnya dari Rasya yang juga duduk di sebelahnya, saudara kembar Fresya adalah laki laki tampan yang juga cuek, meskioun tak dingin seperti Arka dan masjh mau bergabung dengan anak anak lain dan Rasyaoun adalah salah satu teman Arka di tim basket.


Arka kembali tersenyum ia mengambil posisinya sebagai vokalis begitupun Habibi yang menjadi gitaris dan Maikel sebagai drumer.


Habibi mulai memainkan gitarnya, begitupun Maikel yang juga mengikuti alunan gitar Habibi yang terdengar sangat indah di telinga semua orang bahkan sudqh ada yang mulai menggerakkan tubuh mereka ke kanan dan kekiri saat gitar itu mulai di petik oleh pemiliknya.


Arka masih menunggu bagiannya, ia juga tak hanya diam dan mulai menggerakkan tubuhnya yang bak model itu ke kiri dan ke kanan mengikuti alunan gitar juga drum yang di bawa oleh kedua temannya.


"Dari kejauhan, tergambar cerita tentang kita.."


"Terpisah jarak dan waktu....."


"Tak cukup untuk dirimu...."


"Sebab kau terlalu indah dari sekedar kata. Dunia berhenti sejenak menikmati indahmu..."


"Dan apabila tak bersamamu ku pastikan kujalani dunia.. tak seindah kemarin. Sederhana tertawamu sudah cukup lengkapi sempurnanya... hidup bersamamu." Arka menyanyikan lagu sambil memejamkan matanya menikmati setiap lirik yang mewakili hati dan kerinduannya pada seseorang..


"Jika hari kulalui tanpa hawamu, percuma senyumku dengan dia..... ooohh......" Arka semakin menikmati lagu yang ia bawa, begitupun dengan seluruh orang yang ada di sana mereka begitu menikmati lagu dan tentunya suara indah Arka....


Arka menyelesaikan lagunya dengan baik hingga membuat beberapa orang menangis karena lagu serta suara Arka sampai ke rekung hati mereka.


"Terima kasih..." ucap Arka begitupun dengan kedua temannya.

__ADS_1


Arka segera turun dari panggung di ikuti oleh Habibi juga Maikel yang tersenyum bahagia sebab mereka berhasil menghipnotis semua irang dengan permainan musik di dukung dengan suara Arka yang sangat bagus seperti penyanyi profesiinal saja. Berbeda dengan Arka, ia justru semakin merindukan Kalisanya, gadisnya yang sudah ia tunggu selama tiga tahun ini akan tetapi pertemuan mereka terancam gagal sebab Kalisa harus kembali ikut Papahnya di negara yang semakin jauh darinya. Habibi yang mengerti akan perasaan sahabatnya, ia menepuk pundak Arka sekali namun cukup kuat hingga Arka menoleh ke arahnya yang memberikan senyuman hangat.


"Gue yakin, Kalisa juga pasti rindu sama loe Ka dan gue yakin kalian pasti bertemu suatu hari nanti..." ucap Habibi memberikan semangat untuk sahabatnya yang sedang di landa kerinduan..


Arka tersenyum menatap Habibi. "Hm, mudah mudahan! Makasih..." sahut Arka....


Mereka bertiga kembali ke tempat masing masing, kebetulan Maikel memiliki tempat yang berbeda sebab mereka memang beda kelas karena Arka dan Habibi anak IPA sedangkan dirinya IPS.


'Aku masih menunggu Kal, masih menunggumu kembali....' batin Arka, tatapannya memang mengarah kedepan di mana sedang ada gadis lain yang juga sedang menyanyikan lagu andalannya, namun fikiran Arka jauh berkelana memikirkan gadis yang ia tunggu beberapa tahun ini.


Arka memejamkan matanya sejenak, ia sangat merindu sekarang tapi sudah hampir 2 tahun ini Kalisa tak kunjung kembali entah di mana ia sekarang sebab kedua sahabat Kalisa sudah tak ada lagi yang bisa menghubunginya.


'Aku merindukanmu Kalisa, sangat merindukanmu! dimanapun kamu, ku harap perasaanmu padaku masihlah sama...' lanjutnya, ada rasa tak nyaman di hatinya, takut jika Kalisanya akan berpindah ke lain hati sebab ia sadar cinta pasti tumbuh karena sering bersama, dan itulah yang ia juga Kalisanya alami sejak di bangku SMP di mana mereka di pertemukan hingga tumbuh benih benih cinta di hati keduanya.


'Kembalilah segera, aku pasti akan menunggumu di sini....' Arka membuka matanya, tepat gadis yang baru saja menyanyi selesai dan turun dari atas panggung di gantikan oleh mc yang juga adik kelasnya.


Acara demi acara sudah terlewati, kini tepat pukul 10 malam. Arka juga teman temannya sudah kembali ke rumah masing masing setelah hari yang lumayan melelahkan.


Arka tidak serta merta langsung tidur, setelah ia selesai membersihkan diri, Arka kembali duduk termenung di pinggir jendela yang sengaja ia buka agar angin malam dapat masuk ke kamarnya, ia memejamkan matanya sejenak merasaka hembusan angin yang lumayan dingin menyentuh kulitnya.


"Akankah angin malam ini mampu menyampaikan rasa rinduku padamu Kal!" pikir Arka, namun ia segera tersenyum tak menyangka kata kata itu justru keluar dari bibirnya yang tak pernah berkata semanis itu.


"Kau sudah sangat merubahku Kal, tapi kau malah meninggalkanku sendirian di sini dengan terus menantikan kehadiranmu kembali..." Arka kembali termenung, tanpa sadar sudah hampir dua jam dia di sana sampai rasa kantuk mulai menguasai dirinya yang sejak tadi hanya duduk melamun dengan kaca jendela yang maaih terbuka lebar.


Arka bergegas kembali ke tempat tidur setelah ia menutup jendela dan hordeng rapat agar angin tak masuk dan membuatnya kedinginan nanti. Arka merebahkan tubuhnya yang lelah, ia memang butuh istirahat agar bukan hanya tubuhnya saja beristirahat tapi juga hatinya meskioun besok ia harus kembali merasakan rindu yang sejak 2 tahun inj ia pendam karena Kalisanya tak kunjung kembali ke Indonesia...


Lanjut lagi....


Kalisa masih belum kembali ya, dan mungkin masih lumayan lama nih baru bisa kembali jadi yang sabar ya Arka juga para pembacaku yang setia.....

__ADS_1


Makasih....


😊🙏🙏


__ADS_2