
Farhan berusaha meyakinkan Papinya agar mau menerima Risa meski dengan keadaannya saat ini. Penolakan demi penolakan Farhan dapatkan, tak hayal ia pun sering mendapat tamparan keras dari sang Papi, namun ia tetap berusaha hingga Papinya pun menyerah dan merestui mereka berdua.
Mami sejak awal memang sudah merestui hunbungan putranya dengan gadis yang ia ketahui namanya Risa..
"Terima kasih Mi, Pi.." ucapnya memeluk Mami dan Papinya bergantian, raut wajah kebahagiaan sangat terlihat jelas di wajah Farhan.
Farhan segera menuju ke Rumah Regar untuk menemui Risa dan mengatakan jika hubungan mereka kini sudah di restui oleh kedua orang tuanya.
"Pi..." panggil Mami saat mereka hanya tinggal berdua di ruang tamu.
"Hmm.." jawabnya masih kesal karena pemaksaan yang terus di lakukan anaknya agar ia mau menerima Risa menjadi menantu keluarganya.
"Mami bahagia.." ucap Mami memeluk sang suami yang masih cemberut.
"Karena Farhan akan menikah?" tanya Papi namun masih dengan wajah yang di tekuk.
"Tidak!" jawab Mami semakin mengeratkan pelukannya.
"Lalu?" Papi menoleh ke istrinya yang juga menatapnya kini.
"Karena Papi..."
"Kenapa?" Papi masih tak mengerti
"Ya, Papi menjadi orang tua yang telah berhasil mendidik Farhan menjadi pria sejati.." ucap Mami tulus sambil mencium pipi Papi.
"Kau ini, bisa saja membuat aku tak marah lagi.." ujar Papi mencubit hidung Mami. Mereka sama sama tersenyum dengan Mami yang memeluk Papi Farhan.
tok tok tok..
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam..."
"Farhan..." ucap Risa saat membuka pintu rumah dan memperlihatkan wajah Farhan yang bahagia.
"Papah kamu ada?" tanya Farhan
"Ada, masuk biar aku panggilin Papah." jawab Risa mempersilahkan tamu nya masuk.
Risa naik ke atas untuk memanggil Papahnya.
"Pah, ada tamu!" ucap Risa saat ia membuka pintu ruang kerja Regar sedikit dan menyembulkan kepalanya
"Siapa?" tanya Regar tetap fokus pada pekerjaannya yng sengaja ia bawa pulang
"Turun dulu Pah.." ucap Risa tak menjawab pertanyaan sang Papah. Regar menoleh ke arah anaknya kemudian beranjak dari duduknya dan turun bersama Risa yang berjalan di belakangnya.
"Farhan! jika anak itu seharusnya kamu yang di temui bukan Papah.." ledek Regar melirik ke arah anaknya yang hanya diam sambil terus mengikuti langkah Regar.
"Om..." ucap Farhan berdiri.
"Duduk Han. Ada apa?" tanya Regar tanpa basa basi, nanti keburu busuk....
"Cuma mau kasih tahu, kalo Mami dan Papi sudah merestui hubungan kami dan aku ingin segera mempersunting Risa Om.." jawab Farhan tegas namun senyuman terus ia perlihatkan.
"Benarkah!" Regar sedikit ragu, pasalnya ia sangat tahu jika salah satu rekan bisnisnya yang satu itu agak keras kepala. Farhan hanya mengangguk.
Risa angat bahagia mendengar apa yang di katakan Farhan barusan, bahkan sama dengan Farhan ia terus tersenyum mendengarkan percakapan dua pria di hadapannya.
__ADS_1
"Kalau begitu Om tunggu kedatangan kalian untuk melamar Putri sulung Om secara resmi.." ucap Regar ikut tersenyum.
Hanya dua hari setelah percakapan itu, Farhan dan Risa segera mengadakan lamaran kemudian kelang tiga hari mereka menikah, waktu yang singkat bagi mereka yang tidak tahu, tapi waktu yang lama bagi mereka berdua. Pernikahanpun hanya di hadiri oleh keluarga dan orang orang terdekat mereka saja.
Syakira dan Ranggapun di undang, ia berencana untuk mengajak Arka, namun segera di tolak oleh putranya karena tak ingin bertemu dengan sang Ayah nanti di sana.
Dua keluarga sudah berada di tempat acara. Farhan dan Risa sudah saling bertukar cincin setelah ijab Qobul, kebahagiaan tampak jelas di wajah dan mata masing masing dari mereka berdua pun dari orang orang yang menyaksikan apa lagi yang mengetahui kisah cinta mereka yang cukup rumit hingga bisa bersatu.
"Hiks hiks..." tangis Syakira saat menyaksikan dan melihat kebahagiaan Risa dan Farhan.
"Sudah, kenapa sekarang istriku jadi suka baperan ya! udah kayak ABG saja..." ledek Rangga sambil memeluk istrinya itu. Syakira menatap suaminya dan memukul dada bidang sang suami pelan.
"Aku terharu bukan baper tahu.." jawab Syakira memanyunkan bibirnya. Rangga hanya tersenyum melihat tingkah istri tercintanya itu.
Semua tamu sedang bersalaman dengan kedua mempelai untuk memberi selamat atas pernikahan mereka.
"Selamat ya Ris, moga langgeng ampek tua, eh salah ampek maut deh..he he" ujar salah satu temannya yang bekerja di Cafe.
"Makasih udah dateng, jangan lupa makan.." jawab Risa menyambut tangan temannya sambil tersenyum. Terus hinga giliran Syakira dan Rangga yang naik ke atas panggung untuk memberikan selamat tak lupa mereka berfoto ria sebagai kenangan.
"Selamat ya sayang, semoga selalu bahagia.." ucap Syakira memeluk Risa
"Makasih tante, ini juga berkat Om dan Tante.." jawab Risa
"Titip Risa ya.." ucap Syakira saat ia sudah berada di hadapan suami Risa.
"Pasti tan.." jawab Farhan merangkul pinggang langsing Risa yang menoleh ke arahnya malu.
Setelah berfoto Syakira dan Rangga segera berpamitan karena acara juga sudah selesai.
Regar tak pernah melepas pandangannya pada wanita yang dulu pernah menjadi istrinya, ia selalu merasa kesal dan cemburu tiap kali melihat Rangga yang selalu merangkul Syakira di hadapannya.
"Hm, lumayan.." jawab Risa malu malu karena kini ia sudah berada satu kamar dengan seorang pria serat dudui berdampingan.
"Kalo gitu kamu istirahat, malam pertama nya di tunda dulu.." goda Farhan, tentu saja wajah Risa langsung memerah hanya mendengar kata kata manis suaminya.
"Mas..." ucap Risa menundukkan pandangannya karena sudah sangat malu.
"Aku bahagia, akhirnya kita bisa bersama.." ucap Farhan saat menarik Risa ke dalam pelukannya.
"Aku juga, maaf karena sekarang kamu menikahi wanita yang tak suci lagi Mas.."ucap Risa sedih. Farhan melepaskan pelukannya dan menatap Risa yang sudah menjatuhkan air mata.
"Jangan menangis, ini hari bahagia untuk kita." ucap Farhan menghapus air mata Risa dengan jempolnya.
"Aku bahagia apapun kondisi kamu, asalkan aku bisa bersama dengan kamu sayang.." ucap Farhan kembali memeluk Risa.
"Makasih.."
"Gak gratis.." ucap Farhan mulai menggoda istrinya lagi.
"Aku harus bayar?" tanya Risa polos.
"Harus." jawab Farhan menahan tawanya
"Dengan?" Risa masih belum menyadari jika ia sedang di goda
"Dengan ini.." jawab Farhan menunjuk bibir merah Risa dengan telunjuknya..
"Mass...." rengek Risa langsung memukul lengan Farhan yang sudah tertawa puas.
__ADS_1
Pagi yang cerah, matahari sudah menunjukkan keindahannya dengan sinar yang terang hingga tembus ke kamar Farhan dan Risa yang masih terlelap dengan tidur dan saling berpelukan.
Risa bangun lebih dulu, ia menatap Farhan yang masih tertidur pulas di sampingnya sambil memeluk pinggangnya.
"Tampannya suami aku.." ucap Risa pelan sambil mengusap pipi Farhan.
Setelah puas dengan menatap wajah tampan suaminya, ia segera masuk ke kamar mandi karena sudah kebelit pipis..
"Awww, akhhhh... sakit..." teriak Risa dari dalam kamar mandi.
Farhan tersentak dan bangun setelah mendengar teriakan Risa, ia segera berlari masuk ke dalam kamar mandi yang belum di tutup.
"Risa..." Farhan sangat panik melihat istrinya jatuh dan terduduk di kamar mandi.
"Mas, sakit..." lirih Risa sambil memegang perutnya.
"Kita ke rumah sakit.." ucap Farhan panik setelah melihat darah yang keluar dan membasahi kaki Risa.
Farhan menggendong istrinya tanpa memperdulikan panggilan Regar yang juga terkejut saat melihat anaknya yang seperti kesakitan.
"Akhh, sakit Mas sakit..." ringis Risa menekan perutnya yang terasa semakin sakit..
"Sabar sayang sebentar lagi kita.." jawab Farhan mengelus wajah istrinya yang ia baringkan di pahanya.
Regar tak kalah panik saat ia mendengar rintihan putri sulungnya, hingga ia menambah kecepatan mobil yang ia bawa.
"Dokter..." teriak Farhan dan Regar bersamaan saat sudah sampai di Rumah Sakit.
"Tolong istri saya Dok..." ujar Farhan sambil meletakan Risa di ruang UGD.
"Baik, tapi Anda harus keluar agar kami bisa memeriksa kondisi istri Anda.." jawab Dokter. Farhan enggan meninggalkan istrinya, hingga Regar yang membawanya keluar.
"Risa..." lirih Farhan takut jika terjadi sesuatu pada istrinya.
"Sakit Dok, sakit..." ringis Risa terus memegangi perutnya.
"Iya, saya periksa dulu ya Bu.." ucap Dokter wanita yang memeriksa Risa dengan serius bahkan wajah sudah berubah ubah.
"Sus, kita harus melakukan oprasi dan segera melakukan pembersihan pada rahimnya.." ucap Dokter kemudian ia menyuntikkan cairan ke tangan Risa hingga ia tak sadarkan diri..
"Bagaimana Dok?" tanya Farha saat melihat Dokter yang memeriksa kondisi istrinya.
"Baik, hanya saja istri Anda mengalami pendarahan dan mengakibatkan janinnya keguguran apalagi janin istri Anda masih sangat lemah.." jawab Dokter.
Mendengar penjelasan Dokter barusan perasaan Farhan campur aduk, jujur ia senang karena Risa tak perlu melahirkan anak dari pria B**at yang telah menodainya, tapi di sisi lain ia tahu jika istrinya itu pasti akan terluka karena mau bagaimanapun anak itu tidaklah bersalah. Takdir, memang susah di tebak ya guys...
Risa yang sudah sadar dan sudah di beri tahu jika anaknya tak bisa di selamatkan cukup membuatnya sedih dan terpuruk, namun Farhan yang selalu ada di sampingnya dan selalu memberikan semangat mampu membuat Risa bangkit kembali, belum lagi adiknya yang terus menghibur dengan segala. cerita cerita yang mampu membuatnya tersenyum.
Risa sudah kembali melakukan aktivitas seperti biasa, bedanya sekarang ia sudah memiliki suami dan harus izin kemanapun ia mau dan itupun harus di antar oleh Farhan, karena mereka masih belum bisa menemukan dalang di balik pemerkosaan Risa.
Lanjut up...
Risa lagi....
Makasih yang dah mampir ya, jangan lupa like sama dukungannya..
Makasih orang baik....
🙏🙏🙏
__ADS_1