
Usia kandungan Syakira sudah masuk 3 bulan, dan di karenakan usia kandungan yang masih terbilang muda juga kondisi Syakira yang sejak awal kurang baik hingga Dokter menyarankan agar Syakira istirahat total di rumah.
"Kamu denger kan apa. kata Dokter! jadi sekarang kamu gak boleh ke Cafe dulu!" ujar Rangga kembalj mengingtkan pesan Dokter setslah mereka sampai di rumah dan Rangga yang segera mengantar Syakira kembali ke kamar untuk istirahat.
"Tapi aku bosen Mas, kalo di rumah aja!" rengek Syakira tak terima jika ia harus di kurung di rumah saja.
Sejak kehamilannya ini, Syakira menjadi sangat manja pada Rangga, bahkan ia sangat posesif pada suaminya sampai sampai Rangga harus. mengganti sekertarisnya Susan dan memindahkan sementara gadis itu ke devisi lain selama kehamilan Syakira, karen istrinya ini sangat tidak suka jika Rangga dekat dekat dengan wanita lain. Padahal dulu Syakira sangat ramah dan sama sekali tak keberatan pada Susan, karena memang Susan adalah irang yang sangat profesional lagipun Susan juga sudah punya keluarga sendiri.
"Kamu udah ganti Asisten kamu?" tanya Syakira wajahnya sedikit berubah masam menatap Rangga yang sedang sibuk menyiapkan makanan untuk Syakira di meja makan.
"Udah.." jawab Rangga mencoba menahan senyumnya dan menyuapi Syakira yang menerima suapan Rangga.
Hening sampai, Syakira masih menikmati setiap kunyahan makanan yang di buatkan oleh Rangga untuknya.
"Mas.." panggil Syakira lembut
"Hmm.." dehem Rangga, ia duduk di sisi ranjang setelah meletakan bekas makan Syakira di atas meja samping tempat tidur.
"Maaf!" lirih Syakira wajahnya ia tundukkan
"Untuk?" tanya Rangga, ia masih menatap penuh kasih untuk istrinya.
"Semuanya! aku tahu sejak kehamilanku ini aku jadi sangat merepotkan mu dan juga...." Syakira menghentikan ucapannya sejenak, ia butuh nafas.
"Aku selalu membuatmu tertekan dengan permintaan permintaan anehku!" suara Syakira melemah, seiring dengan air mata yang mulai berjatuhan.
Rangga tersenyum, ia memegang dagu Syakira dengan jarinya dan mulai menariknya ke atas hingga Syakira menatap Rangga.
"Mas sangat bahagia sayang, semua yang kamu minta dan Mas lakukan itu semua justru membuat Mas semakin bahagia, kamu tahu kenapa?" ucap Rangga bertanya masih setia dengan senyumnya, sedang Syakira menggeleng dan masih sesenggukan sebab menangis.
"Karen Mas sangat sangat mencintai kamu juga anak kita, semua akan Mas lakukan selama masih di batas wajar. Kecuali..." Rangga menggantung ucapannya, ia mengalihkan pandangannya ke arah samping dan seolah sedang berfikir. Syakira mengerutkan keningnya.
"Kalo kamu minta Mas buat nikah lagi, ya Mas bingung sayang! mau iya atau nggak!" lanjut Rangga rersenyum nakal pada istrinya. Syakira yang masih sesenggukan mengerucutkan bibirnya dan memukul lengn Rangga agak kuat, namun secepat kilat Rangga memeluk istrinya dan mencium kening Syakira lama.
__ADS_1
"Mas gak akan pernah menduakan kamu, Mas janji sayang.." ucap Rangga penuh cinta dan keyakinan. Syakira tentu percaya karena selama ini ia sudah merasakan betapa besar cinta yang di miliki suaminya untuk dirinya yang seorang janda beranak satu itu.
"Makasih Mas, aku bener bener beruntung bisa menikah sama kamu." lirih Syakira, ia kembali menangis, tapi bahagia.
"No! Mas yang bahagia, kamu tahu berapa lama Mas harus menunggu momen bahagia seperti ini!" Syakira mengangguk dalam pelukan Rangga, ia sangat tahu berapa lam suaminya itu telah menunggu dirinya.
"Jadi Mas yang paling bahagia sayang, Mas yang beruntung bisa menikahi kamu dan sepaket pula.Dapet istri dapet anak juga sekaligus!" ucap Rangga semakin mengeratkan pelukannya dan Syakira semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang dan kekar suaminya.
Cukup lama keadaan antara Syakira dan Rangga seperti itu, hingga Rangga merasa hembusan nafas istrinya yang mulai teratur dan mengenai dadanya, kebetulan Rangga memang tak memakai baju atas permintaan istrinya karena setiap Syakira mual ia akan mencium wangi suaminya dan seketika mualnya hilang.
"Udah tidur..." Rangga tersenyum, ia segera membenarkan posisi tidur istrinya dengan baik agar Syakira nyaman.
"Selamat tidur istriku dan anak Papah!" gumam Rangga, ia mengecup bibir Syakira sekilas juga perutnya.
Rangga keluar dari kamar. Sejak kehamilan Syakira, Rangga memanggilpembantunya yang lama untuk tinggal dan mengurus rumah karena ia tak ingin jika istrinya sampai kelelahan. Syakira sempat tak setuju karena ia yang ingin mengurus segalanya, tapi Rangga membujuk dengan membawa nama bayi merek demi keselamatan juga kesehatan anak yang ada dalam kandungan Syakira dan istrinya itu langsung luluh.
"Bi..." panggil Rangga pada pembantunya yang sebelumnya sempat berhenti karena harus mengurus suaminya yang sakit dan baru saja meninggal dan saat Rangga menelponnya lagi untuk kembali bekerja tentu saja ia tak menolak.
"Iya Tuan!" jawab pembantu yang usianya sekitar 50 tahun.
"Ya sudah, Bibi bisa lanjut lagi.." Rangga meninggalkan pembantunya yang kembali beberes rumah, ia kembali ke kamarnya untuk melihat Syakira sebelum berangkat je kantor.
Rangga masih ke kantor walaupun ia harus berangkat agak siang, seperti hari ini setelah mengantar Syakira ke rumah sakit dan menemani istrinya sampai tidur, barulah ia akan pergi ke kantor seperti biasanya.
"Mas berangkat dulu.." ucap Rangga mencium kening istrinya dan perutnya sambil mengelus elus perut istrinya yang sudah terlihat membesar.
"Jangan nakal Nak, kasihan Bunda!" bisik Rangga di atas perut Syakira yang masih nyenyak dengan tidurnya setelah minum obat.
Rangga sudah berangkat ke kantor, ia mengendarai mobilnya sendiri karena memang tak pernah menggunakan jasa supir walaupun supirnya ada dan sekarang di khususkan untuk Syakira di rumah.
"Pak, hari ini ada miting setelah jam makan siang!" ucap Sekertaris Rangga yang baru, seorang laki laki muda dan berprestasi. Sebenarnya mereka tak sengaja bertemu saat Rangga yang sedang pusing memikirkan pangganti sekertarisnya Siska yang sudah ia pindah tugas di divisi lain. Untunglah Siska mengerti dan paham akan situasi Rangga.
"Hmmm, sudah di siapkan semua Gas?" tanya Rangga, ia sedang sibuk dengan berkas berkas yang harus ia tanda tangani dan sebelumnya ia cek terlebih dahulu.
__ADS_1
"Sudah Pak, itu di sebelah kanan Bapak!" jawabnya menunjuk berkas berwarna kuning di atas mejanya.
Rangga mengambil berkas yang di tunjuk oleh Bagas sekertris barunya, ia mengecek semua data yang ada di sana, dan senyuman tipis terpaut di bibirnya.
"Bagus, ternyata saya gak salah milih kamu buat jadi sekertaris saya Bagas..." ujar Rangga yang puas atas hasil kerja Bagas.
Dapat pujian tentu saja Bagas senang, namun tak membuatnya tinggi.
"Terima kasih Pak, itu adalah tugas saya." jawab Bagas merendah.
"Kamu bjs keluar, dan nanti saat makan siang kita langsung ke sana saja sekalian makan siang di sana." ucap Rangga dan Bagas hanya mengangguk kemudian keluar dari ruangan atasannya yang baru satu minggu ini merekrut dirinya.
"Alhamdulillah, sejak kerja sama Pak Rangga aku jadi punya banyak waktu sama istri dan anakku!" gumam Bagas saat ia sudah di dalam lift, senyumannya selalu terlihat di bibirnya juga wajah bahagia selama ia bekerja dengan Rangga.
"Mulai hari ini, aku akan bekerja keras supaya Pak Rangga selalu puas dengan kinerjaku dan tetap memertahankan aku di sini!" pikirnya, ia tak ingin di pecat karena kesalahannya seperti sebelumnya, dan bertekat untuk memberikan yang terbaik bagi atasannya demi keluarganya di rumah.
Bagas sudah kembali ke ruangannya, dan kebetulan ruangannya dekat dengan Siska mantan sekertaris Rangga.
"Gimana lancar gak?" tanya Siska ramah saat melihat Bagas yang baru datang dengan senyuman bahagia.
"Lancar Mbak, makasih.." jawab Bagas ramah dan Siska tersenyum.
Siska memang karyawan juga senior yang baik bagi karyawan baru, ia selalu membantu juniornya yang kesulitan karena itu Rangga sangat menyayangi dirinya jika harus di pecat, tapi bukan karena Rangga suka ya! melainkan karena kinerja yang di miliki Siska lah yang di sayangkan, Siska juga sangat profesional dalam bekerja dan sangat mencintai keluarganya.
"Syukurlah kalo gitu.." ujar Siska ikut senang, ia kembali menatap ke layar kumputer di hadapannya dan menyelesaikan tugasnya sendiri, begitupun dengan Bagas dan karyawan lainnya.
Lanjut up Kak...
kembali ke Syakira dan Rangga lagi deh. Kalo Arka gimana ya nantinsama Kalisa? ikutin ajalah terus ya, biar gak ketinggalan...
😀😀😀
Tapi sebelumnya makasih....
__ADS_1
😊🙏🙏