Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku

Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku
Pertemuan Setelah Muaibah


__ADS_3

"Hari ini aku tak ingin ada yang mengganggu, jika ada yang datang katakan aku sedang sibuk." seorang pria tampan meski di usianya yang sudah berkepala 3.


"Baik pak." jawab Asistennya kemudian keluar dari ruangan pria di hadapannya yang keadaannya sedang tidak baik.


"Dimana kamu sekarang?" ujarnya lirih, air mata sudah membasahi pipinya.


...****************...


Setelah kejadian kerusuhan tempo hari, Syakira, Rani juga para karyawannya sedang di sibuk membersihkan bekas pecahan kaca serta beberapa benda yang rusak. Namun ada yang berbeda!


"Buk..." panggil karyawan Cafe menarik lengan baju Syakira yang sedang mengangkat puing-puing kursi yang sudah patah.di sampingnya.


"Hmmm..." jawab Syakira tanpa menolwh, ia masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Buk..." panggil karyawan itu lagi membuat fokus Syakira teralih padanya.


"Kenapa?" tanya Syakira menoleh sebenyar kemudian hendak memggeser kursi yang baru.


"I... itu..." kata-katanya terputus saat orang yang ia lihat sudah berada di hadapannya.


"Pagi Kak..." teriak seorang pria di belakang Syakira cukup keras, hingga membuat beberapa orang di sana terkejut begitupun dengan Syakira. Ia segera menoleh dan melihat pria muda yang tampan sedang tersenyum manis ke arahnya. Tentu, semua orang yang ada di sana terkejut bukan main melihat kejadian barusan. Bagaiman tidak, jika yang mereka lihat sedang tersenyum adalah orang yang sama yang hampir membakar Cafe tempat mereka bekerja beberapa hari yang lalu.


"Dasar kamu, sini bantu Kakak." jawab Syakira mencubit lengan anak muda di hadapannya tdengan. ekspresi wajah biasa. Para karyawan yang melihat itupun semakin tercengang, karena melihat salah satu Bos. mereka yang terlihat sangat akrab dengan berandalan yang hampir membunuh mereka semua.


"Buk..." ujar salah seorang karyawan menatap ke arah Rani seolah meminta penjelasan akan kejadian barusan, begitupun dengan karyawan lainnya yang juga ikut menatap ke arah Rani.


"Apa?" ucap Rani memicingkan sebelah alisnya melihat para karyawannya yang sedang menatap ke arahnya.


"Itu..." tunjuk Rani ke arah Syakira dan pemuda yang bersamanya. Para karyawan jmhanya. mengangguk dan masih menatap dirinya, ia hanya menepuk jidat kemudian menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkan dengan keras.


"Dia adik Syakira..." ucapnya kemudian.


"Apa..." jawa para karyawab nersamaan dengan nada terkejut dan ekspresi wajah yang berbeda-beda, bahkan ada yang sampai melongok sanking terkejutnya.


"Biasa saja, sudah sana balik kerja." ucap Rani meninggalkan semua karyawannya dan. menuju ke arah Syakira.


"Ini semua karna kamu Sya, dan adik mu ini!" ujar Rani dengan segala kekesalannya.


"Kenapa?" tanya Syakira menatap sahabatnya yang sudah berdiri tepat di sampingnya.


"Iya, siapa sangka ternyata anak. nakal itu adik sepupumu." jawabnya masih kesal, sedang yang di bicarakan hanya senyum-senyum.


"Maaf, aku juga gak tahu kalo ternyata Regar adik sepupu ku yang hampir 15 thn gak ketemu." ucap nya tulus.


"Maaf Kak, sudah mengacaukan semuanya!" ucap pria bernama Regar dengan tulus dan sedih karna iapun tak menyangka jika akan bertemu Kakak sepupunya dengan cara seperti ini.


"Ya, baiklah tapi lain kali gak akan aku maafin." Rani melotot ke arah Regar yang langsung mengangguk. Ia dan teman-temannya segera membereskan semua kekacauan yang ia lakukan bersama para geng nya.


...****************...


"Siapa nama kamu?" tanya Syakira lembut ia menatap mata pemuda di hadapannya dan merasa sangat mengenal pemuda itu.


"Regar.." jawab nya sinis.

__ADS_1


"Ok, sekarang kita akan menyelesaikan semua permasalahan ini."


"Ran, tolong berkas-berkasnya!" pinta Syakira yang langsung di anggukkan kepala oleh Rani yang segera naik ke lantai dua untuk mengambil berkas yang di maksud Syakira.


"Kamu lihat!" ucap Syakira masih dengan nada lembut. Tanpa berkata apapun, pemuda di hadapannya segera memgambil berkas di atas meja dengan amarah yang sedikit agak berkurang. Ia membaca dengan teliti semua berkas di hadapannya. Beberapa menit berikutnya, wajahnya berubah menjadi sendu.


"Gue tak menyangka dia akan akan melakukan ini pada kami?" lirih nya namun masih bisa di dengar oleh Syakira dan Rani yang saling tatap.


"Dia... dia adalah orang yang sudah menghancurkan hidup Kakak gue, dan sekarang menghancurkan hidup gue juga keluarga gue." ujarnya masih menunduk semakin dalam, kesedihan juga kemarahan bercampur jadi satu.


"Gua, pasti akan membalas perbuatannya." ucapnya tegas sambil mendongakkan kepalanya menatap langit-langit ruangan Cafe yang sudah tak karuan.


Tanpa pamit, pemuda itu hendak pergi meninggalkan Syakira dan Rani yang hanya diam menatapnya.


"Tunggu...." ucap Syakira memegang pergelangan tangan pemuda yang hendak melangkah keluar Cafe. Ia hanya menoleh menatap mata Syakira, untuk benerapa saat mata mereka bertemu membuat Syakira semakin penasaran dengan pemuda di hadapannya.


"Aku ingin bertanya sesuatu, jika jawabanmu membuatku puas maka aku akan melepaskan mu juga teman-temanmu!" ucap Syakira menawarkan perjanjian yang sangat menguntungkan untuknya. Pemuda itupun tersadar, jika ia dan teman-temannya baru saja menghancurkan Cafe seseorang hingga hancur parah.


"Hastagaaa..." lirihnya


"Baik, apa yang ingin lo tanya?" jawab nya masih dengan nada ketus.


"Siapa nama kamu?" tanya Syakira menatap lekat-lekat mata pemuda itu. Pemuda di hadapan nya menatap Syakira dengan sebelah alis terangkat.


"Regar, kan tadi gue dah bilang." jawabnya kesal sendiri.


"Aku mau tahu nama kamu yang lengkap!" ucap Syakira masih menatapnya.


"Oh, ya ampun wanita ini."


"Handoko...!" ujar Syakira pelan


"Tunggu, kau kenal dengan Papahku?" tanyanya menatap Syakira yang kini sudah berlinangan air mata.


"Regar..." ucapnya memeluk pemuda di hadapannya sambil menyebut namanya dengan lembut.


"Hei, a... apa yang lo lakukan!" tanya Regar terkejut, begitupun Rani yang sempat terperanjat melihat sikap Syakira yang tiba-tiba memeluk pria asing di hadapan mereka.


"Kau, kau adikku Regar!" jawabnya masih memeluk Regar


"Adik.. hahahaha.." tawa Regar pecah membuat Syakira heran dan melepaskan pelukannya.


"Sungguh..." lanjut Syakira mencoba meyakinkan Regar yang ternyata adik sepupunya.


"Gila lo.." ucap Regar berbalik hendak pergi dari sana, namun baru beberapa langkah, ia segera berhenti dan kembali berbalik menatap Syakira tak percaya.


"Dasar bocah tengil." ucap Syakira menatap punggung Regar.


"A...apa?" tanya Regar meyakinkan pendengarannya.


"Bocah tengil.." ulang Syakira yang kini kembali menangis menatap sepupunya.


"Lo...lo Syasya?" tanyanya terbata tak percaya.

__ADS_1


"Hmmm..." jawab Syakira sambil memgangguk cepat. Regar langsung berlari ke arah Syakira dan memeluknya, ia juga menangis dalam pelukan.


"A..apa-apaan ini!" ujar Rani tak percaya.


"Kalian..." ucap Rani menunjuk antara Syakira dan Regar bergantian dengan ekspresi wajah terkejut sekaligus kesal karena tak mungkin jika mereka meminta ganti rugi pada Regar yang ternyata adik sepupu dari sahabatnya Syakira.


Mendapat tatapan juga penjelasan dari Rani, Syakira segera melepaskan pelukannya pada Regar, mereka kembali duduk untuk saling menjelaskan.


"Ran, ini adik sepupuku. Regar namanya."


"Kami sudah gak ketemu sekitar 15 thn lah, waktu itu dia masih sangat kecil, aku juga gak nyangka kalo anak nakal ini masih mengingat aku." ucap Syakira menatap Regar.


"Emang dia siapa nya keluarga kamu Sya?" tanya Rani masih belum mengerti


"Jadi, Papahnya itu Kakak tertua Papah aku."


"Tapi karena satu dan lain hal, kami berpisah selama hampir 15 thn yang lalu." jawab Syakira sedih, Regar memegang tanganya dan tersenyum.


"Oh, lalu siapa yang akan ganti rugi dong?" ucapnya menepuk jidak, kemudian tersenyum menatap Regar yang cengengesan.


"Aku yang akan ganti semuanya, kamu tenang aja." jawab Syakira


"Santailah Sya, kita selesain bareng-bareng." jawab Rani tersenyum hangat


"Makasih Ran, maaf atad kejadian ini." ucap Syakira tulus.


"Gak, masalah." jawab Rani


"Kak, itu kepala Kakak sebaiknya di obatin dulu." ucap Regar menatap kepala Syakira yang terluka.


"Hmm." jawabnya. Regar segera membantu Syakira mengobati lukanya dengan perasaan bersalahnya.


"Maaf, Kak." mohonya tulus dengan wajah menghadap ke bewah menatap lantai.


"Kakak maafin, tapi dengan 2 syarat?" jawab Syakira dengan wajah seolah serius.


"Ya, Kak!" tanya Regar antusias.


"pertama, besok kamu harus bantuin kami buat ngeberesin semua kekacauan yanh sudah kamu buat." ucap Syakira yang langsung di setujui Rani yang juga menatap Regar. Regar hanya mengangguk setuju


"Yang kedua, bawak Kakak bertemu dengan keluarga kamu." ucap Syakira, namun nadanya seperti sebuah permohonan. Regar diam sejenak sebelum akgirnya ia mengangguk setuju.


"Kalo gitu Kakak maafin kamu." lanjut Syakira tersenyum lembut. Merekapun kembali berpelukan.


"Ahh, senangnya yang bertemu keluarga di saat kekacauan melanda!" ledek Rani, mereka bertigapun tertawa sedangkan di luar sana masih heboh antara polisi dan teman-teman Regar.


Regar segera membubarkan gengnya, dan kembali pulang ke rumahnya setelah asik bercerita dengan Syakira, begitupun dengan para polisi. Syakira dan Ranipun tak lupa meminta maaf atas kekacauan yang sudah terjadi hingga mengganggu lalu lintas di sekitar Cafe.


Segini dulu ya..


Jangan lupa like, dan komen yang mendukung ya men temen semua, terima kasih juga yang udah mau mampir buat baca karya aku..


Terima kasih orang bai...

__ADS_1


🙏🙏🙏


__ADS_2