Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku

Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku
Menunggu Jawan Risa


__ADS_3

Risa sedang berziarah ke makam Mamahnya.


"Mah, Rissa sudah memenuhi keingan Mamah yang terakhir untuk mintak maaf ke tante Syakira.." lirihnya memegangi batu nisan yang bertuliskan nama Maya


"Semoga Mamah bisa tenang ya, karena di sisa hidup Mamah Risa bisa melihat jika Mamah benar benar sudah berubah." lanjutnya, kini air mata sudah jatuh di pipinya.


"Risa pulang dulu Mah. Assalamualaikum..." Risa beranjak dari tempatnya dan hendak berbalik namun ia terperanjat kaget saat tiba tiba di hadapannya sudah ada Dokter Farhan...


"Bisa bicara Ris?" tanya Dokter Farhan serius, Risa hanya mengangguk.


Mereka sudah berada di cafe. Farhan masih diam sambil memandangi Risa yang juga menunggu Dokter tampan di hadapannya bicara.


"Ada apa Dok, ah maaf Farhan?" tanya Risa memulai pembicaraan mereka karena sejak setengah jam lalu laki laki di hadapnnya tak kunjung bersuara.


Farhan menatap Risa dalam, hingga membuat Risa sedikit canggung dengan tatapan itu.


"Menikahlah denganku Ris!" Farhan melamar Risa namun terdengar seperti sedikit memaksa, entahlah mungkin karena Farhan terlalu mencintai wanita di hadapannya hingga tak ingin menundanya lagi.


Risa terbelalak, ia tak menyangka jika Farhan melamarnya, selama ini mereka hanya sebatas teman dan sangat jarang bertemu jikapun bertemu itu karena Risa yang sesekali mengantar adiknya Wulan saat ke rumah sakit. Tapi mereka memang saling mengenal satu sama lain.


"Far, aku!" Risa tak bisa mengeluarkan perasaannya ia sendiri bingung.


"Tak apa, aku mengerti. Tidak perlu di jawab sekarang aku akan menunggu.." ucap Farhan tersenyum lembut ke arah Risa yang hanya bisa menganggukkan kepalanya.


Farhan mengantar Risa pulang ke apartemennya kemudian ia kembali ke rumah sakit..


Farhan memang sudah sejak lama menyukai Risa, bahkan ia diam diam selalu memperhatikan gadis itu. Mereka di pertemukan di sebuah acara yang di adakan perusahaan Regar dan saat itu keluarga Farhan di undang karena Papi Farhan salah satu rekan bisnis Regar.


Risa yang masih berusia lima belas tahun sedang tertawa bersama adiknya Wulan, mereka terlihat sangat dekat dengan sedikit pertengkaran kecil yang selalu di ciptakan Wulan.


sejak datang, Farhan selalu memperhatikan Risa dari kejauhan namun tak berani untuk mengajaknya kenalan hingga Wulan menyadari tatapannya pada Kakaknya dan memperkenalkan mereka dan kini menjadi teman, hanya teman..


"Farhan.." Farhan mengulurkan tangannya saat ia sudah berada di hadapan Risa yang yerlihat sangat cantik dan anggun di matanya.


"Risa.." jawab Risa menyambut uluran tangan Farhan dan tersenyum semanis mungkin.

__ADS_1


Wulan yang menyadari situasi saat itu meninggalkan Kakaknya bersama Farhan.


"Masih sekolah?" tanya Farhan saat mulai nyaman bicara dengan Risa yang ternyata sangat ramah dan santai.


"Hm, kalo Kak Farhan?" jawaban sekaligus pertanyaan ia berikan pada Farhan


"Ya, aku masih kuliah.." jawab Farhan terus menatap Risa.


"Benarkah! ujurusan apa?" tanya Risa antusias saat Farhan mengatakan jika ia masih berkuliah.


"Kedokteran.." jawab Farhan senyumnya semakin mengembang saat melihat Risa yang sangat antusias dan terus mengajaknya mengobrol.


"Wah Kak Farhan hebat ya." Ucap Risa dengan memberikan kedua jempolnya di hadapan Farhan dengan sebelah mata ia tutup.


Farhan tersenyum melihat tingkah Risa yang terlihat sangat lucu di matanya. Farhan tak pernah bosan jika harus di hadapkan dengan Risa yang sangat ia sukai juga kagumi..


"Farhan..." panggil Papi Farhan saat melihat anaknya sedang duduk di tempat lain.


"Aku ke sana dulu.." ucap Farhan, Risa hanya mengangguk dan tersenyum.


"Siapa itu Nak?" tanya Maminya saat Farhan sudah di dekat orang tuanya.


"Risa Mi.." jawab Farhan kemudian ia di perkenalkan dengan anak dari sahabat Papinya.


"Farhan.." Farhan mengulurkan tangannya, namun sikapnya sangat dingin karena ia sudah tahu maksud dari Papinya yang memperkenalkan ia dengan anak gadis teman sesama bisnisnya.


"Clara.." jawab Gadis di hadapannya dengan senyum centil yang ia tujukan padanya membuat Farhan merasa jengah.


Farhan kembali menoleh ke arah Risa saat ia tinggalkan tadi, namun Risa sudah tak berada di sana. Farhan menyapu setiap tempat dengan matanya namun tetap tak menemukan Risa.


"Kemana dia?" monolog Farhan terus mencari keberadaa Risa dengan memeprhatikan setiap sudut ruangan itu, namun tetap saja nihil.


"Cari siapa Nak?" tanya Maminya yang mengerti dengan sikap anak laki laki satunya.


"Hmm, Risa Mi.." jawab Farhan kikuk, pasalnya Maminya sangat tahu jika anaknya itu tak pernah menjalin hubungan dengan wanita setelah kejadian beberapa tahun yang lalu saat kekasihnya merenggang nyawa di hadapannya karena sebuah kecelakaan, karena itulah sikap Farhan sangat dingin pada wanita manapun yang di kenalkan Papinya.

__ADS_1


"Risa!" ulang Maminya, Farhan hanya menagngguk.


"Apa kau menyukai gadis itu?" tanya Mami tanpa basa basi. Mami hanya ingin melihat putranya bahagia dan mungkin saja gadis bernama Risa adalah sumber kebahagiaan anaknya yang baru.


Farhan menatap Maminya, benar ia tak pernah bisa berbohong pada wanita paruh baya di sampingnya kini.


"Mami selalu mengetahui apa yang Farhan rasakan.." ucap Farhan menatap Maminya yang tersenyum hangat ke arah anaknya.


"Tentu saja karena kamu anak Mami satu satunya.." Farhan kembali tersenyum.


Sejak hari itulah perasaan Farhan mulai tumbuh pada Risa, meski mereka sangat jarang bertemu namun rasa itu justru semakin tumbuh dari rindu rindu yang selalau ia rasakan dan hilang saat hanya sekedar melihat wajah Risa.


Setulus dan sebesar itulah perasaan Farhan pada gadis yang selalu ia sebut namanya di setiap sujud. Sekarang Farhan tak bisa lagi menunggu, ia memberanikan diri untuk mengatakan perasaannya pada Risa atas saran dari Maminya, karena selama ini ia selalu menolak saat hendak di jodohkan dengan gadis pilihan Papinya.


"Katakanlah padanya nak, jika memang kamu sangat mencintainya." bujuk Maminya saat melihat putranya terlihat murung karena Papi nya memberikan syarat jika dalam satu tahun ini ia masih belum menemukan gadis pilihannya sendiri dan memperkenalkannya pada Papinya maka Farhan harus menerima perjodohan dirinya dengan anak dari rekan bisnisnya yang bernama Clara.


"Tapi Farhan takut jika nanti Risa menolak Mi. Farhan rasa tak sanggup.." jawab Farhan, kini ia sudah dalam dekapan sang Mami.


Usia Farhan memang tidak lah muda, namun saat anak sebesar dan sedewasa apapun jika di hadapan orang tua maka, mereka tetap terlihat seperti anak kecil di mata mereka begitulah yang Farhan alami saat ini.


"Apapun nanti jawaban Dari Risa tentu kamu harus bisa menerimanya, karena Risa juga berhak menentukan hidupnya sendiri." Mami dengan sabar memberikan penjelasan bagi putranya


"Tapi setidaknya kamu tak harus mengejar sesuatu yang memang bukan milik kamu, namun jika memang Risa adalah takdir yang Tuhan kirim untukmu maka pasti dia akan kembali sama kamu Nak.." Farhan mengangguk mengerti dengan perkataan sang Mami yang mampu membuat perasaannya lebih baik.


"Farhan akan coba Mi, besok Farhan akan mengatakannya pada Risa.." ucap Farhan serius. Maminya hanya tersenyum melihat semangat yang ada dalam diri Farhan.


Hayo, akankah Risa menerima Farhan?


pantengin terus deh...


Makasih yang mampir baca, jangan lupa likenya dan dukungannya ya, biar author semakin semangat...


Makasih orang baik...


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2