
Setelah seminggu setelah Syakira sadar, akhirnya ia di izinkan pulang setelah segala pemeriksaan yang sudah ia lakukan dan hasilnya baik.
"Alhamdulillah, bisa pulang juga.." ucap Syakira tersenyum bahagia setelah ia keluar dari gedung rumh sakit di bantu Rangga yang sentiasa mendorong kursi roda yang ia naiki karena bulum di izinkan berjalan sendiri.
Sejam setengah perjalanan, dan selama perjalanan Syakira selalu tersenyum Rangga melirik istrinya yang duduk di sebelahnya. Rangga menggenggam erat tangan sang istri.
"Kenapa sayang?" tanya Rangga saat ia melihat Syakira terdiam sambil memandang ke arah luar jendela.
"Lihat Mas, keluarga mereka sangat hangat meskipun dengan segala kekurangan." ucap Syakira, ia kembali tersenyum menatap keluarga hangat menurutnya di tengah kekurangan mereka masih bisa tersenyum dan saling bercanda ria.
Rangga mengikuti arah mata Syakira setelah mendengar perkataan istrinya dan iapun ikut tersenyum sambil membawa istrinya ke dalam pelukannya.
"Semoga keluarga kecil kita juga akan selalu bahagia ya Mas!" ujar Syakira ia mendongak menatap suaminya yang juga sedikit menunduk.
"Aaminn, asalkan kamu selalu sehat maka keluarga kita pasti akan selalu bahagia sayang.." jawab Rangga mencium kening istrinya lama.
Mobil yang di naiki Syakira juga Rangga sudah tiba di kediaman mereka dan mulai memasuki pagar rumah. Syakira di bantu Rangga keluar dari mobil dan memvantunya naik ke atas kursi rodanya.
Semua orang sudah berkumpul di depan pintu utama, mereka semua menyambut kepulangan Syakira dari rumah sakit dengan mendekorasi simple kediaman Rangga juga Syakira.
Arka berdiri tepat di depan pintu, ia sangat antusias saat mendengar suara mobil Papahnya yang sudah terparkir di depan rumah.
"Mas kok sepi ya?" tanya Syakira heran karena tak ada satu orang pun yang menyambut kepulangannya. Rangga ha ya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan istrinya san terus mendorong kursi roda yang di duduki Syakira dan saat sampai di depan tangga ia mengfendong Syakira sedang kursi rodanya di bawa oleh supirnya.
"Serpraisssss...." teriak semua orqng saat Syakira yang di gendong Rangga sudah membuka pintu.Syakira begitu terkejut, bahkan ia sampai memegang dadanya karena terlalu terkejut, sedang Rangga selalu tersenyum.
"Kalian-" ucap Syakira terputus menatap semua irang yang ternyata sudah menyiapkan kejutan untuknya, sungguh ia merasa menyesal karena sempat berfikir negatif. Syakira sontak menjatuhkan air matanya, ia menenggelamkan wajahnya di dada. bidang sang suami yang hanya diam dan menatap istrinya sejak tadi.
"Kenapa?" tanya Rangga tetap memggendong Syakira dan masih berdiri di ambang pintu.
"Aku terlalu bahagia Mas..Hiks.. hiks..." lirih Syakira dengan suara isakkannya, Rangga mengerutkan keningnya menatap sang istri yang semakin menenggelamkan wajahnya, semua orangpun terlihat bingung akan tangisan Syakira.
"Jadi aku nangis...." lanjutnya, sesaat ia menatap suaminya dan kembali menenggelamkan wajahnya ke dada suaminya lagi dan masih menangis.
Rangga menggelengkan kepalanya pelan, istrinya ini memang sangat baperan dan mudah sekali terharu karena memang Syakira memiliki hati yang sangat lembut namun juga bisa sangat ganas bila ada yang mengganggu keluarganya.
"Sudah, jangan nagis sayang! coba lihat mereka jadi ikut sedih karena kamu nangis karena berfikir kamu gak suka sama kejutan mereka.." ujar Rangga berbisik tepat di telingan istrinya yang segera menoleh ke arah semua orang yang masih berdiri dengan tatapan bingung dan juga kecewa karena berfikir jika dirinya tak suka akan kejutan mereka. Arka yang berdiri tepat di hadapannyapun juga menunjukan wajah sedih dan kecewanya karena ia juga berfikir jika sang Bunda tak menyukai kejutan yang sudah mereka siapkan untuk menyambut kepupanagannya.
"Arka..." panggil Syakira, ia merasa bersalah setelah melihat wajah wajah kecewa. orang orang yang sudah bekerja keras untuk penyambutannya.
Arka mendongak, ia menatap Bunda yang kini sudah terswnyum ke arahnya dan masih di gendong Rangga.
"Maaf Bun, Arka yang ngerencanain kejutan ini..." lirih Arka, Syakira semakin merasa bersalah ia meminta agar Rangga mau menurunkannya, dan Rangga yang mengertipun. segera menurunkan istrinya dati gendongannya.
__ADS_1
Syakira segera memeluk Arka, ia mengusap lembut rambut sang anak yang langsung saja membalas pelukannya.
"Maaf, Bunda tadi nangis bukan karena gak suka sayang, tapi itu karena Bunda terlalu bahagia makanya Bunda sampe nangis.." ucap Syakira lembut dan merasa bersalah, ia juga menatap sekitarnya dan melihat wajah lega dari keluarga juga sahabatnya.
"Bunda suka?" tanya Arka, ia melepaskan pelukan mereka dan menatap. lekat wajah Bundanya. Syakira mengangguk kecil dan tersenyum lembut, ia mengusap pipi anaknya sayang.
"Arka fikir Bunda gak suka!" ucap Arka. Syakira segera menggelengkan kepalanya, ia kembali memeluk Arka sekilas dan mencium kening anaknya.
"Bunda sangat sangat bajagi Nak. Makasih untukk jutannya ya!" ujar Syakira menatap semua irang yang ada di sana secara bergantian dengan senyum hangat. Mendapati senyuman hangat dati Syakira, seluruh keluarga juga sahabatnyapun ikut tersenyum lega dan mulai mendekat ke arahnya.
"Selamat datang Nak.." ucap Bibi memeluk Syakira kemudian kembali mundur ke arah suaminya yang hanya melemparkan senyum hangatnya pada keponakannya yang juga membalas senyumannya.
"Selamat datang Sya! jangan sakit lagi ya! dan jangan buat aku khawatir lagi ok!" ucap Rani panjang lebar, membuat Syakira hanya bisa mengangguk saja dengan senyum tipis.
"Sya, aku mau jodohin anakku sama anak kamu boleh ya? anak kamu cantik banget soalnya.." kali ini Hana yang bicara, membuat Syakura hanya memutar bola matanya malas, namun ia tetap tersenyum.
"Asal sifatnya gak kayak kamu bisa aku pertimbangkan.." jawab Syakira malas. Hana mendengus kesal mendengar jawaban sahabatnya namun tak mengurangi kebahagiaannya. Semua irang hanya tersenyum saja mendengar ucapan Syakira. Sisi bahkan sampai tertawa kecil menatap Hana yang sudqh cemberut.
"Kalo aku maunya jodohin Sarah sama Arka bolehkan Sya?" kali ini Sisi lagi yang ikut ikutan mau menjodohkan anaknya yang baru berusia 5 tahun itu dengan Arka yang sudah berusia 18 tahun.
"Gak mau, yang ada nanti Arka di kira pedofil lagi karena anak Tante Sisi masih bocil banget..." Arka menyela, wajahnya sangat tak suka. Sisi hanya tersenyum masam mendapat penolakan dari Arka langsung membuat semua irang semakin tertawa.
"Kamu ada ada aja sayang..." sang suami menarik istrinya dan juga putrinya yang masih kecil. Sisi hanya pasrah, ia juga cemberut setelah mendapat penolakan dari Arka. Stakira juga hanya tersenyum begitupun Rangga yang selalu setia berada di sisi istrinya.
"Regar seneng Kakak dah sehat lagi sekarang.." sambut Regar, Syakira mengusap lengan Regar sejenak kemudian sedikit menepuknya.
"Cengeng kamu sama kayak Mas Rangga aja!" ujar Syakira, meledek Regar tapi juga Rangga sekaligus.
Rangga melengos karena ia malah di bawak bawak juga padahal sejak tadi dirinya hanya diam saja.
Regar mengerucutkan bibirnya karena di bilang cengeng, ia segera mundur tanpa menunggu sang istri yang menahan tawa.
"Sehat sehat ya Kak, Mara sayang Kak Sya.." ucap Mara dan memeluk Syakura lagi sekilas dan segera mundur ke dekat suaminya setelah Syakira mengangguk dan tersenyum hangat.
Sekarang giliran Maira yang sejak tadi menunggu gilirannya beesama Dokter Erick, Maira menggendong Daneen dan mulai mendekati Syakira yang tersenyum lembut menyambut Kakaknya juga anaknya yang sedang terlelap dalam tidurnya.
"Selamat datang dek, semoga hari ini akan menjadi awal kebahagiaan keluarga kalian sayang." ujar Maira dengan air mata yang mulai jatuh, ya Maira hamoir sama dengan Syakira yang memiliki hati yang sangat lembut, apalagi setelah segala penderitaan yang telah ia lalui selama ini semakin membuat perasaannya mudah terharu dan tersentuh.
"Aamiin Kak, makasih udah jaga anak anakku selama Sya sakita dan gak berdaya.." ucap Syakira tulus, ia memeluk Maira dan menangis bersama.
"Apapyn demi adik Kakak.." jawab Maira, ia menyerahkan Baby Daneen kepada Bundanya, dan saat Baby Daneen berpindah ke dalam gendongan Syakira matanya tiba tiba terbuka dan menatap Syakira sejenak lalu tersenyum sangat manis membuat semua irang ikut tersenyum.
"Lihat, dia juga sangat bahagia karena Bundanya sudah kembali..." ucap Maira mengusap pioi mulus dan chabby keponakannya. Dokter Erick hanya tersenyum sama seperti Rangga yang juga hanya tersenyum menatap putri kecilnya.
__ADS_1
Syakira merasa tenangsaat melihat senyuman anaknya, ia mendekap sejenak sang putri dan mencium keningnya dengan penuh kasih sayang juga rasa syukur karena Allah masih memberikannya kesempatan untuk bisa bertemu dan melihat anaknya.
Maira sudah mundur, sekarang tinggal Arka yang masih berdiri di hadapan Syakira, namun ia tak berkata apapun dan segera menuntun sang Bunda menuju sofa agar bisa duduk dan istirahat di sana di bantu juga oleh Rangga di sisi lain Syakira.
"Terima kasih semuanya, karena sudah repot repot menyiapkan semua ini buat aku.." ucap Syakira sangat tulus, ia sangat merasa beruntung dan bahagia karena di kelilingi oleh orang orang baik seperti keluarga juga sahabat sahabatnya.
Semua orang hanya tersenyum dan mengangguk saja.
Syakira menatap anaknya yang terus tersenyum sambil menatap ke arahnya, seolah mengatakan jika bayinya itupun turut bahagia atas kepulangannya. Syakura mengulum senyuman indahnya dan mengecup sekilas bibir Baby Daneen.
"Aku juga mau sayang!" bisik Rangga yang duduk di samoung Syakira, namun bisikkannya cukup kuat hingga terdengar oleh Arka yang langsung memelototi Papahnya.
"Papah...." ucap Arka dan Rangga hanya cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Lagi semua orang kembali tertawa melihat Rangga yang terlihat takut pada anaknya, namun senyuman tipis terpaut di bibirnya setelah semua orang kembali fokus pada Syakira juga Baby Daneen yang masih dalam gendongan Bundanya.
Dokter Erick yang bisa melihat senyuman Ranggapun ikut tersenyum tipis, ia paham betul betapa sayangnya Rangga sahabatnya itu pada keluarganya termaksud Arka anak sambungnya, dan ia juga tahu betapa Rangga sangat bahagia atas kembalinya sang istri.
'Dia begitu mencintai keluarganya' batin Dokter Erick yang juga tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Hingga sore hari mereka semua yang tadi menyambut Syakirapun sudah pulang ke rumah masing masing termaksud Maira juga Dokter Erick tang kini sudah ikur pindah ke kediaman suaminya sedang Mara dan Regar yang kini menempati rumah Syakira dulu yang sudah ia pindah tangan ke pada Regar sebagai hadiah pernikahannya bersama Mara.
Rangga dan Syakira sudah kembali ke kamar mereka untuk istirahat begitupun Arka yang sudah berada di dalam kamarnya untuk melaksanakan ibadah sholat isya dan setelahnya ia bersiap untuk tidur karena tadi mereka sudah makan sore bersama dengan keluarga juga sahabat sahabat Bunda juga Papahnya.
"Mas..." panggil Syakira yang kini sudah dalam pelukan suaminya sstelah mereka sholat magrib dan isya bersama.
"Hmm..." dehem Rangga tetap memeluk istrinya dengan mata terpejam dengan punggung yang ia sandarkan ke sandaran tempat tidur.
"Tetap seperti ini ya Mas, dan jangan pernah berubah!" ucap Syakira, ia semakin menenggelamkan kepalanya ke dada suaminya yang segera membuka matanya setelah mendengar perkataan istrinya.
"Tentu saja sayang, aku akan terus berusaha untuk selalu membuat kalian bahagia dan berusaha semampuku untuk tetap berada di sisi kalian.." jawab Rangga tegas dan penuh keyakinan, ia mengecup picuk kepala istrinya yang sudah tak memakai hijabnya.
Baby Daneen sudah tidur di kamar bayi yang sudah di pasang CCTV dan langsung bisa Syakira juga Rangga awasi dari kamar mereka.
"Um..." Syakira memejamkan matanya,dan beberapa saat kemudian ia tertidur dengan cepat dan pulas, karena pengaruh obat yang memang rutin ia harus minum untuk membantu kesembuhannya.
Rangga yang merasakan nafas sang istri yang mulai teratur pun segera memperbaiki tidur Syakira tak lupa ia menyelimutinya hingga menutupi sebagian tubuhnya.
"Selamat tidur bidadari Dunia dan Syurgaku.." gumam Rangga, ia mencium kening, kedua mata, hidung juga bibir Syakira sekilas dan iapun ikut berbaring dan tidur sambil memeluk istri tercintanya.
Lanjut up....
Semoga selalu suka ya, jangan lupakan like dan vote dari kalian juga komentar yang mendukung ya...
Makasih orang baik....
__ADS_1
😊🙏🙏