
Syakira dan Rangga sudah berada di dalam kamar, mereka sama sama masih malu malu kucing untuk saling membuka obrolan meski saat ini saling duduk berdampingan. Hampir satu jam mereka saling diam di dalam kamar yang sudah di hias dengan sangat indah.
"Hmm, Sya!" panggil Rangga menoleh ke arah sebelahnya di mana Syakira sedang duduk
"Ya.." jawab Syakira cepat kemudian menoleh ke arah Rangga. Untuk beberapa detik, mata mereka bertemu dan saling mengunci. Syakira bisa melihat besarnya rasa cinta yang dimiliki Rangga untuknya, sedangkan Rangga bisa melihat kebahagiaan di mata Syakira yang kini telah ia persunting..
"Twrimakasih, sudah mau menerima aku untuk bisa menikahimu.." Ujar Rangga yulus dan jujur
"Harusnya aku yang berterima kasih sama kamu Mas.."
"Karena kamu bisa mencintai aku sebesar ini bahkan kamu bisa menunghu aku selama ini.." jawab Syakira air matanya sudah menetes namun bibirnya tersenyum sambik menatap mata Rangga
"Maaf selama ini aku gak pernah menyadari kehadiran kamu Mas.." lanjut Syakira yang mulai terisak. Rangga menarik tubuh Syakira ke dalam pelukannya, ia mencium pucuk kepala istrinya lama.
"Mas mencintai kamu, dan Mas akan berusaha untuk selalu membuat kamu dan Arka bahagia.." Rangga mengecup kening istrinya saat ia melepaskan pelukan mereka. Mata mereka kembali bertemu, Rangga menatap setiap inci wajah istri di hadapannya dengan seksama. Dari hidung, pipi, alis, mata hingga ke bibir baginya wajah Syakira begitu sempurna.
"Mas beruntung karena sekarang kamu bisa. Mas miliki selamanya.." ujar Rangga. Syakira menundukkan kepalanya mendengar penuturan Rangga bahkan kini wajahnyapun sudah semakin merah. Entahlah, tapi sejak bertemu dan semakin dekat dengan pria yang kini menjadi suaminya, Syakira selalu malu malu dan wajahnya sampai memerah bak tomat matang seperti anak ABG.
"Mas boleh cium kamu gak?" tanya Rangga menatap wajah istrinya sambil melirik bibir manis sang istri yang sangat buat ia ingin mencicipinya. Syakira semakin merasa malu dengan perlakuan sang suamin, namun ia tetap menganggukan kepalanya memberi izin pada suaminya.
"Boleh?" tanya Rangga lagi
"Hmm." jawab Syakira tersenyum malu masih dengan posisinya menunduk tak lagi mampu menatap mata sang suami.
Rangga tersenyum, ia segera mendekatkan tubuhnya pada Syakira yang sudah memejamkan matanya kemudian...
Cup...
Rangga mencium dagu Syakira sebentar kemudian memundurkan tubuhnya menatap istrinya yang terkejut karena Rangga tak mencium bibirnya seerti permintaannya barusan.
"Besok aja ya, kamu pasti capek! Mas juga capek. Kita istirahat.." ujar Rangga kembali menarik Syakira dalam pelukannya yang hanya bisa mengangguk.
"Kita tidur, tapi Mas mau kita todur dengan posisi. seperti ini." ujar Rangga saat mereka sedang berbaring sambil berpelukan, Syakira yang masih malu dengan sikap manis suaminya kemvali mengangguk dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Rangga yang kokoh membuat Syakira merasa sangat nyaman hingga ia tertidur.
"Makasih sayang, aku bahagia sangat bahagia kamu terlelap dan tidur dalam pelukanku seerti harapan dan mimpiku selama ini..." ucap Rangga menatap istrinya yang sudah terlelap dalam tidurnya. Ranggapun segera menutup matanya dan tidur sambil memeluk istri tercintanya seolah tak ingin kelhilangan lagi.
__ADS_1
Subuh tiba, Syakira lebih dulu terbangun dari Rangga yang masih tidur dan memeluk tubuhnya. Syakira masih belum menyadari jika dirinya di peluk Rangga.
"Mmm..." Syakira segera menutup mulutnya saat akan berteriak karena ia terkejut saat melihat wajah Rangga dan mengingat jika saat ini pria di hadapannya sudah menjadi suaminya jadi wajar bukan jika Rangga memeluk Syakira.
"Tampan, beruntungnya aku memiliki kamu sekarang Mas..." ujar Syakira memandangi wajah Rangga yang masih tidur terlihat semakin tampan. Syakira mengelus pipi suaminya dengan keberanian yang tiba tiba muncul dalam dirinya, ia mencium hidung Rangga kemudian beralih ke dagu suaminya setelahnya ia tersenyum bahagia, sangat sangat bahagia....
"Sudah mulai nakal ya?" Syakira terkejut saat Rangga berbicara dan semakin mengeratkan pelukannya meski matanya masih tetap tertutup rapat. Oh, mau di taruh di mana wajah Syakira yang malu itu...
"M..mas udah bangun!" Syakira mencoba bertanya meyakinkan suara tadi memang datang dari bibir Rangga.
"Menurut kamu sayang?" Rangga membuka matanya dan menatap intens wajah Syakira yang sudah merah merona menahan rasa malu karena ketahuan suaminya mencium secara diam diam seperti tadi.
"Hmmm..." Syakira kembali menyembunyikan wajahnya di balik dada suaminya sambil memukul dada Rangga pelan. Rangga hanya tersenyum mendapatkan pukulan sayang dari istrinya yang malu.
"Apa kamu Mas peluk seperti ini terus sampe pagi sayang?" tanya Rangga saat Syakira masih terlalu nyaman dengan posisi itu, padahal di luar sana suadah hampir pagi dan mereka belum melaksanakan kewajikan sebagai umat muslim..
"Astagfirullah,, Sholat Mas..." ucap Syakira segera menjauhkan dirinya dari pelukan Rangga dan berlari menuju kamar mandi untyk mengambil wudhu.
"Dasar, istri imutku..." ujar Rangga kemudian menyusul Syakira yang sudah keluar lebih dulu dari dalam kamar mandi.
"Sudah?" tanya Rangga saat melihat istrinya yang sudah keluar dan hendak bersia memakai mukenahnya.
"Mas bahagia, sekarang Mas gak sholat sendiri lagi karena ada kamu yang akan jadi makmum Mas.." ucap Rangga setelah selesai sholat dan mencium kening istrinya lama.
"Aku juga Mas bahagia." jawab Syakira tersenyum lembut ke arah Rangga.
"Tetap seperti ini Mas, jika suatu hari nanti kamu bosan atau sudah tak menyukaiku lagi, tolong katakan..." ucap Syakira saat mereka kembali berpelukan. Rangga segera melepaskan pelukannya dan menatap wajah Syakira yang terlihat sendu setelah mengatakan hal itu.
"Jangan katakan itu sayang, Mas gak akan pernah bosan apa lagi tak mencintaimu lagi."
"Selama ini Mas bisa bertahan selama belasan tahun untuk bisa bersama denganmu, dan sekarang harapan Mas sudah terwujud jadi Mas gak akan menyianyiakan kamu." ucap Rangga mencium kening istrinya yang sudah meneteskan iar mata haru setelah mendengar perkataan suami di hadapannya kini.
"Aku, aku mencintaimu Mas.." ujar Syakira mulai terisak. Rangga segera memeluk istrinya untuk memberikan kenyamanan.
"Mas lebih mencintaimu sayang, bahkan sangat sangat mencintai kamu.." ujar Rangga mengeratkan pelukannya pada Syakira yang masih terisak dalam pelukan Rangga hingga beberapa menit.
__ADS_1
"Sudah, nanti mata kamu sembab! di kira Mas ngapa ngapain kamu lagi.." goda Rangga pada Syakira yang langsung melepas pelukan mereka dan memukul lengan Rangga pelan, namun ekspresi suaminya itu sangat membuat jengkel..
"Aw, kamu kok KDRT sama suami.." ucap Rangga berpura pura sakit sambil memegangi lengannya yang di pukul Syakira.
"Maaf, tapi perasaan aku gak kuat kok mukulnya. Sakit ya?" Syakira merasa bersalah segera mengelus lengan Rangga dengan wajah cemas taku takut jika lengan suaminya benar benar sakit karena pukulannya. Rangga menahan tawanya namun Syakira segera menyadari jika ia sedang di tipu.
"Mas....." rajuk Syakira memanyunkan bibirnya hingga Rangga bisa mencubit bibir itu kemudian berlari keluar kamar dan di kejar Syakira membuat orang di rumah terhwran heran melihat tingkah mereka berdua.
"Mas jangan lari kamu!" teriak Syakira yang sedang mengejar suaminya bahkan ia masih memakai mukenah juga Rangga yang masih memakai sarung.
"Hahahaha..." tawa Rangga menggelegar di setia ruangan yang mereka lalui hingga ke ruangan tamu.
"Bunda, Om kalian ngapain?" Tanya arka saat melihat Syakira dan Rangga yang masih saling kejar kejaran.
Syakira dan Rangga segera berhenti dan melihat jika saat ini semua orang sedang melihat mereka yang seperti anak kecil, bukan aeperti pengantin baru.
"Bunda..." ujar Syakira bingung dan malu bercampur. Rangga yang melihat istrinya terlihat bingung segera memegang tangannya dan menarik agar mendekat padanya.
"Sedang olahraga..." jawab Rangga membuat Maira dan Regar tersenyum namun mereka tahan dengan tangan masing masing, sedangkan Arka hanya menautkan kedua alisnya tak mengerti. Syakirapun aama menatap tak mengerti dengan alasan yang Rangga buat.
"Olahraga, di dalam rumah dengan mukenah dan sarung?" Arka masih terus mengintrogasi kedua orang dewasa di hadapannya.
"Ya, tentu nanti kalo Arka sudah menikah pasti tahu kok..." lanjut Rangga, Syakira hanya menunduk karena malu dengan jawaban Rangga pun Maira dan Regar yang sudah tertawa pelan karena ucapan Rangga yang sedang berusaha memberi pengertian pada anak sambungnya.
"Ah, sayang kita masuk Mas mau mandi kamu juga harus ke Cafe kan?" Rangga segera mengalihkan pembicaraan dan mengajak Syakira untuk masuk ke dalam kamar mereka. Syakira hanya mengangguk, ia tak lagi mampu berkata kata setelah apa yang sudah Rangga katakan barusan.
"Dasar orang dewasa emang sulit di mengerti..." ujar Arka kemudian kembali ke meja makan untuk melanjutkan sarapannya, karena pasti akan jika menunggu Bunda dan Ayah sambungnya itu.
Pagi itu Syakira dan Rangga begitu bahagia, di hari pertama mereka menikah sudah ada kejadian konyol dan memalukan yang akan membuat mereka berdua mengingatnya. Pasangan suami istri baru itu sedang tertawa di dalam kamar setelah mereka bisa berhasil mengelabui Arka yang terus mengintrogasi mereka, hingga pada akhirnya Rangga harus memberika alasan yang sangat tidak masuk akal sebenarnya, namun di masuk masuk aja lah ya secara pengantin baru mah bebas.. he he he...
Ok up lagi...
mohon Maaf karena author belum berpengalaman menikah, jadi gak terlalu spesifik ya...
Makasih yang dah mampir baca lo, tapi jangan lupa buat like sama dukungannya ya...
__ADS_1
Makasih orang baik....
🙏🙏🙏