
"Kak, aku sama Rani berangkat ke Cafe ya, mungkin nanti langsung balik ke rumah.." Ujar syakira
"Iya, makasih ya dek.." Mair memeluk adik sepupunya, Mara dan Regarpun mengantar Syakira dan Rani hingga depan pintu
"Makasih Kak.." ujar Regar, dan Mara hanya tersenyum
"Sayang sehat sehat kamu, kalo ada apa apa jangan sungkan hubungin Mamah atau Papah Agus ya Nak.." Rani memeluk putrinya dan Mara hanya mengangguk juga membalas pelukan sang Mamah
"Kami berangkat, Assalamualaikum..." ujar Syakira dan Rani sebelum mereka masuk ke dalam mobil milik Rani
"Waalaikumussalam.." Maira, Mara dan Regar membalas salam kedua orang yang sudah masuk ke dalam mobil dan Rani mulai mengendarai mobilnya menuju Cafe pusat.
"Kakak masuk duluan ya.." ujar Maira meninggalkan Regar dan Mara yang masih berada di ambang pintu
"Mas, kita masuk!" ajak Mara hendak mendorong kursi roda Regar.
"Ya sayang." jawqb Regar teesenyum..
Syakira dan Rani mulai sibuk kembali dengan Cafe, bahkan sekarang mereka harus mengurus Cafe cabang yang di kelola oleh Regar sampai pria itu sembuh.
"Sya.." panggil Rani namun matanya fokus melihat lembaran lembaran berkas di atas meja
"Ya Ran.." jawab Syakira hanya menoleh sebentar
"habis ini aku mau ke Cafe cabang yang di pegang Regar, soalnya kemaren kata karyawan yabg ngurus selama Regar sakit ada sedikit masalah." ujar Rani
"Oh iya, aku juga di kabarin sih soal itu."
"Ya udah kamu urus yabg di sana biar aku urus yang di sini." Rani hanya mengangguk setuju. Mereka kembali fokus dengan oekerjaan masing masing.
"Udah jam sepuluh aja..." gumam Rani setelah melihat jam di pergelangan tangannya
"Aku langsung berangkat ya, mungkin nanti gak bisa jemput kamu ke sini." Rani beranjak dari duduk nya dan mendekati Syakira yang menatap Rani
"Ya gak papa, nanti biar aku di jemput sama Mas Rangga aja." jawab Syakira tersenyum
"Ya udah aku berangkat ya.." ujar Rani
"Ya hati hati Ran.."
__ADS_1
"Assalamualaikum...." salam Rani sebelum ia keluar
"Waalaikumussalam..." jawab Syakira dan Rani sudah keluar.
Syakira kembali sibuk hingga jam istirahat ia masih sibuk, salah satu karyawan masuk dan mengatakan jika di bawah ada tamu dan ingin menemuinya.
"Bu Syakira..." panggil Karyawannya dari luar setelah ia mengetuk pintu ruangannya
"Masuk..." jawqb Syakira, karyawan itupun masuk dan berjalan mendekati Syakira yang meboleh sekilas ke arahnya dan kembali fokus pada pekerjaannya.
"Kenapa Rat?" tanya Syakira
"Itu Bu, ada yang mau ketemu sama Bu Syakira." jawab Ratih karyawannya
"Siapa?" tanya Syakira kini pandangannya di arahkan ke Ratih
"Saya lupa nanya Bu, tapi di laki laki." jawab Ratih
"Oh, ya udah suruh tunggu sebentar nanti saya ke sana ya!" ujar Syakira dan Ratih pamit undur diri
Syakira buru buru merapikan semua berkas yang ada di atas mejanya dan menyusn bagian yang sudah selesai ia periksa dan yang belum di periksa. Syakira segera keluar dari ruangannya dan turun ke bawah untuk menemui tamu yang belum ia ketahui siapa orangnya.
"Sya..." panggil orang utu dan berbalik menatap Syakira yang terperanjat kaget melihat orang yang sudah lama tak berjumpa, bahkan kabarnyapun tak terdengar setelah pernilahan Risa beberapa bulan yang lalu.
"Mas Regar.." ucap Syakira masih terkejut, namun dengan segera ia merubah mimik wajahnya dengan santai dan tersebyum ramah begitupun Regar.
"Apa kabar?" tanya Regar, ia masih merasa gugup jika berhadapan dengan Syakira
"Duduk dulu Mas.." ujar Syakira tak menjawab pertanyaan Regar. Regar hanya tersenyum canggung
"Ada apa Mas ke sini?" Syakira langsung pada intinya karena ia tak ingin berlama lama duduk berdua dengan Regar
"Sya aku..." Regar menggantung ucaoannya membuat Syakira agak khawatir, mungkinkah pria di hadapannya ingin menyampaikan niatnya sepetti yang pernah Risa bisikkan padanya.
"Katakan Mas, aku ada banyak pekerjaan hari ini!" ujar Syakira, Regar mengangkat kepaanya dan menatap wajah Syakira yang masih terlihat cantik, namun tak ada lagi senyum hangat di bibi Syakira untuknya seperti dulu membuat rasa nyeri di hulu hatinya.
"Maaf, aku hanya ingin meminta izin padamu untyk bertemu dengan putraku." terang Regar menatap manik mata milik Syakira.
"Benar.." lirih Syakira, ia memejamkan matanya cukup lama dengan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi Cafe.
__ADS_1
"Aku gak bisa jamin Arka mau menemui kamu Mas.." jawab Syakira
"Tapi aku akan coba buat bicara sama dia." lanjut Syakira menatap Regar yang nampak sedih
"Apa kamu sudah menceritakan masa lalu kita Sya?" tanya Regar. Syakira menggelengkan kepala
"Aku gak pernah cerita, tapi dia mengetahuinya sendiri Mas, bahkan dia juga tahu jika kamu punya anak lain selain dirinya." jawab Syakira sedikit tak nyaman dengan pertanyaan Regar barusan
"Apa?" Regar nampak kaget, bagaimana mungkin putranya tahu adahal mereka belum pernah bertemu
"Dia sendiri yang mengatakan jika dia sudah tahu semuanya, bahkan Arka juga belum mau bertemu kamu kecuali takdir yang mempertemukan kalian." ujar Syakira, mata Regar nampak berkaca kaca ia tak menyangka jika putranya akan mengatakan hal itu.
"Baiklah, tapi aku sangat ingin bertemu dengannya tolong sampaikan keinginanku pada Arka Sya!" Regar tak lagi bisa berkata setelh mendengar penjelasan Syakira yang membuat rasa bersalahnya kian membesar.
"Akan ku coba Mas.." jawab Syakira, ia tak mungkin menjauhkan anak dan Ayah kandungnya. meskioun pria yang di hadapannya ini dulu pernah menyia nyiakan dirinya juga putranya
"Aku permisi, terima kasih.." ujar Regar, Syakira hanya mengangguk sekali. Regar keluar dari Cafe milik Syakira dengan hati yang gundah dan kacau.
"Arka berhak menentukan keinginannya sendiri." lirih Syakira, ia berbalik dari sana dan kembali ke ruang kerjanya.
Regar nampak frustasi sendiri, cukup lama ia menunggu untuk bisa menemui putranya dan kini ia memberanikan dirinya untuk menemui mantan istrinya hanya demi keinginannya.
"Aku masih mencintaimu Sya, namun aku juga tahu jika kini kau sudah bahahia bersama Rangga, jadi aku akan mengikhlaskan kalian bersama." lirih Regar menatap Cafe dari dalam mobilnya
"Sekarang aku hanya ingin bertemu dengan putraku dan menjadi sosok Ayah yang baik baginya meskipun ku rasa ini sudah terlambat." Regar menundukkan pandangannya ke bawah dengan keningnya di tempelkan ke kemudi mobil.
"Aku akan berusaha, agar Arka mau memaafkanku." lanjutnya menatap nanar ke depan
Regar sudah meninggalkan halaman Cafe dan kembali menuju kantornya. Ia juga berencana akan mempertemukan Wulan putrinya dengan Arka putranya untuk menyelesaikan masalah mereka, karena Wulan nampak semakin membenci Kakaknya sendiri yang juga pernah sangat ia cintai. Regar tak ingin anak anaknya yang akan menjadi korban atas masa lalu kelamnya dulu.
Regar akan berusaha untuk memperbaiki segalanya, meskipun ia tak tahu hasil apa yang akan ia dapat nantinya, tapi setidaknya ia sudah berusaha.
"Aku harap semuanya belum terlambat, dan Wulan serta Arka bksa menjadi saudara yang saling menyayangi.." lirih Regar
Lanjut up...
Kasih judul apa ya???
🙏🙏🙏
__ADS_1