Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku

Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku
Duka dan Luka Risa...


__ADS_3

Satu minggu lagi berlalu, Risa masih di rawat di Rumah Sakit dan sialnya ia harus di rawat oleh Farhan langsung atas permintaan pria itu sendiri meskipun ia sudah menolaknya.


"Tidak perlu aku bisa sendiri.." ucap Risa menghempaskan pegangan tangan Farhan saat ia hendak membantu Risa ke kamar mandi.


Farhan menatap nanar ke arah wanita yang begitu ia cintai, meski ada rasa kecewa dalam hatinya karena Risa masih belum menceritakan mengapa ia bisa hamil sekarang bahkan dengan Papah juga adiknya sendiri.


"Sampai kapan kamu kayak gini Ris?" lirih Farhan ia masih menunggu Risa yang belum keluar dari dalam kamar mandi.


"Biarkan aku membantumu Ris.." ucap Farhan pilu saat Risa selalu menolak bantuannya. Meskipun Farhan kecewa namun perasaannya pada Risa tetap sama tak berubah sama sekali.


"Gak perlu, sebaiknya kamu pergi dari sini aku ingin istirahat.." ucap Risa, jujur hatinyapun merasa sedih saat mengatakan itu, akan tetapi ia sadar bahwa sekarang ia sudah tak pantas lagi bagi Farhan yang sempurna.


"Ris..." panggil Farhan dengan nada suara melemah


"Pergilah Dok, aku ingin istirahat.." ulang Risa setelah ia naik ke ranjangnya dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Farhan keluar dengan hati yang sedih karena selalu mendapatkan penolakan dari Risa. Risapun menangis saat melihat Farhan yang sudah keluar dan menutup pintu.


"Maaf, aku tak bisa menerima dirimu karena sekarang aku sudah ternodai." lirihnya, air mata sudah membasahi seluruh wajahnya.


Risa segera menghapus air matanya dan berpaling ke arah lain berpura pura tidur saat mendengar suara pintu yang hendak di buka, ia takut jika itu Farhan.


"Risa..." panggil seorang wanita ketika pintu terbuka. Risa mengenali suara itupun menoleh cepat dan melihat Syakira yang berjalan ke arahnya dengan dua bingkisan di tangannya kini bahkan Ranggapun ada bersama Syakira.


"Ta..nte..." tangis Risa kembali pecah saat melihat wajah khawatir Syakira seperti seorang Ibu yang mengkhawatirkan anaknya.


"Risa sayang..." ujar Syakira memeluk Risa yang segera duduk di ranjangnya dan memeluk Syakira saat ia sudah berada di sampingnya.


Syakira sangat prihatin atas kondisi yang di alami Risa, meskipun Risa anak dari wanita yang sudah menghancurkan rumah tangganya dulu, namun anak itu tidak bersalah bahkan Risa tumbuh menjadi anak yang baik. Sayang, nasib buruklah yang justru sedang berpihak padanya. Mungkinkah Karma?


"Tante...." Risa semakin menangis dalam pelukan Syakira yang hanya membalas pelukan Risa sambil mengusap lembut rambutnya menciptakan kenyamanan bagi Risa.


Rangga yang mengerti akan situasi segera keluar, agar Risa bisa lebih leluasa saat bersama Syakira. Di luar ternyata Regar mantan suami Syakira baru tiba dan bertemu dengan Rangga.


Regar sudah mengetahui jika Syakira telah menikah lagi dan jujur itu cukup membuat Regar terpukul dan terluka, namun ia berusaha untuk mengikhlaskan Syakira dan bahagia dengan orang pilihannya kini.


"Apa ada Syakira di dalam?" tanya Regar


"Hmm, Risa sedang menangis dan Syakira mencoba menenangkannya.." jawab Rangga tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya membuat Regar hanya bisa mendengus kesal karena seperti tak di anggap.


"Oh, kalau begitu aku titip Risa sebentar sampai Syakira keluar dari dalam sana.." ucap Regar dan berlalu dari sana setelah mendapat anggukan kepala dari Rangga.


Didalam ruang rawat, Risa belum bisa menghentikan tangisannya dan masih setia memeluk Syakira yang juga sabar memberikan kasih sayangnya pada Risa yang memang hanya itu yang di butuhkan saat ini.


"Kalo Risa sudah lebih baik, bisa cerita sama tante Nak!" ujar Syakira lembut masih terus mengusap punggung Risa


"Tante, Risa..." lirihnya sambil melepaskan pelukan mereka dan menunduk dalam.

__ADS_1


"Hei..." Syakira memegang dagu Risa dan mengangkatnya dengan lembut hingga kini mata mereka bertemu.


Syakira bisa melihat dengan jelas di mata Risa ada rasa takut, trauma sekaligus rasa sakit yang teramat dalam membuat ia merasa sangat kasihan pada gadis di hadapannya itu.


"Nak, anggap tante Mamah kamu dan kamu bisa cerita apapun itu sama tante sayang." Syakira mengusap air mata Risa yang terus berjatuhan di pipinya yang sedikit pucat.


"Tante pasti akan mendengarkan Risa." Syakira memegang pipi Risa dan mengusap ngusapnya dengan lembut.


Perlakuan Syakira pada Risa tak lepas dari mata Rangga yang tersenyum bangga karena memiliki istri seperti Syakira yang sangat baik dan memiliki hati yang bersih menurutnya.


"Tante, Risa, Risa... Hiks hiks..." Risa kembali menangis dan hendak menunduk kembali namun dengan cepat di tahan oleh Syakira.


"Katakan saja sayang, tante pasti akan berusaha melakukan yang terbaik untuk Risa.." ujar Syakira membuat Risa termangu setelah mendengar perkataan Syakira yang sudah seperti Ibunya sendiri.


"Risa jangan pernah sungkan sama tante Nak."


"Tapi kalo emang Risa belum mau cerita sekarang gak papa, tante akan menunggu sampai Risa bisa cerita.." Syakira menatik Risa ke dalam pelukannya, seketika air mata Risapun kembali tumbah.


"Risa, Risa di perkosa tan..." lirihnya pelan namun masih bisa di dengar Syakira yang segera melepaskan pelukannya dan menatap Risa yang tertunduk di hadapannya.


"A.. apa?" Syakira sangat terkejut dengan kenyataan yang menyebabkan gadis di hadapannya itu sampai hamil, jadi ternyata?


"Risa..." Syakira kembali memeluk Risa yang sudah menangis hingga sesenggukkan membuat hati Syakira ikut terpukul dan terluka.


"Bisa cerata sama tante Nak, mungkin kita bisa melakukan sesuatu pada orang yang sudah menyakiti kamu.." ucap Syakira.


Risapun menceritakan semuanya pada Syakira dengan air mata yang terus saja mengalir di pipinya apa lagi saat ia masih mengingat wajah pria yang sudah menodai dirinya dengan sangat kejam dan kasar.


"Om pastikan akan membuat orang itu menderita karena telah menyentuh dirimu.." ucap Rangga berapi api. Ia memang sejak tadi mendengarkan setiap pembicaraan kedua wanita yang berbeda usia itu dan bahkan ia terlihat lebih marah dari pada Syakira.


Syakira dan Risa menoleh ke arah Rangga yang sudah berjalan ke arah mereka berdua.


"Om, Tante mengapa kalian sangat baik pada Risa sedangkan....." Risa menggantung ucapannya, entahlah ia hanya merasa sangat malu karena sudah di perhatikan sebaik ini oleh Syakira orang yang pernah Mamahnya sakiti.


"Karena Tante sudah menganggap kamu seperti anak tante sendiri." jawab Syakira mncium kening Risa.


Risa cukup kaget atas perlakuan Syakira padanya barusan, jujur ia sangat beruntung karena di pertemukan dengan Syakira dan Rangga.


"Dalam waktu satu minggu Om pastikan orang itu akan mendekam di penjara bahkan seumur hidupnya.." Rangga memegang kepala Risa dan mengusapnya dengan lembut semakin membuat Risa terharu dan kembali menangis, tapi kali ini tangisnya karena bahagia


"Makasih Om Tante.." ucap Risa kembali memeluk Syakira..


Sekarang Risa harus makan ya, biar cepat pulih dan bisa kumpul sama keluarga lagi.." Syakira mengeluarkan bubur yang ia bawa tadi kemudian menyuapi Risa dengan lembut dan penuh perhatian hingga bubur itu habis tak tersisa.


Sudah satu jam Syakira di sana dan mengobrol dengan Risa untuk sekedar memberikan semangat pada gadis itu karena pasti jiwanya sangat terganggu atas apa yang ia alami.


"Permisi, waktunya pasien minum obat.." Suster yang baru datang menghampiri Syakira dan Risa.

__ADS_1


"Biar saya aja Sus!" ucap Syakira mengambil nampan dari tangan Suster yang segera memberikannya pada Syakira sambil tersenyum.


"Sudah makan?" tanya Suster pada Risa yang hanya mengangguk.


"Syukurlah.." jawab Suster itu cukup senang karena Risa mau makan.


"Kenapa Sus? apa gadis ini sulit makan?" tanya Syakira pada Suster di sampingnya sambil melirik Risa.


"Ya begitulah Bu, bahkan Mbak Risanya harus di infus beberapa kali karena tak mau makan sedikitpun.." jawab Suster sambil menggelengkan keplanya.


"Dasar anak nakal, lain kali kasih tahu saya kalo dia gak mau makan." ucap Syakira sambil menarik telinga Risa pelan seolah sedanag memberikan hukuman.


Risa tersenyum simpul atas perlakuan Syakira padanya.


"Baik Bu.." jawab Suster itu juga ikut tersenyum.


"Kalau begitu saya permisi, selamat istirahat Mbak Risa.." Suster itupun keluar dari rungan Risa dan hanya meninggalkan Syakira Risa juga Rangga yang duduk di sofa panjang dekat ranjang Risa.


Hampir seharian sudah Syakira di rumah sakit, sedangkan Rangga selalu setia menemani istrinya ia sengaja menemani Syakira agar tak bertemu dengan Regar, karena jujur ia masih cemburu jika isyrinya kini bicara denfan mantan suaminya dulu.


"Kita pulang sayang!" ajak Rangga setelah ia berdiri di samping Syakira.


"Hmm."


"Tante pulang dulu ya besok tante ke sini lagi.." ucap Syakira kembali mencium kening Risa.


"Makasih tante, Om.." ucap Risa tulus bahkan matanya mulai berkaca kaca.


"Sama sama, kamu tunggu kabar dari Om dan kita akan sama sama melihat penderitaan orang itu hingga mati terasa lebih baik baginya.." ucap Rangga kembali emosi.


"Hmm.." Risa tersenyum, seperti ada semangat baru dalam dirinya setelah ia mengatakan semuanya pada Syakira dan Rangga dan itu sangat membuat hatinya lega dan lebih plong.


"Tante pulang, kamu jaga diri." Syakira dan Ranggapu keluar dari ruangan Risa dengan segala macam perasaan.


"Kasihan Risa Mas..." ucap Syakira sedih saat mereka sudah di luar gedung rumah sakit.


"Aku janji akan melakukan yang terbaik buat Risa sayang.." Rangga mengecup pipi Syakira.


Regar bisa melihat kebahagiaan Syakira juga Rangga suaminya, dan itu sangat membuat hatinya terluka bahkan air mata sudah jatuh.


"Semoga kamu selalu bahagia Sya, maaf seharusnya aku tak menyianyakan wanita sebaik kamu, mungkin yang di sana adalah aku dan bukan dia.." lirih Regar menatap ke arah Syakira dan Rangga hingga kedua insan itu meninggalkan halaman Rumah Sakit.


Lanjut up....


Masih kisahnya Risa, kita tuntasin dulu ya...


Makasih atas dukungannya, jangan sungkan sungkan buat kasih like ya.. he he he...

__ADS_1


Makasih orang baik....


🙏🙏🙏


__ADS_2