
Wulan yang sudah kembali dari Rumah Sakit hanya termenung, beberapa hari ini ia hanya mengurung diri di kamar, dan akan keluar ketika makan saja bahkan. Wulan sudah tak masuk sekolah sejak ia keluar dari Rumah Sakit.
"Wulan...." panggil Risa sedih ketika melihat sang adik yang sedang melamun di dekat taman rumah mereka. Wulan tak menjawab ia hanya menoleh sekilas ke arah Kakaknya lalu tersenyum tipis kemudian kembali mengalihkan pandangannya ke arah depan yang terdapat berbagai jenis bunga di sana.
"Kenapa? beberapa hari ini Kakak lihat Wulan gak semangat!" tanya Risa duduk di samping adiknya saat Wulan sudah menggeser pantatnya. Namun yang di tanya hanya menggeleng dan tersenyum yang di paksa.
"Wulan ke kamar dulu Kak, mau istirahat.." ujar Wulan langsung berdiri dan meninggalkan Risa sendirian di taman dengan sedih karena melihat sikap adiknya yang sudah berubah drastis sejak laki laki bernama Arka pindah dari sekolah.
"Dek, andai kamu tahu yang sebenarnya!" lirih Risa tak bisa berbuat apa apa untuk membantu adiknya yang sedang patah hati, setelah ia mengetahui yang sebenarnya dari Regar.
Sehari setelah kepulangan Wulan, Regar menceritakan semuanya pada Risa ketika ia mengatakan ingin membantu adiknya untuk bisa mencari keberadaan Arka dan menyatakan cintanya, namun Risa harus di kejutkan dengan kebenaran jika Wulan dan Arka adalah saudara se Ayah sehingga ia harus mengurungkan niatnya untuk membantu Wulan.
"Aku benci kamu Ka, mulai hari ini rasa cinta aku buat kamu akan aku ubah menjadi rasa benciku kepadamu." lirih Wulan saat sudah kembali ke dalam kamarnya, ia menangis sambil memandangi foto Arka yang sebelum ia pecahkan dan hanya meninggalkan foto itu saja.
"Aku gak akan pernah mau bertemu sama kamu lagi, gak akan pernah!" Wulan merobek foto itu dengan hati yang hancur karena Arka yang selalu menghindar dan kini pergi jauh entah kemana. Wulan tak ingin mencari, karena ia sudah terlalu kecewa dan lelah dengan sikap dingin dan acuh yang di berikan Arka padanya.
Tok tok tok...
"Non, makan siang dulu..." panggil Bi Sumi sambil mengetuk pintu kamar Wulan yang terkunci dari dalam.
__ADS_1
" Ya..." Wulan segera beranjak dari tempat menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya agar tak terlihat seperti orang yang baru menangis barulah ia keluar dan turun kebawah untuk makan siang bersama Risa juga Papah. Sejak Wulan kembali masuk Rumah Sakit lagi, ia selalu pulang untuk sekedar makan siang bersama bahkan ia sangat jarang pulang hingga larut malam karena ingin selalu memantau kondisi anaknya secara langsung, apa lagi ia tahu jika akhi akhir ini Wulan selalu murung dan lebih sering melamun sangat berbeda dengan dulu yang selalu ceria dan banyak hal yang selalu ia ceritakan...
"Wulan besok mau kembali sekolah Pah.." ujar Wulan saat mereka baru menyelesaikan makan siang. Regar dan Risa yang mendengar penuturan Wulan tersenyum bahagia karena akhirnya Wulan mau pergi sekolah lagi.
"Tentu Nak.." jawab Regar tersenyum menatap putrinya
"Kakak seneng kamu mau kembali ke sekolah sayang.." Risa mendekati adiknya dan mencium pucuk kepala Wulan dengan penuh sayang, namun Wulan hanya tersenyum tipis kemudian kembali lagi ke kamarnya dengan wajah datar yang selama beberapa hari ini ia tunjukkan.
"Wulan ke kamar, mau istirahat..." Wulan beranjak dari tempatnya dan berjalan naik ke atas menuju kamarnya. Regar dan Risa hanya bisa berharapa jika nanti Wulan bisa. kembali seperti dulu menjadi gadis yang penuh dengan keceriaan...
"Pah, sampai kapan kita harus merahasiakan hal besar ini sama Wulan?" tanya Risa. menatap kepergian adiknya
("Sehancur ini perasaan anakku di tinggalkan oleh orang yang ia cintai! mungkin dulu Syakira juga merasakan apa yang Wulan rasa dan mungkin jauh lebih sakit.")batin Regar menunduk mengingat apa yang sudah ia lakukan pada Syakira juga anak yang ada dalam kandungannya dahulu.
Menyesal, hanya itu yang bisa Regar rasakan saat ini. Bahkan Syakira sudah tak memberinya kesempatan untuk bisa memperbaiki apa yang dulu pernah ia rusak karena luka Syakira yang teramat dalam, dan kini ia baru sadar bahwa apa yang Syakira lakukan padanya waktu itu adalah hal wajar setelah pengkhianatan juga penghinaan yang ia berikan pada Syakira.
"Pah, Risa berangkat kerja dulu.." ucap Risa. Regar tersadar dari lamunan panjangnya dan tersenyum menatap pitri sulungnya yang sangat jauh berbeda dengan ibu nya Maya mantan istrinya.
"Apa Risa gak mau berhenti bekerja Nak? jika memang kamu tetap ingin bekerja, Risa bisa kerja di perusahaan Papah." ucap Regar tulus. Risa tersenyum lembut menatap ketulusan sang Papah namun ia segera menggeleng.
__ADS_1
"Gak Pah, Risa hanya ingin mandiri.." Risa mencium tangan juga pipi Regar kemudian berjalan meninggalkan Regar yang hanya diam menatap anaknya yang selalu mengatakan ingin hidup mandiri meski orang tuanya memiliki harta yang berl mpah. Sangat berbeda dengan Maya dulu yang rela mengorbankan kehormatan juga menghancurkan rumah tangga orang lain hanya demi uang dan harta.
"Bahagia selalu Nak.." lirih Regar menatap kepergian Risa dengan senyum bangga. Regarpun beranjak dari tempatnya dan menuju ke ruang kerja miliknya. Regar tak kembali ke kantor karena tak ada rapat atau hal penting yang harus ia kerjakan sehingga ia bisa mengerjakan pekerjaannya di rumah..
Regar duduk di kursi kebesarannya dan sedang memandangi sebuah foto pernikahannya bersama Syakira. Bahagia, ya saat itu mereka sangat bahagia karena mereka menikah karena saling mencintai, namun saat Regar tahu jika Syakira akan sulit memiliki anak ia menjadi acuh dan dingin terhadapnya dan sering pulang malam atau bahkan tak pulang sama sekali dan akan pulang pagi ketika akan berangkat bekerja. Syakira tak pernah mengeluh, ia begitu sabar menghadapi sikap dingin suaminya yang masih sangat ia cintai, namun ia tak tahu jika ternyata Regar sudah mempunyai wanita lain dan bahkan memiliki anak dari wanita itu meski nyatanya anak itu bukanlah anak kandung Regar. Regar begitu menyesali perbuatannya yang sangat bodoh, meninggalkan berlian hanya demi emas palsu. Jika saja ia tak melakukan kesalahan itu mungkin saja semua masalah ini tidak akan pernah ada dan dia juga Syakira bersama anak mereka bisa hidup damai dan bahagia.
"Maafkan aku yang tak bisa setia Sya, aku sungguh menyesal..." lirih Regar menatap wajah mantan istrinya yang begitu cantik saat tersenyum, dengan gaun dan hiasan di wajahnya menambah kecantikan Syakira makin terpancar.
"Aku sungguh menyesal, tak bisa kah kita kembali seperti dulu!" Regar menatap sedih foto di tangannya sesekali ia mencium wajah mantan istrinya yang kini sangat membenci dirinya. Air mata sudah jatuh dari pelupuk matanya dan menetes mengenai foto di tangannya.
"Maaf..." ujarnya lagi kemudian menyimpan foto itu di dalam laci. Hanya itu yang tersisa, saat Syakira pergi ia memang membawa semua foto pernikahan mereka juga semua berkas yang berhubungan tentang mereka semua di bawa tak ada satupun yang tersisa, namun Syakira tak tahu jika di laci tempat kerja suaminya ada satu foto yang di simpan Regar bahkan yang menyimpan pun sampai melupakannya dan ia baru menemukan foto itu ketika Maya pergi meninggalkan dirinya.
Sekarang semua berkas yang ada di Syakira juga foto pernikahannya sudah ia bakar atas permintaan Arka sendiri, semenjak Arka mengetahui jika Ayahnya memiliki anak lain selain ia dan Risa, Arka memutuskan untuk menghapus semua tentang Ayahnya yang dulu selalu ia pertahankan karena berharap jika kelak mereka bisa kembali dan berkumpul bersama. Arka sadar jika saat ini kebahagiaannya adalah hidup bersama Bunda yang selalu mencintai dirinya, dan kini ia hanya ingin melihat sang Bunda hidup bahagia...
Lanjut up...
Makasih orang baik
🙏🙏🙏
__ADS_1