
Maya sedang mengendarai mobilnya, ia baru saja pulang dari Mall dan berbelanja sepuasnya. Padahal baru 1 bulan ia menggeser kedudukan Syakira dan menyandang istri dari Regar Bramantyo pengusaha muda yang terkenal dingin, dan telah mencampakkan istrinya terdahulu yang bahkan saat itu sedang mengandung.
"Ah, senangnya akhirnya aku bisa menguasai semua milik Syakira dan aku tak perlu lagi bekerja keras." ucapnya bahagia sesekali melirik barang-barangnya di samping kemudi.
"Tapi, tunggu." ia mengambil sesuatu dari dalam tasnya dengan satu tangannya, dan tangan sebelah nya memegang kemudi.
"Sebelum Syakira dan anaknya itu kembali membawa masalah dan Mas Regar tahu jika Risa bukanlah anak kandungnya, maka aku pun harus segera mengandung darah dagingnya, jadi saat semua yang aku takutkan terjadi Mas Regar masih dalam genggamanku." ujar nya mengambil secarik kertas dan terus menatapnya hingga ia lupa jika saat ini masih mengendarai mobil. Kecelakaanpun tak bisa di hindarkan.
"Selamat siang Pak!" ucap karyawan Regar setelah mengetuk pintu dan di persilahkan masuk.
"Ya, ada apa Risma?" tanya Regar tanpa memandang lawan bicaranya karena fokus dengan pekerjaan.
"Maaf, Pak, tadi kantor polisi menghubungi dan mengatakan jika istri Bapak mengalami kecelakaan dan sekarang sudah berada di rumah sakit." jelas wanita di hadapan Regar yang bernama Risma. Sontak saja, Regar berdiri dan beberapa detik berikut nya ia sudah berlari keluar menuju mobilnya dan melajukannya dengan cepat ke rumah sakit tempat istrinya di rawat sekarang.
"Bagaimana kondisinya?" tanya Regar pada Dokter yang menangani Maya saat ia sudah tiba di depan ruang rawat Maya.
"Pak Regar..." ucap Dokter terbata, pasalnya Regar adalah pemilik Rumah Sakit tempat ia bekerja saat ini dan malangnya wanita yang baru saja ia tangani adalah istrinya.
"Mari Pak, ke ruangan saya!" ajaknya menuntun Regar menuju ruangan kerja nya.
"Bagaimana istri saya?" tanya Regar lagi setelah masuk dan duduk di hadapan sang Dokter
"Keadaan istri Anda sudah stabil, dan kemungkinan jika keadaannya terus membaik maka 3 sampai 4 hari sudah bisa pulang. Namun...." Dokter menggantung ucapannya kemudian menunduk sambil menarik nafas dalam dan mengeluarkannya perlahan.
"Namun, kami mintaa maaf Pak, karena tidak bisa menyelamatkan calon anak Anda, dan kemungkinan istri Anda tidak akan bisa mengandung akibat kecelakaan yang cukup parah di bagian perutnya." jelas Dokter, Regar termangu mendengar penjelasan Dokter di hadapannya saat ini, entahlah ingin bicara namun lidah nya pun terasa keluh. Regar beranjak dari duduknya dan keluar dari sana, namun bukan menuju ruang rawat sang istri justru ia pergi mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh membelah jalanan yang terlihat memang agak sepi. Selama satu jam Regar mengendarai mobilnya, hingga ia menghentikan kendaraannya itu di depan sebuah diskotik dan masuk ke dalam.
"Bos, sudah lama sekali Anda tidak ke sini!" ujar pemilik tempat itu menyambut Regar yang baru saja masuk. Dulu saat masih bersama dengan Syakira, Regar sering datang ke tempat ini bersama dengan Maya dan saat itu lah Maya merencanakan segalanya dan menjebak Regar hingga jatuh dalam pelukannya dan dengan tega mencampakkan mutiara seperti Syakira.
"Berikan aku minuman dan pelayan yang tercantik di tempatmu!" ujar Regar duduk di sofa tanpa memperdulikan sapaan dari pemilik tempat yang terus mengoceh.
"Ah, ok beres.." jawabnya berbisik di telinga Regar yang tanpa ekspresi.
"Kamu layani Tuan di sana, ingat jangan sampai melakukan kesalahan." ucap pemilik Diskotik itu pada pelayan yang masih cukup muda dan seperti nya masih baru bekerja di sana, sangat terlihat dari gesturnya yang terlihat tak nyaman dengan pakaian yang serba terbuka di bagian dada dan pahanya hingga memperlihatkan tubuhnya yang indah dan putih mulus.
"Ba..baik Bos." ucapnya terbata dan berlalu meninggalkan Boanya menuju meja yang di beritahukan padanya dengan membawa nampan berisi segala jenis minuman.
"Silahkan Tuan.." ucapnya saat sudah tiba di hadapan Regar dan menaruh nampan di atas meja kemudian menuangkannya ke gelas Regar.
"Kau..." ucap Regar menunjuk gadis pelayan di hadapannya agar duduk di sampingnya. Gadis itu mengikuti perintah Regar dengan takut-takut.
__ADS_1
"Berikan.." ucap Regar melirik gelas yang sudah terisi dengan minuman.
"Silahkan.." ucap Gadis di samping Regar sambil memberikan gelasnya pada Regar. Hingga tengah malam Regar masih di sana dan menikmati minuman hingga beberapa botol, saat inipun ia sudah sangat kehilangan akal dan kendali.
"Kau, antarkan Tuan ke kamar. Cepat.." perintah Bos pada Gadis yang sejak tadi melayani Regar. Dengan ragu gadis itu terpaksa mengantar Regar ke dalam kamar yang sudah di persiapkan oleh Bos nya, namun saat mereka sudah berada di dalam, tiba-tiba pintu kamar di tutup secara kasar dan di kunci dari luar membuat gadis itu kaget dan hendak berlari ke pintu. Regar yang masih setengah sadarpun menahan lengan gadis itu dan menariknya cukup kuat hingga terjatuh di atasnya.
"Syakira, kembalilah padaku...." lirih Regar memeluk gadis yang terbaring di atasnya.
"Tuan, saya bukan Syakira tolong lepaskan saya!" pinta gadis itu dan terus berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Regar, tapi kekuatannya tidak lebih kuat dari pria di bawahnya. Regar yang mendapat perlawananpun mencoba membuka matanya, ia tak begitu jelas melihat gadis di hadapannya karena yang ia bayangkan terus saja wajah Syakira. Regar membalik keadaan, kini gadis itu sudah berada di bawahnya.
"Kau, jangan pergi aku ingin anak ini!" ucapnya pelan menunjuk ke bagian perut gadis di bawahnya, namun masih bisa di dengar oleh gadis pelayan yang ia kira Syakira.
"Apa? Tuan, saya mohon lepaskan." bentak gadis itu terus berusaha meloloskan diri dari Regar.
Regar yang sudah semakin tak terkontrolpun mulai mencium gadis itu, dan malam itupun menjadi malam yang sangat menyakitkan bagi gadis pelayan tak berdosa.
Paginya, Regar terbangun dari tidur nyenyaknya setelah menodai seorang gadis lugu yang tak bisa melawan.
"Akh, kepalaku sakit sekali." ucapnya memegang kepalanya yang terasa berat.
"Apa yang terjadi semalam, aku merasa melihat Syakira." ucapnya memandang sekitar dan mendapati sebercak darah di atas kasur. Matanya membulat penuh memandangi hal di hadapannya, baru lah ia sadar jika semalam pasti ia telah memaksa seorang gadis untuk melayaninya dan parahnya gadis itu masih segel.
"Astagaaa...." ucapnya memukul kepalanya beberapa kali
"Di mana gadis yang melayaniku semalam?" tanya Regar saat mendapati Bos sedang duduk santai di kursinya.
"Ahhh, gadis itu sudah pulang sejak pagi tadi."
"Berikan alamatnya?" ucap Regar memberikan uang seratus ribuan cukup banyak, mungkin sekitar lima juta.
"Tapi maaf Tuan, aku tidak tahu gadis itu tinggal di mana, karena dia hanya datang untuk menggantikan temannya yang sedang sakit." terangnya membuat Regar makin frustasi, iapun berjalan keluar tanpa memperdulikan Bos itu yang masih mengoceh.
"Jangan lupa mampir lagi sayang..." teriak Bos pemilik tempat itu dengan gemulai dan mengambil tumpukan uang di hadapannya.
"Sial, aku harus mencari gadis itu kemana?" ucapnya memukul stir mobilnya yang tak bersalah. Regar mengendarai mobilnya menuju rumah, namun fikirannya terus saja memikirkan gadis malang yang telah ia renggut mahkotanya.
"di mana Risa?" tanya Regar pada pembantu Rumahnya.
"Ada di kamar Tuan." Jawab bibi. Regar hanya mengangguk kemudian berjalan naik ke atas menuju kamarnya. Beberapa menit berikutnya, ia keluar dengan stelan jas berwarna abu-abu.
__ADS_1
"Malam ini saya akan tidur di rumah sakit, tolong jaga Risa." ucap Regar pada pembantu sekaligus pengurus anaknya.
"Baik Tuan."
Regar segera pergi, pagi itu ia bekerja ke kantor lalu sorenya langsung ke rumah sakit untuk menemani Maya yang masih di rawat hingga beberapa hari kedepan.
"Sayang..." tangis Maya saat melihat Regar yang baru tiba dan berjalan ke arahnya
"Anak kita!" ucapnya memeluk Regar dan menangis sejadi-jadinya. (Karma dah tuh, gak bisa punya anak lagi)
"Sudah takdir." jawab Regar singkat memeluk istrinya, kemudian duduk di kursi dekat ranjang Maya.
"Makanlah.." ucap Regar hendak menyuapi Maya yang belum makan sejak pagi, karena terus meratapi anaknya.
"Aku gak lapar Mas." jawabnya menoleh ke arah lain
"Dengar, meski kita kehilangan calon bayi kita tapi kamu harus ingat masih ada Risa yang membutuhkan dan merindukan kamu di rumah." ucap Regar lembut merayu istrinya agar mau makan dan minum obat.
"Aku, bahkan gak bisa hamil lagi." ujarnya kembali menangis. Maya sangat sedih karena kehilangan calon anaknya bersama Regar suaminya, dan lagi ia tak mengetahui jika saat itu sedang mengandung.
"Sudahlah, Risa sudah cukup kita hanya perlu membesarkan dia dengan baik." jawab Regar mencoba menguatkan istrinya, walaupun sebenarnya ia juga sangat kehilangan dan bahkan sempat ingin menyalahkan Maya yang sudah ceroboh, akan tetapi setelah melihat keadaan istrinya saat ini ia menjadi simpati dan tak tega. Bahkan iapun sudah bersalah karena melakukan kebodohan lain bahkan di saat istrinya sedang dalam keadaan seperti ini.
"Makanlah.." ucap Regar lagi memandang Maya yang menatapnya dengan air mata yang masih menetes. Maya membuka mulutnya dan menerima suapan sang Suami, ia pun akhirnya makan meski hanya sedikit.
"Minum obat, setelah itu istirahat!" perintah Regar memberikan obat di tangannya ke depan bibir Maya yang langsung menerimanya.
"Mas, kamu mau pulang?" tanya Maya memandang Regar yang sudah berdiri di hadapannya.
"Aku akan jagain kamu di sini." jawab Regar tersenyum lembut.
"Makasih Mas, maaf aku gak bisa menjaga anak kita." ungkapnya sedih. Regar kembali mendekati Maya dan mencium keningnya cukup lama.
"Tidurlah.." ujar Regar menyelimuti Maya yang hanya mengangguk dan memejamkan matanya. Regar memandangi istrinya yang sudah tidur dengan sangat pulas.
"Seharusnya aku yang minta maaf sayang, karena sudah mengkhianati kamu." ucap Regar mengingat kejadian yang belum lama terjadi. Malam itu Regar tak bisa tidur karena terus memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa menemukan gadis kecil yang telah ia nodai, dan baru bisa terlelap saat jam tiga subuh.
Up lagi. Agak bingung kasih judul apa? ...
Makasih buat yang udah mampir baca,jangan lupa like dan komen yang mendukung ya biar author makin semangat...
__ADS_1
Makasih orang baik....
🙏🙏🙏