
Wulan terus menghibur Kakak nya, ia selalu berada di dekat Arka meski pria itu terus mencoba menghindari diri nya.
"Dek, kamu kenapa ngikutin Kakak terus! emang gak ada kelas hari ini?" tanya Arka agak risih
"Ada sih, tapi masih lama.." jawab Wulan tersenyum manis.
"Ya tapi gak usah gentolan terus juga dek, kan gak enak di lihat orang.." tegur Arka akhirnya sebab Wulan yang terus saja bergelantungan di lengan nya hingga banyak pasang mata yang melihat mereka berdua.
Wulan menatap sekitar nya, memang tidak semua orang tahu jika mereka adalah Kakak dan Adik karena usia mereka yang memang hanya terpaut 3 bulan saja.
Wulan kembali menatap Arka dengan senyum manis nya. "Biarin lah, lagian gue kan adek loe..." jawab Wulan semakin merangkul lengan Arka yang hanya bisa mendengus dan pasrah akan kelakukan sang adik besar.
"Terserah lah.." ucap Arka dan mereka pun berjalan bersamaan menuju kantin terlebih dahulu.
Cukup lama kedua nya berada di sana, dan tak berapa lama Farry datang dengan gaya sombong nya mendekati Kakak beradik yang sedang menikmati waktu bersama mereka
"Hei, Wulan kan!" sapa Farry langsung duduk di sebelah Wulan tanpa permisi terlebih dahulu.
Arka dan Wulan menoleh ke arah nya bersamaan, dan jelas jika mereka merasa terganggu akan kehadiran Farry.
"Ya..." jawab Wulan dan kembali berbincang bersama Kakak nya tanpa menghiraukan orang yang duduk di samping nya kini.
Farry terlihat kesal, ia menatap Arka tak suka dan kebetulan nya ia tidak tahu jika Arka adalah Kakak dari wanita yang ingin ia dekati.
"Pergi loe.." usir Farry menatap tajam pada Arka.
Wulan sontak menoleh ke arah pria di samping nya yang sudah berani mengusir Kakak nya bahkan di hadapan diri nya langsung.
"Siapa loe main ngusir orang aja!" sungut Wulan tak suka.
"Ah, gue Farry mahasiswa baru di sini.." jawab Farry mengulurkan tangan nya namun sayang Wulan sama sekali tak tertarik untuk menerima uluran tangan diri nya dan ia pun menarik nya kembali.
"Sorry, tapi gue gak minat buat kenal sama loe..." ucap Wulan tersenyum. miring lalu berpindah duduk ke samping Arka yang tetap tenang dengan gaya cool nya.
"Loe, pergi gak sekarang!" ujar Farry lagi semakin berani mengusir Arka karena rasa kesal nya.
"Loe-" Wulan tak melanjutkan ucapan nya saat Arka menarik pergelangan tangan nya dengan lembit dan menyuruh nya untuk kembali duduk di samping nya.
__ADS_1
Arka sedikit mengangkat kepala nya dan menatap pria di hadapan nya. "Sorry, tapi aku gak akan pergi jadi sebaiknya kamu saja yang pergi!" jawab Arka dengan senyum tipis.
"Sialan loe..." bentak Farry hendak meraih kerah baju Arka namun tak samapi karena Arka lebih dulu memundurkan tubuhnya.
Dengan begitu tenang Arka kembali mengangkat kepala nya dan kini mata kedua nya saling bertatapan, sama sekali tak ada rasa kebencian di mata Arka namun tidak dengan Farry karena pria itu ada orang yang pendendam.
"Sial.." Farry semakin kesal, ia mengepalkan kedua tangan nya dengan erat.
"Apa kita punya masalah?" tanya Arka masih tetap duduk di tempar nya dengan menopang kedua tangan nya di depan dada sambil bersandar.
"Ya, sejak loe deketin cewek yang gue suka jadi sejak itu loe bermasalah sama gue.." jawab Farry lantang dan sedikit membentak.
Arka mengerutkan kening nya mendengar jawaban Farry. "Siapa?" tanya Arka dengan wajah polos
"Loe udah berani deketin Wulan, itu artinya loe berurusan sama gue karena Wulan milik gue paham loe..." ucap Farry dengan wajah memerah menahan amarah.
Arka sejenak tertegun mendengar jawaban Farry lagi, jadi pria di hadapan nya ini mengira jika ia menyukai Wulan yang jelas jelas adik nya sendiri.
Arka tertawa kecil, ia sudah paham sekarang mengapa Farry tak menyukai diri nya karena ia begitu dekat dengan Wulan.
"Kamu kenal dia dek?" tanya Arka menoleh ke arah Wulan yang juga menahan kesal.
Farry terdiam sejenak mencerna panggilan antara dua orang di hadapan nya.
"Maaf tapi adik aku sama sekali gak kenal sama kamu, jadi tolong jangan ganggu dia.." ucap Arka kembali menatap Farry.
"Ah, ya satu lagi, Wulan sudah tunangan dan kebetulan tunangan nya sahabat baik Kakak nya ini jadi kesempatan anda udah gak ada.." lanjut Arka tanpa memberikan kesempatan bagi Farry bicara.
Arka segera membawa adik nya menjauh dari sana, ia terus menggenggam erat tangan Wulan dan mengantarkan nya ke dalam kelas di mana Habibi juga Fatimah sahabat Wulan sudah berada di sana dan ya tentu saja Safira pun berada di kelas yang sama dengan mereka.
"Jauhi pria tadi, Kakak gak suka kamu berteman sama pria seperti itu.." ucap Arka tegas. Wulan hanya mengangguk setuju. kemudian ia masuk ke dalam kelas nya memghampiri Fatimah.
Habibi menghampiri Arka yang masih berdiro di ambang pintu seolah jika ia memang sedang menunggu kedatangan Habibi ke arah nya.
"Kenapa Ka?" tanya Habibi menepuk pelan pundak sahabat nya itu.
"Jaga adek ku dengan baik selama aku gak bersama nya Bi, aku serahin dia ke kamu..." ujar Arka tanpa membalas tatapan Habibi dan masih menatap ke arah adik nya yang sedang bercengkrama bersma Fatimah dan tersenyum bersama.
__ADS_1
"Pasti.." jawab Habibi ikut menatap Wulan dan tersenyum melihat kebahagiaan gadis yang ia cintai.
"Thank's, aku percaya sama kamu..." ucap Arka menepuk pundak Habibi dan mereka saling bertatapan sejenak dan di akhiri oleh Arka yang pergi begitu saja meninggalkan nya di depan pintu kelas.
"Ya elah nih orang maen pergi aja gak pamit pamit..." rutuk Habibi menatap. kepergian Arka yang semakin menjauh lalu menghilang di balik tembok besar.
Habibi kembali masuk ke kelas menghampiri Wulan dan Fatimah untuk bergabung.
Di kantin, Farry masih merasa kesal dan dada nya naik turun menahan amarah yang membuncah. "Sial, gue pasti bakalan dapetin Wulan.." gumam Farry memukul meja di hadapan nya cukup keras.
Kana yang juga berada di sana sejak perdebatan antara Farry, Arka juga Wulan akhir nya keluar dan menghampiri Farry.
"Loe udah gak ada kesempatan bro, karena loe menyinggung orang yang salah.." ujar Kana tepat di belakang Kakak nya.
Farry sontak menoleh dan ia semakin kesal saat melihat wajah sang adik yang selalu saja menghalangi jalan nya.
"Maksud loe!" tanya Farry
Kana tersenyum miring dengan kedua tangan terlipat di depan dada. "Cowok tadi nama nya Arka, Mahasiswa jenius di kampus ini dan sial nya buat loe karena dia Kakak dari cewek yang mau loe deketin Wulan..." jawab Kana dengan wajah meledek.
"Sial, jadi cowok itu Kakak nya Wulan..." gumam Farry semakin kesal, ia memukul angin di depan nya dan hampir mengenai Kana jika saja gadis itu tak segera mundur.
"Wooohhhh, hati hati Kak itu bahaya! gimana kalo kena muka aku yang cantik ini! bisa bisa Kak Farry bakal kena hukuman lagi sama Mommy and Daddy.." ucap Kana mengelus pipi nya yang mulus dengan wajah di buat buat sedih namun bibir nya memperlihatkan senyuman tipis.
"Sialan loe, gue pasti dapetin apa yang gue mau dan loe, loe gak akan bisa ngalangin gue. Paham..." ucap Farry menunjuk Kana dengan tulunjuk nya
Kana tak bergeming, ia hanya menganggukkan kepala dengan wajah di buat takut namun senyuman tipis tetap terukir di bibir nya.
Farry pergi dari sana dengan rasa kesal yang mendalam juga kenyataan jika ia sudah menyinggung orang yang salah, dan pasti nya akan membuat rencana nya lebih rumit nanti.
Kana berbalik, ia menatap punggung Kakak nya yang sudah menajauh dari tempat nya berdiri. Tak ada lagi wajah kebencian di sana melainkan wajah sedih karena sudah cukup lama diri nya juga Kakak nya Farry tak lagi saling akur dan saling menyayngi seperti sebelum nya.
"Andai loe masih tetep jadi Kakak gue yang dulu, gue pasti akan dukung loe Kak, tapi kali ini gue gak akan biarin loe nyakitin orang orang yang gue sayangi dan gue gak akan tinggal diam." gumam Kana, mata nya mulai berembun namun dengan sekuat tenaga ia tahan agar tak sampai jatuh.
Kana pun beranjak dari sana dan menuju kelas nya karena jam mata kuliah hari ini akan segera di mulai.
Lanjut up...
__ADS_1
Makasih....
😊🙏🙏