
"Mas.." Syakira menghampiri Rangga yang menjemputnya di parkiran
"Udah selesai sayang?" tanya Rangga tersenyum lembut pada istrinya tak lupa ia mencium kening sang istri dan Syakira yang mencium punggung tangan sang suami tercinta
"Hmm." Rangga dan Syakira segera kembali ke rumah, karena sudah lebih sebulan ini mereka tinggal di kediaman Regar dan Maira.
"Mas..." panggil Syakira lirih wajahnya tertunduk menatap kedua pahanya
"Hmm, kenapa sayang?" tanya Rangga yang nelirik sekilas ke arah Syakira
"Aku mau cerita sesuatu, tapi nanti aja deh pas di rumah.." ujar Syakira masih dengan tundukkan nya
"Ya udah, di rumah aja." Rangga tersenyum
Hari kian sore, Rangga dan Syakirapun sudqh sampai di rumah dan di sambut oleh Arka yang menunggu di depan rumah.
"Pah Bun, tumben sore banget pulangnya?" Arka berjalan mendekati sang Bunda dan Papah sambungnya, ia mencium punggung tangan kedua orang tua yang sangat ia sayangi
"Iya Nak, di Cafe lagi bnyak kerjaan kan udqh beberapa hari Bunda sama Tante Rani tinggal." jawab Syakira, Arka hanya mengangguk mengerti tak lupa senyum tampannya
"Arka udah masak tadi buat makan malam." ujar Arka saat mereka mulai memasuki rumah besar milik Rangga
"Wah anak Papah memang paling the best.." ucap Rangga mengusap kepala putranya dengan sayang
"Iya dong.." jawab Arka. Mereka bertiga tertawa bersama layaknya keluarga kecil yang bahagia. Ya emang keluarga bahagia sih ya gak!
Syakira dan Rangga langsung ke kamar sedangkan Arka duduk di ruang tamu sambil menonton tv menunggu maghrib tiba.
"Sayang.." panggil Rangga saat melihat istrinya yang terlihat melamun di atas kasur. Rangga baru keluar dari kamar mandi ia segera memakai baju dan mulai mendekati sang istri yang belum merespon panggilannya
"Sayang, kenapa?" tanya Rangga lembut membelai punggung sang istri yabg terkejut karena kehadirannya
"Eh, Mas maaf aku gak denger." ujar Syakira
"Kenapa! dari tadi kok ngelamun aja?" tanya Rangga lagi menatap sang isyri yang kembali nampak murung
"Mas Regar Mas.." ujar Syakira menatap Rangga yang kini mengerutkan dahi nya
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Rangga
"Dia mau ketemu Arka, tapi aku bingung harus bilang apa ke Arka.." jawab Syakira yang di lema
"Nanti habis makan malam kita bicarakan sama Arka ya sayang, nanti Mas bantu." ucap Rangga tersenyum menatap sang istri yang juga tersenyum. Syakira selalu merasa lega dan tenang saat ia mendengar ucapan sang suami yang selalu memberikannya solusi ataupun kekuatan dari kata katanya.
"Makasih Mas." ucap Syakira memeluk sang suami yang membalas pelukannya namun Rangga mulai mengecup kepalan serta seluruh tubuh Syakira hingga membuat wanita itu geli karen ulahnya.
"Aduh, Mas geli ah.." racau Syakira hendak menjauhkan dirinya dari Rangga namun tangan kekar sang suami sangat erat memeluk pinggang sang istri.
"Ini bayaran yang harus kamu bayar kalo nyebut nama mantan kamu di depan Mas." ujar Rangga tersenyum puas melihat sang istri malah cemberut.
"Mas mah curang ah.." Syakira semakin merajuk, ia menjauhkan diri dari Rangga namun lagi lagi pinggang rampingnya di tarik oleh Rangga cukup kuat hingga dirinya kembali dalam pelukan sang suami
"Mas sangat sangat mencintai kamu sayang.." ujar Rangga kembali mencium pucuk kepala sang istri yang begitu ia cintai
"Aku juga Mas, sangat sangat mencintai kamu.." jawab Syakira semakin mengeratkan pelukannya.
Lama mereka dengan posisi itu hingga Adzan Maghrib berkumandang membuyarkan keromantisan kedua insan yang saling berpelukan.
"Sholat dulu Mas.." ujar Syakira yang masih dalam pelukan sang suami
"Mas, udah Sholat dulu nanti lewat Maghribnya.." ulang Syakira, Ranggapun membuka matanya dan mulai merenggangkan pelukannya
"Nanti malam Mas mintak jatah ya!" ujar Rangga tersenyum menggoda membuat Syakira malu bahkan wajahnya memerah bak tomat busuk. eh matang..
"Hmmm." Syakira berdehem dan malah menyembunyikan wajahnya di balik dada bidang sang suami
"Loh katanya mau Sholat kok peluk Mas lagi sayang." ujar Rangga nadanya semakin menggoda Syakira yang salah tingkah sendiri, layaknya gadis muda yang sedang di gombali sang pacar
"Eh, iya Sholat Mas.." ucap Syakira segera melepas peluknnya dan berlari masuk ke dalam kamar mandi, Rangga hanya tersenyym melihat tingkah sang istri yang masih malu malu saat ia goda padahal pernikahan mereka sudah terbilang lumayan lm lah ya.
"Udah Mas, sana ambil wudhu aku tunggu." ujar Syakira yang baru keluar dari kamar mandi dqn segera memakai mukenahnya juga mempersiapkan tempat untuk mereka menjalankan ibadah berjamaah. Ranggapun masuk ke kamar mandi dan kembali keluar setelah mengambil wudhu dan memakai sarung serta peci yang sudqh Syakira siapkan.
Rangga dan Syakira sedang menjalankan ibadahnya sebagai umat muslim, begitupun Arka ia juga baru selesai dengan Sholat Maghribnya dan segera turun ke bawah untuk makan malam, namun saat turun ia belum melihat kedua orang tuanya di meja makan jadi Arka memutuskan menunggu mereka di ruang tamu sambil menonton tv lagi.
"Arka..." panggil Syakira yang baru turun dari lantai atas
__ADS_1
"Eh, Bunda Papah udah selesai ya.." ucap Arka segera bangkit dari tempatnya dan berjalan mendekati orang tuannya
"Nanti habis makan malam, Bunda sama Papah mau bicara sama Arka." ujar Syakira.
"Bicara apa Bun?" tanya Arka menatap sang Bunda yang malah tersenyum
"Nanti aja habis makan malam Nak, Papah udah laper ini.." Rangga yang menjawab. Arka hanya mengangguk setuju kemudian mereka bertiga berjalan menuju meja makan dan mulai makan malam bersama dengan tenang dan tanpa suara hingga selesai.
Kini ketiga orang itu sedang duduk berhadapan di ruang tamu, Syakira nampak gelisah saat akan mengatakannya pada Arka. Rangga yang mengerti perasaan sang istri mulai membuka suara.
"Arka, Papah mau tanya sesuatu boleh Nak?" tanya Rangga menatap Arka lembut dengan senyumnnya
"Ya, bolehlah Pah." jawab Arka mulai merasa aneh dengan sikap kedua orang tuannya
"Arka belum mau ketemu Ayah Arka Nak?" pertanyaan Rangga membuat Arka bungkam, ia nampak berfikir sejenak hendak mencari jawaban untuk ia berikan pada Rangga dan Syakira yang sedang menunggunya. Bahkan ia juga mencari jawaban baginya sendiri.
"Entahlah Pah, tapi mungkin Arka akan menemui Ayah jika memang harus." jawab Arka nada suaranya terdengar bergetar namun wajahnya terlihat datar.
"Arka, walau bagaimanapun Ayah Regar adalah Ayah Arka Nak.." Rangga berpindah duduk ke samoing Arka yang matanya mengikuti pergerakan sang Papah
"Arka harus bisa menerima takdir yang sudah Allah tetapkan buat Arka dengan ikhlas." lanjut Rangga memandang wajah tampan sang putra yang sangat mirip Ayah biologisnya
"Ya, Arka mengerti." jawab Arka mengalihkan pandangannya ke arah Syakira yang sejak tadi hanya diam dan menatap sang putra dengan mata berkaca kaca
"Bun, Arka mau bertemu dengan Ayah, tapi hanya Ayah.." jelas Arka, ia yakin jika mereka bertemu otomatis Wulan adiknya juga akan bertemu dengannya dan Arka masih belum bisa bertemu lagi dengan adiknya yang dulu sangat mencintainya dan kini cinta itu telah berubah menjadi kebencian.
Syakira mengerti maksud Arka dan ia hanya mengangguk setuju. Rangga mengusap kepala Arka dengan sayang, ia juga mencium pucuk kepalanya membuat Arka merasakan kenyamanan atas perlakuan sang Papah sambung.
"Papah bangga sama Arka Nak." ujar Rangga tersenyum. Arka dan Syakira merasa tersentuh dan memeluk Rangga yang kini berada di tengah tengah antara istri dan anaknya.
Lanjut up Kak.
Kasih judul apa ya?
Bingung Author!
Maaf ya kalo judulnya kurang pas di kalian. 😀
__ADS_1
Tapi makasih orang baik
😊🙏🙏🙏