
Syakira masih berdiri memandang wajah pria di hadapannya dengan nafas yang mulai sengal, ia berusaha untuk terlihat biasa meski awalnya sangat tampak di mata pria itu jika ia sangat terkejut saat melihatnya.
"M....mas..." ucap Syakira terbata, namun tetap berusaha agar terlihat biasa.
"Syakira..." panggilnya lagi berjalan semakin memdekati Syakira yang mulai lemas dan wajahnya yang agak pucat..
"Berhenti...." teriak Syakira saat melihat pria di hadapannya yang semakin mendekati dirinya. Pria itupun menghentikan langkahnya, ia menatap wanita yang begitu di rindukan dengan sendu.
"Sya, maafkan aku..." pinta nya menatap lekat wajah wanita yang kini sudah pucat dan terlihat ketakutan saat melihatnya, namun ia justru kembali berjalan hendak mendekati Syakira.
"Stop, berhenti di situ." bentak Syakira memejamkan matanya.
"Apa yang kamu mau?" tanya Syakira menatap tajam ke arah pria di hadapannya
"Aku, aku hanya ingin minta maaf.." jawab nya dengan nada sedih.
"Aku sudah memaafkan, lalu apa?" jawaban juga pertanyaan Syakira berikan.
"Aku, aku ingin kita seperti dulu!" pinta nya tanpa rasa malu.
"Hah, seperti dulu!" ucap Syakira tersenyum sinis.
"Aku gak akan pernah kembali sama kamu, dan ingat aku sudah bahagia dengan hidupku saat ini, jadi aku harap kamu bisa pergi dan menjauh dariku..." jelas Syakira, ia mengatakan isi hatinya dengan tegas bahkan kini tatapannya tak lagi takut tapi lebih berani. Pria di hadapannya hanya menunduk merenungi setiap perkataan Syakira.
"Sya, anak kita! aku tahu dia butuh Ayah di sampingnya!" mendengar anaknya di sebut, membuat hati Syakira kembali sakit dan emosi.
"Cukup, jangan pernah kamu bawak anankku karena diapun sudah bahagia bersamaku meski tanpa kamu Ayahnya." jawab Syakira hendak membuka mobilnya namun ia tahan dan kembali menatap pria yang masih berdiri di tempatnya.
"Mas Regar..." panggil Syakira. Pria bernama Regar yang ternyata mantan suaminya itupun mengangkat kepalanya dan menatap lekat wajah Syakira yang menurutnya tak pernah berubah meski usia yang semakin matang.
"Jangan coba coba mengganggu aku atau anakku, dan sampai kamu menemui dan menyakiti perasaannya, aku gak akan pernah memaafkan kamu." ancam Syakira membuat senyum di wajah Regar mantan suaminya pudar seketika, sebelumnya ia fikir Syakira memanggilnya untuk memberikan kesempatan tapi justru hal yang berbeda yang ia katakan.
"Cukup aku yang kamu sakiti, jangan anakku.." lanjut Syakira mencoba menahan segala gejolak dalam hatinya.
"Sya..." panggil Regar menahan lengan Syakira cukup kuat saat ia hendak masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Mas, lepas..." ucap Syakira masih lembut
"Sya, aku mohon biarkan aku bertemu anakku.." ucap Regar tak menyadari jika ia sudah menyakiti Syakira dengan genggaman tangannya yang kuat.
"Lepas, aku mau pulang.." Syakira tak menjawab Regar dan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Regar.
"Sya, tolong jangan egois.." ungkapnya, membuat Syakira menatap tajam ke arah Regar
"Aku egois, spertinya kamu keliru. Bukan aku tapi kamu yang terlalu egois dan gak pernah memikirkan perasaan orang lain." ucap Syakira tersenyum sinis.
"Bahkan dulu saat kamu tahu aku hamil, kamu sama sekali gak berniat buat ngejar aku dan memeprtahankan kami Mas.." lanjut Syakira masih menatap Regar yang kembali menundukkan wajahnya namun tangannya tetap menggenggam erat tangan Syakira.
"Sekarang lepasin tanganku." ucap Syakira menghentakkan tangan Regar, namun tetap saja tak bisa lepas membuat Syakira kesal.
"Lepas Mas..." bentak Syakira lagi, ia terus saja menghentak hentakkan tangannya agar terlepas dari genggaman Regar namun kekuatannya tak sebanding dengan mantan suaminya itu.
Beberapa detik berlalu, tiba tiba dari arah samping mereka ada tangan lain yang menghentakkan tangan Regar hingga genggaman tangannya pada Syakira terlepas.
"Jangan coba coba menyakiti Syakira." ucap pria itu. Syakira dan Regar menoleh ke arahnya.
"Rangga...." ujar Syakira kaget melihat Rangga yang datang.
"Kamu gak papa?" tanya Rangga pada Syakira dan melihat pergelangan tangannya yang agak merah. Melihat itu, Rangga menjadi emosi namun sebisa mungkin tetap ia tahan.
"Minggir, jangan ikut campur.." ucap Regar mendorong Rangga dari samping Syakira yang hanya diam, tapi Rangga menarik tangan Regar dan mendorongnya hingga mundur beberapa lngkah sedikit menjauh dari Syakira. Regar memicingkan sebelah alisnya mendapati perlakuan dari pria di hadapannya.
"Siapa kamu! Siapa dia Sya?" tanya Regar menatap Syakira yang tak bisa berkata.
"Aku, aku calon suami Syakira." jawab Rangga dengan lantang dan senyuman saat menatap Syakira yang juga menatap ke arahnya tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, akan tetapi Syakira tak menolak karena ia paham jika Rangga mengatakan hal itu hanya untyk membuat mantan suaminya pergi dari sana.
"Apa! gak. mungkin kan Sya?" tnya Regar tak percaya, ia kembali menatap Syakira yang sama sekali tak merespon pertanyaannya.
"Sekarang Anda bisa pergi dari sini, dan ya jangan pernah mengganggu calon istriku, jika tidak...." Rangga menggantung ucapannya dan kembali menatap tangan Syakira.
"Aku pasti akan menghancurkanmu.." ancamnya menatap tajam ke arah Regar yang tersenyum sinis mendengar ancaman dari pria di hadapannya yang mengaku sebagai calon suami mantan istrinya itu.
__ADS_1
"Anda mengancam saya?" tanya Regar dengan senyum meremehkan sambil maju beberapa langkah dan berdiri tepat di hadapan Rangga yang tetap tenang berdiri di sebelah Syakira
"Tidak, tapi jika Anda masih mengganggu Syakira tentu itu akan menjadi ancaman bagi Anda.." ucapnya tegas, membuat Regar terdiam.
"Aku antar kamu pulang..." ujar Rangga pada Syakira yang sejak tadi hanya diam mematung.
"Tapi.." Syakira menatap mobilnya..
"Nanti biar supirku yang bawa.." jawab Rangga, ia segera menggandenga tangan Syakira tepat di bagian lengannya karena ia tahu jika Syakira pasti tak ingin bersentuhan secara langsung dengan pria asing. Syakira hanya patuh dan mengikuti langkah Rangga, namun baru beberapa langkah lagi mereka sampai di mobil Rangga tangan sebelah Syakira kembali di genggam oleh Regar membiat langkah mereka terhenti.
"Mas...." ucap Syakira menahan sakit di lengannya yang di genggam Regar.
"Biarkan aku bertemu anak kita!" ucap Regar memelas.
"Dia anakku, dan sejak kamu mengabaikannya dia bukan lagi anakmu.." ucap Syakira kembali menghentakan tangan Regar dengan keras hingga terlepas.
"Sya..." panggil Regar hendak mengejar Syakira yang sudah masuk ke dalam mobil setelah Rangga membukakan pintu mobilnya untuk Syakira.
"Jangan pernah ganggu calon istri juga calon anakku. Paham..." ujar Rangga tegas, kemudian iapun masuk ke dalam mobil dan segera melajukannya menuju jalanan yng makin ramai.
"Syakiraaaa, biarkan aku bertemu anak kita..." teriaknya ke arah mobil yang di naiki Syakira meskipun ia tahu wanita di dalam sana pasti tak akan mendengar teriakannya. Regar kembali ke. mobilnya dengan gontay, ia menangis dan meratapi nasibnya yang pasti akan sangat sulit untuk bisa bertemu dengan anak yang ia bahkan tak tahu apakah laki laki ataukah perempuan.
"Akhh,, sial sial sial...." teriaknya sambil memukuli kemudi mobilnya. Setelah puas meluapkan segala amarahnya, Regar melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju rumah.
Dari kejauhan, Risa yang tak sengaja melihat Papah juga Syakira sejak awal hanya bisa menangis. Tak menyangka jika ternyata Bosnya Syakira adalah wanita yang sama dengan Syakira yang pernah Mamah juga Papahnya sakiti dahulu, dan apa ini, Papahnya kembali datang hanya untuk bertemu dengan anaknya tanpa perduli dengan perasaan Syakira.
"Pah, kenapa Papah melakukan ini!" batin Risa tak menyangka dengan sikap Regar terhadap Syakira.
"Seharusnya Papah meminta maaf dengan tulus, tapi...." Risa menggantung ucapannya dan menangis dalam diam smbil menutup mulutnya dengan tangan.
"Risa kecewa Pah, kecewa..." lirihnya, dan berjalan meninggalkan tempat persembunyiannya sejak tadi dan pulang ke apartemennya.
Lanjut up....
Makasih yang udah mampir baca ya, jangan lupa like dan komen yang mendukung ya, biar Author juga makin semangat...
__ADS_1
Makasih orang baik....
🙏🙏🙏