
***
Ini sungguh di luar rencana...
Aku tak pernah merencanakan ini semua. Alden? Kau? Sebegitu melindungi Hak ku?
Batin Reva, ia tak bisa bohong. Senyuman bahagia terbit di wajah cantik nya.
"Raja Alden, mohon anda pikirkan lagi. Mengangkat Ratu dengan kekuasaan yan sama dengan Raja. Bukan kah itu cukup aneh? " Timpal penasihat Raja. Sangat merepotkan jika Reva akan memiliki kekuasaan yang sama seperti Raja.
"Alden! Pikirkan lagi!"
Wah wah... Luar biasa, Ternyata Alden lumayan. Dia meminta mu memiliki Hak yang sama dengan nya.
Suara itu tiba - tiba muncul di kepala Reva.
Dewi Kegelapan?
Tanya Reva tanpa mengeluarkan suara apapun.
Yah ini aku. Aku harus mengawasi Alden dan dirimu kan? Oh yah, meski pangkatmu tinggi. Tapi, tetap saja dia memiliki Selir. kita tidak akan tau hal selanjutnya, kan?
Lanjutnya.
Reva hanya tersenyum menang.
Tenang saja. Alden suamiku, dia berbeda.
"Alden! Pikirkan lagi! " Titah Raja terdahulu.
__ADS_1
"Titah ku sudah jatuh. Tak bisa di tolak. Baiklah, Ayo Aku akan mengantar Ayah keluar. "
Banyak suara desisan kesal dari mereka. Khusus nya perdana Mentri, Jendral Utama, dan Penasihat Raja. Mereka tentu kesal, karna anak - anak mereka adalah calon selirnya.
Akhirnya mereka mengiringi kepergian Raja dan rombongan nya.
"Reva... Ibu berharap kau bahagia. " Bisik Ratu saat ia memeluk Reva.
"Terima Kasih Ibunda... " Sahut Reva mengeratkan pelukannya.
Wah, dia Ratu yang hampir membuat perjanjian dengan ku. Sayang sekali, waktu itu gagal.
Reva memilih mengabaikan suara Dewi kegelapan yang menggema di kepalanya.
"Alden, berhubungan baik lah dengan selirmu, dan miliki Anak. " pesan Raja saat ia memeluk putranya.
"Wah, Jika ini tempat sepi. Aku sudah memberimu pelajaran. Berhenti membahas soal Selir! Itu Menjijikan!" Wrgh, Entah lah. Alden merasa begitu jijik dengan para wanita yang saat ini berpangkat selirnya.
***
"Napas dulu. Kalau tidak, Kakak ku Reyza akan marah nanti. " Kata Reva santai. Yang saat ini, rambutnya tengah di perbaiki Aila.
"Aku setuju Nona. Anda tau, Tuan Reyza dan Seira sering saling mengirim surat. " lapor Aila ikut menanaskan suasana. Yah, Aila itu kan mata - mata. Dia sering memantau keadaan sekitar.
"Diam lah Aila. Jangan kau pikir aku tak tahu hubungan mu dengan kak Ryuza. Ayolah~ aku tau kalian sudah dekat semenjak menerobos Kastil Bangsa Rambell waktu itu. "
"Nona!! " Protes keduanya terdengar menggemaskan.
"Sudah lah. Ayo, kita lihat apa yang Alden lakukan. Seperti nya ini semakin menarik. Ukhh, sangat mendebarkan. " Reva melenggang berjalan pergi, di ikuti kedua pelayan setianya.
__ADS_1
Heiii Nak, mungkinkah Dia sedang membagi jadwal malam dengan mereka. haha! bersiap lah menjadi wanita yang terbuang. tapi, jangan khawatir. Aku adalah Tempat mu untuk pulang.
Lagi? Ayolah kalian pastinya tau suara siapa itu.
Wah? Mendebarkan bukan?
Sahut Reva enteng.
***
"Kalian Tau kenapa Aku menerima kalian menjadi selir? " Tanya Alden, yang saat ini sudah memiliki Mahkota indah di atas kepalanya. Duduk manis, dengan kedua pelayannya ada di belakangnya. Devan dan Ferry, tentunya.
"Selir Mira menjawab. Untuk melayani yang mulia Raja. " Sahutnya, yah dia putri Jendral Utama.
"Ada lagi? " tanya Alden lagi.
"Selir Fina menjawab. Untuk mengabdikan diri pada yang mulia, dan Memperluas Kekuasaan Anda. " sahutnya, putri Penasihat. Agak bijak bukan?
"Semua jawaban salah! Kalian menjadi selir bukan untuk melayani ku! Atau memperluas kekuasaan ku! Aku menjadikan kalian selir! Hanya karna satu Alasan. Yah, permaisuri ku! Aku ingin menjadikan kalian selir, untuk melayani Ratu ku! " terang Alden enteng.
"Apa maksud anda Yang Mulia Raja? " tanya Yuna, anaknya Perdana Menteri.
"Kalian memang payah dan bodoh! Hal itu saja tak mengerti! Kalian di jadikan selir untuk melayani Ratu ku! Apapun yang dia inginkan, harus kalian kabulkan! Jangan pernah membicarakan nya di belakang! Dan yah, Jangan pernah mencariku, atau mengharapkan ku menemui Kalian. Dan dengar sekali lagi! Jangan Ganggu Ratu ku! Layani dia! Dan yah, tetap berdiri di sini selama Dua jam! " Tukas Alden. Ia bengkit berdiri melenggang begitu saja. Meninggalkan selir tingkat Atas dengan tubuh bergetar menahan Amarah.
Tak ada yang berani bersuara. Menyadari mereka masih di kelilingi Pasukan Alden. Menjalani pasrah titah Alden. Berdiri Dua jam. Apa salah mereka?
"Nona, Seira pikir Para Selir ini akan menjadi Ancaman untuk posisi Anda. " Gumam Seira. Yah, ternyata Reva dan Dua pelayannya sedang menguping titahnya Alden.
"Ya Ampun. Pangeran Alden luar biasa. Kesetiaan nya harus di acungi Empat buah Jempol. " Timpal Aila. Ini kali pertama nya melihat pria se setia ini.
__ADS_1
"Kalian tenang saja, Kedua kakak ku itu luar biasa. Mereka tampan dan keren. Mereka juga setia. Jadi, Calon kakak iparku, Jangan khawatir ~" Ledek Reva melenggang pergi begitu saja.
***