Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
26. Sial!


__ADS_3

***


"Iyah! Raja disini dan menghabiskan malamnya dengan Anak ku. Bersiaplah! Haha! "


"Benarkah apa yang jendral katakan? Arhh~ Jendral Utama bisa saja bercanda. Kemarin malam Alden menghabiskan waktu dengan ku.  Bagaimana mungkin dia di sini? " Sambar Perempuan itu,  seketika semuanya minggir dan tertunduk di hadapan perempuan cantik itu.


"Yang Mulia Ratu! " Ujar semua orang,  masih tertunduk sopan, termasuk jendral Utama.


"Yang Mulia Ratu? Ada apa kesini? " tanya Jendral.


"Tentu saja untuk menjemput selir Mira. Dia melanggar peraturan. Dia keluar dari Mansion selir tanpa Izin dari ku. "


"Tapi, Anak ku sedang tidur bersama Raja. Anda bisa dimarahi oleh Raja nantinya, kalau sampai anda mengganggunya. "


"Sudah lah. Anda tua, enggak akan mengerti. Cari dan geledah. Bawa selir Mira kehadapan ku! " titah Reva. Seketika mereka semua langsung bergerak mencari keberadaan Mira.


Mampuslah kau Ratu sialan! Lihat bagaimana Raja akan menghukum mu! Saat kau berani Mengganggu tidurnya.


Batin Jendral, utama. Ia mulai tersenyum mengerikan.


"Yang Mulia Ratu! Selir ditemukan dikamarnya! Bersama dengan Jendral Yasha dalam keadaan yang tidak wajar! Sepertinya kemarin malam mereka menghabiskan malam bersama!! " lapor kepala pelayan itu segera.

__ADS_1


"Seret mereka berdua! Bawa ke aula Istana! Lihat bagaimana Raja akan menghukum mereka. Dan Jendral Utama harus di tahan! Beraninya dia! Ini penghinaan untuk Raja! " Sarkas Reva, ia berbalik dan berjalan ke arah keretanya.


"Nona sangat Luar biasa! " bisik Aila kagum.


"hem... Meski berpindah tempat. Aku tetaplah aku. Meski kehilangan kekuatan. Aku tetaplah Tya Reva Atmaja! "


Bagaimana mungkin? Ini bisa terjadi? Aku yakin! Jelas - jelas Raja lah yang datang? Tch... Sial!! Aku telah di tipu! Raja kurang ajar! Beraninya kamu! Aku akan membunuh kalian!


Batin Jendral utama. Dia sudah mulai geram. Hatinya panas. Ia sudah di tipu mentah - mentah.


***


"Apa yang ingin kalian katakan? Ini pengkhianatan? " Interogasi Raja langsung. Menatap intens Selir Mira dan Yasha yang sudah berlutut di hadapan nya.


"Yang mulia Raja ini salah Jendral Yasha! Dia yang bersalah! Beraninya dia menodai selir anda! Dia harus di hukum mati!! " Bantah Jendral Utama.


"Tidak! Itu tidak benar Yang Mulia! Saya di fitnah! Yang Mulia! Selir Mira lah yang menggoda saya! Dia meletakkan obat perangsang di makanan Saya!! " sanggah Yasha tak ingin kalah. Meski ia sangat menikmati waktu kemarin malam. Namun, ia juga tak ingin berakhir di dalam penjara.


"Kau yang memaksaku! Kau bohong! Dia mengancamku yang mulia! Dia bilang! Jika aku tak melayaninya maka dia akan membunuh ku! " Timpal Mira membela diri.


" Diam!! Ferry apa yang terjadi?! Bukan kah kau bersama Yasha?! " tanya Alden.

__ADS_1


"Benar yang mulia. Sesuai Titah Anda saya mengirim Yasha untuk ke kediaman Jendral utama untuk membicarakan soal Keamanan perbatasan. Setelah itu, saya pergi. " Sahut Ferry enteng.


"Sudah lah hentikan. Hanya masalah sepele. Aku tak marah. Dan Kenapa harus marah? Aku memang tak menyukai selir Mira atau pun selir lainnya. Aku hanya mencintai Ratu ku. Jadi, terserah lah. Tetapi tetap harus di hukum. Kalian aku hukum mengungsi ke Daerah perbatasan Barat. " titah Alden enteng. Seolah perkataan nya wajar - wajar saja.


Semuanya melotot tak percaya. Alden membiarkan selirnya selingkuh? Ya ampun!


"Yang Mulia! Tidak bisa begini! Aku rasa sepaham dengan selir Mira! Ini semua terjadi karna anda tidak pernah datang untuk menyentuh kami! Bukan kah kami juga istri anda. Kenapa hanya Ratu yang mendapatkan kasih sayang anda?"


"Arhhh, Apa kalian Layak? Sudah ku katakan aku tak ingin selir. Aku hanya ingin Ratu ku. Jadi, kalian yang memaksa. Terimalah akibatnya. " sahut Alden santai.


"Tapi yang Mulia! Anda harus sering datang ke kediaman Selir! Ini demi kelahiran penerus Kerajaan! Anda jangan lupa soal kutukan itu. " Timpal Penasihat Raja. Dia cukup dekat dengan Raja terdahulu. Dia cukup tau dampak dari Kutukan mengerikan itu.


"Itu benar! Ratu Reva tidak akan pernah memberikan anda keturunan! Ini tidak baik untuk kelanjutan Kerajaan! Anda mengerti lah! " lanjutnya.


Apa ini? Kenapa malah lari dari topik? Mereka ingin menyudutkan ku? Karna aku tak bisa memberikan keturunan? Tapi, ini aneh! Ini soal perselingkuhan selir Mira? Kenapa jadi begini?! Sial! Bagaimana dengan opini Rakyat?! benar - benar lidah sialan!


Batin Reva. Dia mulai gusar. Kalau menghadapi Massa seperti amukan Rakyat itu cukup sulit.


Halo Nak? Kita bertemu lagi? Kali ini Alden luar biasa kau tau? Dia menjebak selirnya. Tapi, lihat? Bagaimana para manusia berlidah tajam itu malah menyudutkan mu.


Tiba - tiba Reva mendengar suara itu dari Telinga Kanannya. Arh, ternyata Itu Dewi Kegelapan yang ukuran tubuhnya sangat kecil. Hingga bisa berdiri di telinga Reva.

__ADS_1


***


__ADS_2