Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
30. Calon Anak?


__ADS_3

***


REVA POV


Aku mengucek mataku pelan, saat aku rasa aku sudah tidur sangat lama. Tapi, ada yang berbeda. Aku merasa lebih sehat dan bersemangat. Maksudku, bahkan tubuhhku lebih ringan. Bukan, maksudku jiwaku. Aku juga tidak tau pasti. Tapi, yang kurasakan snagat menakjubkan.


Tapi, yany tidak menakjubkan adalah aku bangun dan aku masih ada di tempat yang sama. Berbaring di atas batu di dalam Goanya Dewi kegelapan.


Mungkin memang waktu itu aku lelah. Saat ini aku bisa mengangkat tubuhku untuk kembali duduk. Aku duduk dan mengedarkan pandangan ku. Awalnya sulit sekali untuk berjalan, tapi kali ini aku bisa. Aku bangkit dan berjalan. Aku keluar dari Goa itu. Tidak semudah itu. Ada pintu batu yang tertutup.


Aku mencoba melihat sekitar. Mungkinkah ada tombol tersembunyi nya? Aku mulai mencoba mendorong batu besar itu. Aku tau itu hasilnya nihil. Aku hanya berharap ada sesuatu yang bisa membuka pintunya.


Bugghhhh!!!


Aku terkejut! Tiba - tiba batu itu hancur seketika. Sesaat setelah aku mencoba mendorong nya. Di hadapanku sudah ada dunia luar. Tapi, aku tak begitu mempedulikan itu. Yang tengah menjadi fokusku saat ini adalah. Bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa batu itu bisa hancur!


Aku benar - benar bingung. Sekali lagi aku mengedarkan pandangan ku, mungkin ada seseorang yang membantuku. Tapi nihil. Tak ada seorang pun! Lagipula siapa yang begitu bodoh ingin masuk ke area nya Dewi kegelapan.


Aku melihat tangan ku? Mungkin kah aku yang melakukan nya? Dan wowww!! Aku bahkan berhasil mengeluarkan Api biru dari tangan ku! Tapi, bagaimana ini bisa? Apa kekuatan ku sudah kembali? Tenaga dalam ku pilih? Aku mencoba berfikir.


"Tapi, dengan cara apa tenaga dalam ku kembali? Yang aku lakukan hanyalah rebahan di batu itu? Apakah mungkin batu itu penyebab nya?! " terka ku. Aku merasa bebas bergumam karna aku sedang sendiri.

__ADS_1


"Bukan ada pada batunya! Tapi ada pada dirimu sendiri! Di dalam perut mu itu! " Sambar seseorang. Aku menoleh dari asak suara. Aku melihatnya, yah dia Dewi kegelapan. Bedanya, saat ini ia jalan terpincang dengan luka goresan - goresan di wajahnya.


Aku ingat, terakhir kali dia juga seperti terluka, karna ada noda darah di bajunya? Apa yant sebenarnya terjadi? Apa yany Dewi lakukan akhir - akhir ini? Kenapa dia jadi terluka? Aku terus memikirkan itu. Hingga aku lupa topik utama ku.


"Heyy! Kau dengar aku tidak?! Kau mendapatkan kembali tenaga dalam mu karna sesuatu yang ada di dalam perut mu itu! " Tambahnya lagi membuka pembicaraan, saat aku tak meladeni ucapan pertama nya.


Aku cukup terkejut. Apa maksudnya? Karna sedari tadi aku hanya mengkhayal apa yang terjadi padanya? Kenapa dia terluka.


"Apa maksud mu? Sesuatu? Dalam perutku? " Tanya ku bingung.


"Iyah calon anak yang ada di dalam kandunganmu lah, penyebab dari Kembalinya tenaga dalam mu! " terangnya lagi, dengan ia yang terbatuk mengeluarkan darah merah segar.


***


Akhirnya penantian pun berakhir , surat yang di tunggu telah tiba dan saat ini di genggam oleh Ferry.


"Ferry bacakan balasan surat mereka!! " titah Alden yang duduk di kursi kehormatan nya.


"Yang mulia Raja,  mereka akan memberikan bunganya. Dengan syarat,  anda harus menikahi putri Sofia dari Kerajaan Battarath." ujar Ferry yang menggetarkan satu Aula.


Alden diam. Tangannya terkepal akurat. Pandangannya gusar.

__ADS_1


Alden kau tak boleh menyentuh mereka! Atau, aku akan memenggal kepala mu dan juga kepala mereka.


Suara Reva dengan nada mengancam yant begitu menggemaskan menurut Alden. Tumpang tindih dengan Suara Naysil yang mengatakan harus mendapatkan bunga itu Demi Reva.


Banyak sekali yant ingin mengajukan pendapat nya dalam rapat kali ini. Alden menitahkan mereka untuk diam. Hanya dengan aba - aba dari tangan nya.


"Ternyata masih ada lanjutan suratnya yang mulia. " tambah Ferry.


"Lanjutkan! " titah Alden, mencoba setenang mungkin.


"Jika anda sudah menikahi Putri Sofia, anda harus memilik keturunan dengan nya. Ini semya demi nama baik Kedua kerajaan katanya. "


Alden diam! Jika bukan demi Reva. Mungkin Alden sudah menitahakan prajuritnya untuk berperang menghancurkan kerajaan Battartath.


Sial! Tua bangka sialan! Beraninya kau mendesakku!


Umpat Alden dalan hati. Ia masih saja memikirkan ucapan dan wajah Reva yang tersenyum. Alden sendiri tak ingin Reva menangis. Membayangkan Air mata itu keluar dari Mata indah Reva karna dirinya sendiri. Rasanya Raja arogan itu ingin melenyapkan dirinya sendiri!


"Alden! Keselamatan Reva jauh lebih penting! " Desak ibu Ratu.


"Aku akan menikahi Putri Sofia dari kerajaan Battarath. Dan menjadikan dia selir utama." titah Alden yang mengejutkan semua orang . Alden yang begitu anti dengan selir? Ingin memiliki selir dan harus memiliki anak dari selir itu?

__ADS_1


"Mereka mengatakan jika anda setuju, maka... Mereka akan memberikan bunga Spinari di hari pernikahan. " lanjut Ferry membacakan suratnya.


***


__ADS_2