Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
Enam Puluh Empat


__ADS_3

***


"Ada apa kakek memanggil ku?  Apa ada masalah khusus?  Aku masih sibuk mencari orang itu,  pencuri benda pusaka kita" Kata Reyza yang baru saja sampai.


"Reyza?  Siapa orang Tua Kandung Dafa? " tanya Raja Arthaft,  tanpa memperdulikan ucapan Reyza lagi. Ia sudah kalut dalam rasa kekhawatiran nya akan Dafa.


"Orang Tua Kandung?  Dafa anak kandung Putri Nadya dengan kekasih nya" sahut Reyza merasa aneh dengan pertanyaan Kakek nya ini.


"Siapa kekasih Putri Nadya? " tanya Raja Arthaft terburu - buru.


"Kekasih putri Nadya, ah itu adalah Jendral Futa.  Jendral bangsa Kita,  itulah mengapa Dafa memiliki tanda bangsa Netcher. Ada apa kek? "


"Dafa,  anak itu bukan hanya memiliki tanda bangsa Netcher.  Dia juga memiliki tanda Bangsa Ksatria murni. Tanda di balik telinga"


"Apa?! Tidak mungkin! Jika Dafa memiliki tanda Itu di balik telinga nya.  Maka,  sudah jelas bahwa Putri Nadya,  berbangsa Ksatria murni?!!! " pekik Reyza menyadari hal ittu.


"Jika putri Nadya berbangsa Ksatria Murni.  Maka Ratu pertama Flawyard juga adalah Keturunan Ksatria Murni!! " Sahut Raja Arthaft.  Ia masih sama bingung nya dengan cucu nya ini.


"Tunggu kakek..  Raja Flawyard menikahi selir Anggrei dari Bangsa Rambell.  Dan Ratu pertama dari Bangsa Ksatria murni?  Apa maksud semua ini? Sebenarnya,  apa isi perjanjian Mereka?!!  Apakah untuk menghancurkan bangsa Kita lagi??!! "


"Entah lah,  Reyza kau kirim Jendral Fenon menyelidiki hal ini. Dan yah,  tetap rahasiakan Identitas Dafa.  Aku tidak ingin ada seorang pun dari bangsa Kita mengetahui nya.  Bagaimana pun juga,  Sekarang Dafa adalah anak nya Reva. Dan juga cucu pertama ku" Titah Raja Arthaft tegas. Namun,  ia yang sudah semakin tua itu cukup kesulitan menghadapi masalah yang terus hadir tanpa celah nya.


"Maafkan Hamba Lancang,  Tuan Reyza,  Raja Arthaft.  Tapi ada hal yang harus saya bicarakan dengan kalian berdua " Ucap seseorang dari luar pintu. Reyza mengenali suara itu.  Yah suara nya Seira.


"Masuk lah Seira,  kau di izinkan" Sahut Reyza dari dalam.

__ADS_1


Sudah mendapat kan persetujuan Seira segera masuk,  dengan sebuah surat ada di tangan nya.


"Ada apa nak? " tanya Raja Arthaft,  Lembut namun terkesan menekan.  Yah,  memang ciri khas seorang Raja.


"Tuan,  aku baru saja mendapat kan surat dari Aila dan Tuan Ryuza.  Mereka mengatakan Perdana Mentri Regat hilang" lapor Seira menyerah kan dua buah surat pada Reyza.


"Ayah ku hilang?!  Bagaimana mungkin?! Di mana Ryuza?! " Tanya Reyza,  ia sudah tersulut emosi. Pasalnya Ayah tercinta nya kini telah menghilang.


"Tuan Muda Reyza.  Awal nya Nona muda Reva mengirim Aila ke kediaman Perdana Mentri,  karna merasa tidak tenang.  Saat Aila sampai disana,  Aila tidak menemukan keberadaan Perdana Menteri.  Segera setelah itu Aila mengirim kan surat laporan pada Nona muda.  Tapi,  Nona muda tidak ada di tempat.  Saat itu Tuan Ryuza juga ikut membaca suraf itu.  Akbirmya Tyan Rtuza memutuskan untuk pergi ke sana.. Mencari Tuan Perdana Mentri. Setelah sampai di sana,  mereka mengirim surat lagi yang isinya perdana Mentri di culik oleh Bangsa Rambell.  Dan mereka saat ini sedang mencoba menyelamat kan Tuan Perdana Mentri Regata. " Jelas Seira,  masih dalam ketakutan.  Ia menunduk.


"Tuan Ryuza berharap,  anda dapat mengirimkan nya pasukan bantuan" tambah Seira lagi,  meski agak takut.  Gadis polos itu masih terus melanjutkan cerita nya.


"Kurang Ajar!!  Bangsa Rambell!!  Berani nya mereka menculik Menantuku!! Apa sebenarnya Tujuan Mereka?!! " maki Raja Arthaft kasar kehilangan kendali nya.  Namun,  ia tersadar masih ada Seira di sana,  membuat nya kembali mengurungkan kemarahan nya.


"Kamu Penjaga nya Dafa kan?  Kembali ke tempat mu.  Dan Jaga Dafa dengan baik.  Perihal surat ini, biar kami yang urus" Titah Raja Arthaft lagi.


"Tidak.  Bukan pasukan Bantuan.. Kita akan menyerang mereka.  Perang yang sebenarnya Baru akan di mulai" Geram Reyza,  ia sudah klakap akan kobaran emosi nya.


"Kalau begitu Reyza,  persiapkan Pasukan kita.  Ayo segera menyusul Ryuza! " titah Raja Arthaft.


***


"Tuan Ryuza,  Kita seperti nya sudah memutari lorong gelap ini beberapa kali.  Rasanya kuta hanya berputar - putar saja" Celetuk Aila, ia menghentikan Langkah nya. Menyadari kejanggalan yang mereka alami.


"Kau benar Aila.  Aku juga merasa begitu, Seperti nya kita tersesat" Sahut Ryuza menyenderkan tangan nya pada dinding batu itu.

__ADS_1


Klekkkkk


Bughhhhhh


Sepetak batu yang Tak sengaja Ryuza dorong berhasil membuka kan jalan rahasia untuk mereka.  Keduanya saling menatap puas. Lalu masuk ke jalan rahasia itu.


Hampir setengah jam mereka berjalan,  namun.  Hanya kegelapan yang mereka temukan.


"Ada cahaya,  seperti nya ruangan ini memiliki ujung" ujar Aila menunjuk ujung Lorong ini,  ada cahaya redup dari Api obor di sana.


"Hum.. Ayo kita periksa" sahut Ryuza,  mereka berdua mempercepat Jalan nya.


Akhirnya mereka sampai di penghujung lorong itu,  tampak Ruangan yang luas di sana.


Mereka berdua berpencar,  guna mencari di mana perdana Mentri.


"Tuan Ryuza!!  Ini!! " Teriak Aila merasa kaget. Tidak bahkan sangat kaget.


"Ada apa Aila? " Sahut Ryuza yang  menghampiri Aila di tempat nya.


"Ituuu... " Tunjuk Aila pada sesuatu.


"Ayah!!!! " Teriak Ryuza saat melihat ada orang yang sudah kehilangan kedua tangan nya, dan bahkan sudah tidak bernapas lagi. Di gantung kan bersama dengan mayat - mayat lain nya.


***

__ADS_1


Next?


Lanjut??


__ADS_2