
***
"Dasar pecundang! Sama sekali tak memiliki harga diri! " Aila sang lidah tajam, mana bisa diam. Aila juga ikut membantu Ryuza melawab belasan orang itu. Tampak tubuh kekar Ryuza sudah mengalami banyak luka ringan di sana.
"menarik.. Aku tak ingin kehilangan gadis itu. Kalian, jangan sampai melukai nya. Aku pergi dulu" titah Diaz dengan sombong nya meninggalkan ruangan itu.
"Aila.. Dengar kan aku. Saat ada kesempatan kau, larilah. Larilah... Ingat lari dan tinggalkan aku sendiri. Saat ini sangat tidak mungkin untuk kita menang" bisik Ryuza. Aila menelan saliva nya payah, ini bukan jati diri nya. Meninggalkan Rekan nya, untuk menyelamatkan dirinya sendiri, bukan lah didikan dari Reva.
"Tapi Tuan Ryuza Aku di--"
"Sudah lah Aila. Larilah. Aku yakin, saat ini Diaz akan mempersiapkan kan bangkitnya naga hitam"
"Maksud anda? "
"Kau tidak perlu tau, yang harus kau tau adalah misimu harus menghentikan Diaz membangkitkan Naga Hitam nya"
"Kurang ajar!! Berani nya kalian berbisik saat kami ada di sini. Serang Mereka!! Habisi si Pria dan tangkap si wanita! Seperti yang Tuan Diaz katakan " titah Salah seorang jendral itu. Belasan orang berpangkat itu langsung menyerang Ryuza dan Aila bersamaan.
Kesempatan
Batin Aila, Jika dia tertangkap maka kesempatan keluar lebih besar.
Aila melakukan beberapa pemberontakan kecil, akhirnya Aila tertangkap. Tapi, Bukan kah itu rencana nya?
"Bawa dia! Tuan Diaz mungkin akan beristirahat malam ini dengan nya!! " Titah Orang itu lagi. Tampak beberapa orang membawa paksa Aila. Aila tentu sedikit meronta dan melakukan perlawanan, untuk memperlancar Akting nya
Bukhhhhh
Klankkkk
Prankkkk
__ADS_1
Tampak Ryuza kewalahan melawan beberapa orang di sana, Napas nya sudah tersengal lelah. Sudah banyak luka ringan di tubuh nya.
"Menyerahlah dan bergabung dengan kami. Mungkin Tuan Duaz akan memaafkan mu jika kau bisa bersumpah setia padanya, dan mencium kaki nya! " Ujar Jendral itu lagi. Ryuza diam, ia sama sekali tak bergeming.
"Bagus. Pikirkan lah baik - baik. Kau adalah orang yang sangat berbakat. Pikirkan lah dirimu sendiri, mungkin kau Akan mendapat pangkat yang tinggi jika menjadi Anjing peliharaan nya Tuan Diaz"
"Benarkah? Apa mungkin Diaz tidak akan membunuh ku? "
"iyah. Bergabung lah dengan kami. Maka kita akan menguasai Dunia" Ujar Jendral itu lagi, menurunkan pedang nya. Bahkan mengulurkan tangan nya.
"Menarik. Tapi sayangnya aku terlalu Nyaman menjadi Jendral Bangsa Netcher!!!! " Teriak Ryuza, tampak Api merah dan hitam bercampur di sekitar nya. Ada bayangan Elang hitam yang sudah mengepakkan sayap nya.
Ada banyak garis hitam dan merah berpola yang menyala di sekujur Tubuh Ryuza. Layak nya lambang Iblis yang bangkit.
Pyashhhhhhh
Ryuza menghentak kan tangan kanan nya. Tampak Sayap kanan bayangan elang hitam itu menghempas kan beberapa prajurit. Kaki Ryuza di hentakkan, ada semburan Napas Hitam yang keluar dari Elang Hitam itu. Asap hitam yang mengepul itu sangat menyesakkan napas belasan orang itu.
Woshhhhhh
Klankkkkk
Pedang itu tercampak akibat Kepakan sayap Elang Hitam Ryuza. Pedang pusakan itu patah.
"Ampun!! Ampuni aku! Aky akan membantu mu Ryuza! Ampuni aku! Aku akan mengabdi padamu!! " Lirih jendral itu, tertunduk sujud di hadapan Ryuza. menyadari hanya tinggal ia yang tersisa di sana, seluruh rekan nya sudah mati dengan Tubuh yang tidak lengkap lagi.
Badan nya sudah bergetar, ia sama sekali tak berani untuk menatap Ryuza yang lebih mirip iblis ini.
"Kau sama sekali tidak punya harga diri. Kau terlalu sering menunduk. Kau tak layak Hidup"
Pyashhhhhh
__ADS_1
Ryuza menebas Kepala jendral itu, hingga terpisah daru tubuh pokok nya.
Uhuk!!!!!!
Ryuza terbatuk mengeluarkan darah.
"Tidak ku sangka, akhirnya aku akan memanggil mu. Haha.. Kemunculan mu adalah kematian ku, yah kan. Fedes? " Gumam nya, jatuh bertumpukan salah satu tangan nya ada di Pedang nya.
Ryuza kembali mengingat kilas balik hidup nya. Di mana ia sewaktu muda juga pernah hampir mati. Namun, saat itu Ada Arriva yang menolong nya, dan bahkan menjadikan nya putra nya.
"Tuan tidak seharus nya memanggil ku. Tuan bersabar lah.. Aku akan mencari cara, agar Anda bisa tetap hidup. Bertahan lah..." tampak Bayangan Gelap Elang hitam itu berbicara dengan suara berat nya.
"Tidak bisa. Tidak perlu Fedes, Mungkin memang saat nya aku harus mati. Ini adalah balasan ku. Balasan Karna telah Mengaktifkan Spirit Iblis seperti mu. Yah, tidak masalah. Setidak nya aku mati dengan cara yang terhormat. Fedes, maaf kan aku.. Karna aku, kau juga harus tersegel di dalam tubuh lemah ini. Mulai sekarang, aku Akan membebaskan mu"
"Dan yah satu lagi.. Sampaikan terima kasih ku pada Kakek, Reyza dan adik kecil kesayangan ku Reva dan lindungi lah gadis kecil itu, Aila. Aku menitahkan mu Fedes. Ini titah Terakhir ku!! "
Ryuza mulai mengangkat tangan nya, menggigit Jari jempol nya. Tampak darah mengucur dari sana. Ryuza dengan lemah meletakkan darah itu di tengah tanda mawar hitam nya.
"Tidak!! Tuan! Jika anda mati, saya juga tak keberatan ikut bersama Andaa!!! " Cegah Fedes. Tapi sayang sekali.
Brukhhh...
Ryuza sudah jatuh ke lantai, tak ada tanda - tanda kehidupan dari Ryuza. Badan nya lemas, jantung nya sudah tidak berdetak lagi.
Fedes kini telah berubah menjadi burung Elang kecil, tampak Air mata menetes dari Burung elang itu.
***
Next?
Lanjut??
__ADS_1