Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
32. Kegelapan saat Cahaya?


__ADS_3

***


REVA POV


Aku juga melihat, cahaya putih dan bayangan hitam secara bersamaan masuk ke dalam tubuh ku.


Aku berteriak! Menangis terisak! Aku benar - benar tidak Rela kehilangan Dewi kegelapan!!


Ada yang aneh. Aku merasakan sakit di bahu dan hatiku secara bersamaan. Kepalaku sangat pusing. Badan ku gemetar. Rasa sedih ku bercampur aduk dengan rasa aneh di Seluruh tubuhku.


Aku tidak tau, secara perlahan, aku kehilangan kesadaran ku. Pandangan ku buram, dan BAM! Aku pingsan.


***


Tidak tau entah sudah berapa lama sejak aku pingsan di Goa itu. Ada yang aneh di badan ku. Dan, hati?


Akh, Aku ingat saat Aku pingsan ada mimpi yang membangkitkan emosi ku. Tapi, aku tidak menggubris mimpi itu. Menurut ku itu tak penting. Dan yang terpenting aku bangun dan aku ada disini.


Aku tidak tau sudah sejak kapan aku pingsan. Yang aku tau, itu jelas cukup lama.


Aku mengedarkan pandangan, dan yah. Rasa sedih itu langsung menguak. Aku menangis, Apalagi saat dia mengatakan bahwa dia menganggap ku anaknya. Untuk ketiga kalinya aku kehilangan sosok ibu.


Setelah cukup lama aku terisak, aku mengatur napas ku se tenang mungkin. Menguasai diri dan emosiku sendiri.


Aku menatap ke bawah, Melihat perutku yany terbalut oleh gaunku. Dan, yah. Aku langsung ingat bahwa Aku hamil. Seketikan aku benar - benar berhenti menangis. Aku tak ingin calon anak ku menjadi anak yang cengeng nantinya.


Tanpa sadar, tanganku terulur sendiri mengusap perut berisi bayiku itu. Aku menggumam senang.

__ADS_1


Aku sangat bahagia, kebahagiaan itu beriringan dengan wajah senyum Dewi kegelapan, akh maksudku ibu Yuri.


Aku menghela napas kasar. Saat aku berfantasy soal anak. Aku mengingat Alden. Menbuatku ingin segera pergi dari tempat ini.


Aku keluar dari Goa itu. Menyisahakn kenangan yang cukup membahagiakan antara aku dan ibu Rayuri.


Aku melihat sekitar, dan Buh! Itu hanya tanah mati berwarna hitam. Aku tak melihat apapun loh. Hanya Tanah hitam dan beberapa pohon besar yang kering. Di tambah dengan kabut tipis sepanjang jalan.


Heiii!! Kau tak kan bisa keluar tanpa membunuh Ziyush! Itu tanggung jawabmu sekarang!


Suara itu. Suara yant familiar untukku, menggema di telinga dan otak ku.


Akrein?! Itu kau? Kau bisa bertelepati dengan ku? Bagaimana mungkin?!


Aku terkesiap kaget. Namun, aku tetap menyahut Telepati dari Akrein.


Aku juga ingat, Akrein tidak lagi berada di tubuhku karna Kekuatan ku melemah. Dan, Dia bermeditasi di Hutan Terlarang. Karna Kekuatan ku telah kembali, maka dari itu, Akrein bisa bertelepati dengan ku, kan?


Aku meyakinkan diriku sendiri.


Sudah mengerti, kan?


Tanya nya. Seperti nya Akrein tau betul isi pikiranku.


"Hmm" aku mengangguk. "Tapi, siapa Ziyush? Dan kenapa? Argh! Aku ingat. Ziyush yang membunuh Dewi Rayuri, kan? " tanya ku lagi.


Kau benar. Dia lah Ziyush!

__ADS_1


Siapa Ziyus itu?! Kenapa dia bisa mengalahkan Dewi Yuri?!


Sarkas ku tak suka.


Ini cerita ribuan tahun yang lalu. Ribuan tahun itu, ada Makhluk Raksasa yang menakutkan, dan dia adalah Ziyush. Ziyush suka memakan manusia, dia tak suka kedamaian. Dia benci manusia. Sampai, waktu itu datanglah. Dewi Tiga bangsa, Yaitu Dewi Rambell, Dewi Netcher, dan Dewi Bangsa Ksatria murni. Bersama Dewi Bulan, dan Dewi Cahaya. Mereka berhasil mengalahkan Ziyush, dan menyegelnya.


Terang Akrein. Dia serius dari tempatnya. Kata - kata Akrein agak familiar di telinga dan otak Reva.


Lalu, kenapa bisa jadi Dewi kegelapan yang menjaga segel Ziyush?


Tanya ku heran. Itu cukup aneh. Karna, dalam penyerangan itu. Dewi kegelapan sama sekali tidak ikut loh. Itulah logika ku.


Pada dasarnya Dewi kegelapan dan cahaya ada di satu tubuh. Apabila tubuh dan hatinya baik dan murni, dia menjadi Dewi Cahaya. Apabila hatinya di penuhi dendam dan kebencian. Maka dari itu, dia menjadi Dewi kegelapan. Tapi, menjaga Ziyush, tetaplah tugas Dewi kegelapan atau cahaya. Dan sekarang. Kau yang akan menjaganya, atau kau boleh membunuhnya!


Aku terkesiap kaget. Aku? Aku bergumam bingung. Ini tak masuk akal.


Kenapa bisa aku?


Tanya ku heran.


Karna kau adalah Dewi selanjutnya. Tapi, aku tidak tau. Kau adalah Dewi Cahaya ataupun kegelapan.


Akrein melanjutkan ceritanya. Aku menarik napas. Mungkin, itukah kenapa ada Cahaya dan bayangan hitam yang masuk ke tubuh ku ini?


Jadi aku tak bisa kembali. Sebelum, menghabisi Makhluk bernama Ziyush ini?


***

__ADS_1


__ADS_2