Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
Lima Puluh Satu


__ADS_3

mohon menunggu hehe, semoga Author masih semangat.


***


"Haha?!  Bagaimana sudah berdiskusi tentang cara kematian yang bagus?  Katakan lah! " pekik Faras dari atas sana.  Merasa bahwa dirinya sudah di ambang kemenangan.


"Haha!  Siapa yang mati dan siapa yang hidup masih belum tau loh" sahut Reva membuka matanya.  Secara tiba - tiba,  tampak Sayap dan bayangan Phoenix dari tubuh nya.  Tubuh beraura biru itu.



"Apa?! Apa ini?! " Gumam Faras mendongak agar bisa melihat bayangan kepala Phoenix biru itu.


Huwaaaaa!! Apa itu?! Monster!!! Waaaahhhhhh!!


Sorakan teriakan itu meramaikan Suasana nya. Tampak mereka semua gemetar ketakutan. Pasal nya aura yang keluar dari Phoenix Biru ini begitu pekat. Tekanan nya sangat kuat, hingga membuat orang lain sulit bernafas.


"Aila Apa itu? Apa permaisuri Reva memiliki kekuatan Khusus? " tanya Ferryl melirik tajam Aila.


"Aku tak tahu. Jangan tanya Aku" sahut Aila santai. Namun, dia masih memikirkan apa yang terjadi sebenarnya. Dia benar - benar tidak tau makhluk Raksasa ini apa. Di sebut apa dia dan bagaimana dia datang. Itu merupakan teka - teki untuk Aila sendiri.


Kakek pernah mengatakan nya. Bangsa Rambell dengan Naga hitam nya, Bangsa Ksatria dengan Naga Merah nya. Dan Bangsa Netcher dengan Phoenix Biru Legenda nya. Apakah ini Phoenix Legenda nya?! Apa jangan - jangan Reva dari Bangsa Netcher?!


Batin Alden. Matanya terbelalak menyadari kemungkinan bahwa Permaisuri nya adalah berbangsa Netcher.


"Bangsawan Reyland dari Bangsa Rambell. Kau? Tapi kau bukan pemilik Naga Hitam. Dimana Naga hitam itu?!?" Suara Itu Berasal Dari Bayangan Phoenix Biru itu.


Faras diam membeku. Ia mulai bergetar, tatkala mata bersinar Phoenix menatap tajam diri nya.


Woshhhhhh!!


Sekali Kepakan sayap Burung itu. Ratusan pasukan Bangsa Rambell terhempas entah kemana. Membuat yang lain nya gemetar. Kaki mereka lemas dan tak sanggup untuk lari.


***

__ADS_1


"Itu?! Itu adalah Phoenix Legenda?! " pekik Ryuza menatap bayangan Phoenix dari Benteng Perbatasan.


Huwaaa


Semua nya ikut melihat ke sana. Mereka begitu tercengang dengan kemunculan malhluk legendaris itu. Mata mereka tak berkedip, ini kali pertama nya mereka melihat itu. Selama ini, mereka hanya mendengar cerita legenda nya.


"Bagaimana mungkin?!? Bahkan hanya melihat bayangan Aura nya saja semua oranh telah terkagum. Bagaimana jika dia muncul dalam bentuk Fisik " sahut Reyza. Tampak Reyza begitu kagum.


Swoshhhh!!


Tiba - tiba pedang Phoenix Legenda yang ada di tubuh kakek Arthaft keluar. Terbang melayang begitu saja menuju Benteng Perbatasan.


"Apa ini?! Kenapa pedang nya?" ujar Kakek Arthaft yang memimpin. Ia merasa teka teki tentang Phoenix Legenda itu Makin rumit .


"Tunggu.. Pedang itu? Jangan - jangan ini--? " sambar Kai.


"Reva!! " pekik mereka berempat bersamaan. Menyadari keberadaan Reva di sana.


Hiaaaaa


***


Wushhhhh!!



Tiba - tiba saja ada Pedang Biru, bersimbol kan mawar biru menggantung di udara di hadapan Reva. Tanpa pikir panjang Reva mengambil pedang itu. Tidak hitung - hitung, ia menebaskan nya secara horizontal. Hanya satu tebasan. Tapi, Tebasan itu mampu memotong banyak tangan. Angin dari Pedang itu sangat tajam. Hingga mampu memotong Tubuh Bangsa Rambell. Bahkan beberapa tiang dan Pohon di sana.


Apa ini?! Gila sekali?! Hanya Angin, tapi bisa setajam itu!!


Batin Aila takjub. Rasa kagum nya terhadap nona nya semakin besar sudah.


Ini kah? Pedang Phoenix bersimbol mawar Biru yang pernah kakek ceritakan. Kakek bilang kekuatan nya sangat Dahsyat. Tapi, aku tak menyangka ini akan Se Dahsyat ini. Bangsa Netcher terlalu kuat untuk hidup di Bumi

__ADS_1


Batin Alden, ia menatap Intens Pedang itu. Entah apa yang akan Alden rencana kan selanjut nya.


Gi- Gila! Ini Gila! Ke kuatan ini! Dengan pasukan yang segini aku tidak bisa mengalah kan nya. Reva?! Siapa dia sebenarnya!!


Batin Faras yang kaki nya sudah gemetar. Ia sudah sangat takut dengan makhluk di hadapan nya ini. Tekanan dari Phoenix Legenda terlalu kuat.


"Mundur!! Semuanya Mundur! Hari ini kita Mundur! Lain kali kita akan menghancur leburkan mereka!! " titah Faras, melompat langsung naik ke kuda nya. Menarik tali nya, berharap Kuda nya berlari secepat mungkin.


"Lari? Kalau mau lari setidak nya harus Pincang!! " pekik Reva, sekali lagi ia menebaskan pedang nya secara horizontal. Di tambah dengan tebasan Vertikal yang sukses mengeluarkan petir yang menjalar. Dalam dua kali serangan itu, setidak nya Ratusan pasukan Penyerang Bangsa Rambell mati.


Crakkkk!!!


Tebasan Secara Vertikal sekali lagi Reva lalukakan. Petir yang menjalar itu melilit Jendral Tumon yang menunggangi Kuda. Terseret menunduk di hadapan Reva, tepat di bawah kaki gadis manis itu.


"Tungguu.. Biar kan aku yang menghabisi nya. Ini akan terlihat menyenangkan" cegah Aila saat Reva sudah ingin menusuk Tubuh Tumon dengan pedang nya.


"Hemm.. Menarik! Jika tidak menyakitkan dan menyiksa kau yang akan terima akibat nya" sinis Reva, tersenyum miring menakutkan.


"Jangan Khawatir! Hinaan nya masih memotivasi ku untuk mencabik nya"


Krakkkk!!


Pyahhhsss


Tassssss


Aila dengan tidak keberatan nya memijak kedua tangan Tumon hingga berbunyi bahkan putus. Dengan gerakan kilat, ia menyayat punggung Tumon. Hingga terakhir ia menusuk jantung Tumon beberapa kali, bahkan saat Tumon sudah mati.


Perlahan Bayangan Phoenix biru dari badan Reva menghilang sebagian hingga seluruh nya.


"Reva?! Apa kau orang dari bangsa Netcher?! Phoenix ini? " tanya Alden lagi.


Reva diam, ia sendiri tentu tidak tau apakah dia dari Bangsa Netcher atau bukan. Dan apa kaitan nya dengan Bangsa Netcher.

__ADS_1


***


__ADS_2