
***
REVA POV
Aku cukup terkejut. Apa maksudnya? Karna sedari tadi aku hanya mengkhayal apa yang terjadi padanya? Kenapa dia terluka.
"Apa maksud mu? Sesuatu? Dalam perutku? " Tanya ku bingung.
"Iyah calon anak yang ada di dalam kandunganmu lah, penyebab dari Kembalinya tenaga dalam mu! " terangnya lagi, dengan ia yang terbatuk mengeluarkan darah merah segar.
Aku tidak percaya melihat kondisi nya saat ini. Dia begitu lemah dan tak berdaya. Benarkah dia Dewi kegelapan? Tunggu, dia bilng apa? Anak?
"Anak? Apa maksudmu aku hamil?! " Pekik ku tak percaya. Bukan kah aku saat ini tengah dalam kutukan Dewi Kegalapan. Apa dia bercanda?
Belum sempat dia menjawab. Badannya sudah jatuh tersungkur. Di pingsan. Dengan terpaksa dan berat aku memapahnya ke dalam goa.
Aku menatapnya tak percaya. Dia terbaring lemah di hadapan ku? Dan yang tidak aku percayai pada diriku sendiri adalah. Aku tidak kabur darinya, saat Pintu keluar sudah terbuka lebar.
***
Beberapa hari sudah berlalu, namun dia. Dewi kegelapan masih juga belum sadar. Aku kembali memikirkan masalahku sendiri.
Pertama soal Alden. Apa yang saat ini tengah Alden lakukan? Mengapa perasaan ku sangat tidak wajar? Aku juga terus memikirkan Alden dan Alden.
__ADS_1
Bukan hanya itu, Bahan permasalahan soal ucapan Dewi kegelapan soal Anak dalam perutku. Anak yang membuatku kembali memiliki Tenaga dalam. Jujur, Aku sangat bahagia saat dia katakan aku akan memiliki anak. Namun, kebahagiaan itu juga bagai menyayat hati jika ternyata itu hanya candaan dirinya saja.
Dan yang paling aneh adalah. Aku tak tega untuk membunuh Dewi kegelapan yang lemah di hadapan ku. Padahal Aku sudah memiliki kekuatan ku kembali. Aku bisa membunuhnya dengan mudah. Dengan begitu, kutukan nya berakhir, kan?
Pikiran ku terua menjalar kemana - mana. Siapa yah, yang berhasil membuat Dewi kegelapan di ambang mautnya ini. Jujur, melihat dia yang semakin melemah. Aku semakin sedih. Ada ruang di sudut hatiku yang tak menginginkan dia mati. Aku juga tidak tau kenapa.
"Uhukkk!! Uhukkk!! " batuknya Dewi kegalapan menarikku dari pikirkan ku yang dalam.
"Air... " lirihnya, Aku segera mengambilkan air di sana. Yah, dia punya tubuh fisik. Jadi dia bisa minum. Tidak seperti ku yang berbentuk jiwa.
Soal Jiwa. Dia bilang aku menerobos ke tempatnya? Apa maksudnya semua ini? Apa ini teka - teki baru lagi untukku.
"Reva... " lirihnya. Dia terlihat sangat lemah. Dan hati ku terasa tersayat.
"Bagaimana keadaan mu? Apa kau dan anak mu baik - baik saja? " tanya nya. Apa yang merasukinya. Kenapa dia tiba - tiba bertanya begitu? Apakah dia masih waras. Tapi, jujur saja aku senang melihatnya perhatian padaku.
"Oh yah, Kau tau kisah ku kan? Jika seandainya Kau yang ada di posisi ku. Kau akan melakukan hal yang sama dengan ku kan? " Lagi. Pertanyaan aneh dari Dewi kegelapan memaksa Reva memutar otaknya menerka rencana apa yang Dewi kegelapan kini mainkan padanya.
"Aku tau. Dan menurut ku kau payah! Kau tau, jika aku ada di posisimu. Aku memang akan keluar dan melatih kekuatan ku. Mencari anggota yang setia padaku. Lalu aku akan kembali dan memenjarakan mereka, dan aku akan mengambil alih takhta kerajaan. Memimpin kerajaan! Menjadi kerajaan yang makmur! Membangun banyak panti asuhan! Setidak nya aku tak kesepian seperti dirimu! Kau payah dan bodoh! Harusnya kau dikenal sebagai Dewi cahaya! Tapi, sekarang. Kau dikenal sebagai Dewi kegelapan! " terang Reva. Itu memang prinsip ku. Untuk itu aku bisa menjadi Nona Muda di Dunia Modern.
Tiba - tiba dia tersenyum menatap ku. Senyuman yang aku yakini itu tulus.
"Kau benar. Aku payah sekali! " Katanya sembari tersenyum.
__ADS_1
Aku diam. Aku tak tau lagi apa maksudnya, dan kenapa dia bersikap begitu.
"Ternyata apa yang ibuku katakan itu benar yah. Bahwa, Seorang ibu akan melakukan apapun untuk anaknya. Bahkan jika ibu itu tak menyukainya. "dia berucap lagi. Dan aku masih tetap diam mendengarkan celotehanya.
"Kau tau, sejak aku melihatmu menjadi Ratu. Aku merasa tidak rela saat kau menerima kutukan itu. Aku juga, Merasa bahagia saat Alden tak menyentuh mereka semua. Aku bahagia saat Alden begitu mencintaimu. Dan kau tau, Kau bebas sekarang. Kalian sudah memiliki Anak. Aku bahagia, walau aku tak menyukainya." ujar nya lagi, dengan suara seadanya.
Aku tak tau, Air mataku mengalir begitu saja mengikuti alur ucapannya. Hatiku tersayat. Aku diam. Aku hanya terisak tanpa mengatakan sepatah katapun.
"Aku bahagia melihat mu bahagia... Reva, Andai saja aku bertemu dengan mu sebelumnya, mungkin aku akan lebih sering tersenyum. " Katanya lagi, Dewi kegelapan juga mulai menangis.
"Siapa?! Siapa yang melukaimu! Aku akan membalasnya! Kekuatan ku telah pulih! " Ujar Ku, meski hati ku getir melihat kondisi Dewi kegelapan saat ini.
"Waktu ku tidak lama lagi Reva. Luka ku parah, Aku bertarung melawan Ziyush. Aku ingin meminta satu hal lagi padamu, panggil aku ibu... " Lirih Dewi kegelapan, matanya sendu. Aku tak pernah menduga bahwa Aku akan melihat Dewi kegelapan menangis begini.
Tiba - tiba ada suara yang menggema di kepala ku "Rayuri! " kata itu terus menggema di kepalaku. Aku melihat gadis kecil tersenyum ria, dan ada yang memanggilnya. Namanya Rayuri!
"Ibu Rayuri... " lirih ku, Aku sadar. Perempuan dalam bayangan ku yang tersenyum ria, adalah Dewi kegelapan yang sendu ini.
Aku melihatnya. Aku lihat Dewi kegelapan tertegun halus menatapku, dia tersenyum padaku. Aku merasa Hangat sekali.
"Reva, berbahagialah. Lahirkan anak mu dengan sehat. Pertahankan lah cintanya Alden. Dan segeralah keluar dari tempat ini. Hindari Ziyush! Ketahuilah, 'Cahaya dan Kegelapan. Kaulah penentunya! " teriak Dewi kegelapan padaku. Perlahan aku melihatnya berubah menjadi debu yang bercahaya. Dan hilang di bawa angin.
Aku juga melihat, cahaya putih dan bayangan hitam secara bersamaan masuk ke dalam tubuh ku.
__ADS_1
Aku berteriak! Menangis terisak! Aku benar - benar tidak Rela kehilangan Dewi kegelapan!!
***