Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
#Ekstra Part


__ADS_3

***


Dua bulan telah berlalu sejak tragedi kejadian Ziyush. Alden dan Reva akhirnya memiliki umur yang sama. Dengan kata lain,  satu tiada,  maka keduanya akan tiada bersamaan.


Entah ini akhir yang manis? Ataukah,  tragis?


Tapi,  lupakan soal itu. Kali ini Reva tengah hamil hampir tiga bulan. Selama iti,  seperti nya Alden merasa tersiksa fisik dan batin.


"Sayang~ Aku ingin makan Buah Mhyou,  dari Bukit terlarang suku Ayan. Bisakah kau ambil kan untuk ku? " Rengek Reva manja,  duduk di pangkuan suami tercintanya,  sembari mengalungkan tangannya di leher Alden.


Perempuan ini~


Apa lagi yang di mintanya?


Baiklah... Tahan Alden...


Ini semua demi permaisuri tercintamu,  dan juga calon anak mu.


Batin Alden seraya menyabarkan dadanya. Pasalnya Alden tau jelas,  selama Dua bulan ini. Jika Reva sudah bertingkah manja seperti ini,  Permintaan aneh - aneh akan keluar.


"Baiklah,  Aku akan minta Devan yang ambilkan. " Sahut Alden,  sembari mempererat pelukannya,  pada istri kecilnya.


Setidaknya dia sudah sangat manja~


Tidak buruk juga.


Kapan seorang Tya Reva Wisbrith akan semanja ini~


"Tapi,  aku ingin kau yang mengambilnya dengan tangan mu sendiri... Boleh yah~ Aku benar - benar menginginkan itu~" Rengek Reva,  tanpa memperdulikan apapun lagi.


Buh!


Alden langsung mengernyitkan keningnya,  harusnya dia sudah menduga bahwa permintaan permaisurinya tak kan normal. Dan itu harus terjadi. Mau tidak mau,  Suka ataupun tidak. Alden juga tetap harus pergi.


"Ada kah hadiah imbalan untukku? " Tanya Alden menatap Nakal,  istri yang tengah bergelayut manja padanya.


"Apa kau akan meminta hadiah karna aku meminta bantuan mu? Ini semua demi anak kita. Kenapa kau pelit sekali?! " Kesal Reva tak suka.

__ADS_1


Chupppp


Reva kali ini terlalu menggemaskan,  sampai membuat Alden tak bosan untuk mendaratkan kecupan nya di bibir Reva.


***


"Nona~ Hari ini aku ingin pergi. Boleh yah? " rengek Aila manja.


"Dengan kakak ku Ryuza? Ajak juga Seira,  biar dia juga bisa bertemu kakak Reyza? " Sahut Reva enteng. Yang sukses menbuat kedua gadis ini tersipu malu.


"Arhhh Nona... Bukan begitu~" Kilah Aila.


"Jangan pikir aku tak tau. Kalian...  Pergilah,  aku izinkan. "


Meski malu,  namun Aila dan Seira tak kan ragu. Ini namanya ikatan batin antar pasangan. Buat kalian yang jomblo? Udah tunggu ada pasangan baru ngerti. Jangan terlalu di ambil hati. Entar nyesek sendiri. Hehe. (Peace Author wkwk.  Tenang,  kalian gak sendiri. Author juga wkwk :')


"Calon kakak ipar ku yah? Lumayan? " Gumam Reva senyum sumringah.


"Nona muda? Bisakah aku masuk? Aku Sofia dari pasukan perak tiga! " Teriak seseorang dari luar kamar Reva.


"Masuklah~ Aku memang memangggil mu~"


"Heyyy... Aku juga merindukan mu. " Kata Reva seraya membalas pelukan salah satu anggota nya.


***


Buah ini~


Jika hari ini aku tak mendapatkan balasan setimpal. Awas saja,  kau Reva!


Batin Alden,  ia sudah membawa mangkuk berisi banyak sekali buah Mayou. Buah seperti Apel,  namun warnanya biru kehijauan. Tentu saja Alden merasa harus mendapatkan imbalan yang setimpal. Pasalnya, mengambil buah Mayou itu sangat sulit. Belum lagi melawan beberapa kalilawar iblis yang menjaga pohon itu.


Dengan pengorbanan dan perjuangan ini. Alden harus mendapatkan hadiah!


"Sayang~ aku sudah membawa buah yang kau inginkan,  dan sangat kau idamkan~" Panggil Alden,  menuju ranjang besar dan empuk. Yang sudah ada Istri kecil nya berbaring mungil di sana.


"Eh,  Jangan ganggu aku~ Aku mengantuk, aku mau tidur. Orang gila mana yang akan membangunkan orang di tengah malam seperti ini. "Gerutu Reva tak suka,  Alden mengacaukan tidur cantiknya.

__ADS_1


"Aku membawakan buah yang kau inginkan. "


"Buah apa? Apa sih? " Reva masih dalam posisi yang sama,  berbaring menatap aneh suaminya yang tengah duduk menatap nya serius.


"Kau minta buah Mayou tadi pagi. Dan ini,  aku sudah membawakannya untuk mu. "


"Oh itu~ letakkan saja di sana. Aku mau tidur,  aku lelah sangat cape. "lanjut Reva berbalik dan mulai memejamkan matanya.


"Kauuuu!!!! Aku bersusah payah mengambil buah itu dan kau? Kau malah mengabaikannya!! Tunggu saja! Tunggu sampai  Anak itu lahir! Dan lihat bagaimana aku akan menyiksa mu! Kau tidak akan tidur nyenyak! Arh... Bahkan aku tak kan membiarkan mu tidur malam hari!" Frustrasi Alden. Dia sudah memupuk banyak rencana untuk istri kecilnya ini.


Sedangkan dari balik mata yang terpejam,  ada bibir yang tersenyum tipis dari Reva. Lucu sekali menganggu Alden kali ini.


***


Ucapan Terima Kasih Author


Assalamualaikum Guys!


Hai hai!


Perkenalkan aku Rini IR,  Author dari perjalanan Reva. Aku gak bisa pidato panjang - panjang. Karna aku cuma mau bilang.


MAKASIH BANYAKKKK!!


BUAT YANG SELALU DUKUNG!!


YANG NUNGGUIN UP!


YANG LIKE!


YANG SELALU KOMENTAR!


DAN YANG BANYAK VOTE!


HWAAAA >\< MAKASIH BANYAK POKONYA!!


I LOVE YOU. TUNGGU CERITA AKU LAINNYA YAH. EH, UDAH ADA SIH. JUDULNYA "TAKDIR VIRA! "

__ADS_1


BACA YAH GUYS~


INTINYA AKU MAU BILANG MAKASIH BANYAK - BANYAK. KALIAN UCAPIN SAMA - SAMA YAH^^


__ADS_2