Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
Enam Puluh Sembilan


__ADS_3

***


"Sayang sekali,  aku di sini bukan sebagai Pangeran Flawyard. Tapi,  Aku di sini sebagai Suami yang kelurga Istri nya sedang di serang!  Sebagai Suami yang baik,  tidak kah ini kewajiban ku? " sahut Alden santai,  masih setia mengenakan topeng milik nya. Ia hanya membuka nya,  ketika bersama Reva saja.


"Alden!! Kalau begitu. kami tak kan sungkan lagi!! Sekarang temui lah Ajal mu!! " Teriak Diaz, ia beberapa kali menyerang Alden dengan bola hitam Naga nya.


"Kakak ipar, Kau pergilah urus Raja Tua itu. Urusan Diaz, biar aku yang tangani" Saran Alden.


Reyza mengangguk. Apa yang di katakan Alden ada benar nya.


"Jangan Mati. Adik ku mencintai mu"


"Oh yah? Di mana Ryuza si berisik, ?"


"Ayah dan Ryuza telah pergi, ke tempat dimana mereka akan menemui Penciptanya ."


"Maksud Mu perdana Mentri dan Ryuza su-"


"Benar. Mereka sudah tiada, di bunuh oleh Bangsa Rambell"


Alden diam tak bergeming, Matanya bagai kalap dalam emosi. Berita buruk ini saja menggetarkan Jiwa nya, apa lagi Reva? Membayang kan Reva akan sedih nantinya, Tangan Alden terkepal menahan emosi.


"Urus dia. Aku akan urus yang sebelah sana. Jangan terlalu di pikirkan. Fokuslah" peringat Reyza menepuk pundak Alden, lalu segera pergi.


"Pangeran Alden. Kau masih memiliki kesempatan untuk pergi. Pergilah dari sini" Teriak Diaz Dari tempat nya, yang berdiri di atas Kepala Naga Hitam nya.


Kau lebih baik pergi. Ajal mu bukan hari ini


Tambah nya dalam hati.

__ADS_1


Menatap Diaz, mengingatkan Alden akan Ryuza. Bangsa Rambell adalah penyebab nya. Tangan Alden sudah sangat gatal untuk mencabik habis Pria angkuh di hadapan nya ini.


"Jangan khawatir kan yang lain. Khawatir lah, bahwa Mungkin Hari ini Kau tak kan tetap hidup"


Mendengar Ancaman itu, Diaz segera meluncurkan serang nya. Beberapa kali bola bola hitam pekat terlempar ke arah Alden. Namun, Alden dengan sempurna dapat menghentikan nya.


Alden Seketika menebaskan Pedang nya, tampak Bagai Tali berapi yang siap menghancurkan Diaz dan Naga nya.


***


"Kakek, kita harus membunuh Raja Rambell segera mungkin. Jika lebih lama, takut nya pasukan kita tidak dapat bertahan" bisik Reyza, kini Reyza dan Raja Netcher siap memghabisi Raja Rambell.


"Tuan Reyza, Raja Netcher. Dari arah Barat. Muncul banyak monster Menjijikan. Kami butuh Tuan Reyza membimbing kami" Kata salah seorang prajurit yang napas nya masih tersengal.


"Reyza pergilah" titah Raja Netcher.


"Tapi Kakek, bagaimana mungkin aku meninggalkan Kakek sendiri " bantah Halus Reyza.


"Biar aku yang pergi" potong Seseorang. Reyza berbalik. Yah dia adalah Riekai.


"Riekai? Kau?!! "


"Sudah lah, Kakek dan Reyza tetap di sini. Dan habisi mereka. Yang di sana, biar Kai yang akan mengurus nya"


Raja Netcher dan Reyza mengangguk pasti. Kai juga segera pergi.


***


Bukhhh

__ADS_1


"Akhhh.. Argghhh" Desis Aila yang kini tengah melayang di udara, terlempar kuat akibat ulah monster di Barat.


"Hati - hati. Jika terjadi sesuatu padamu, nona akan membunuh ku nantinya " Sambung Ryuza, menangkap Badan mungil Aila yang terlempar.


Kini kedua nya berhadapan dengan beberapa Monster Bangsa Rambell yang menjijikan. Badan mereka besar, Mulut mereka selalu mengeluarkan Air liur.


"Heyyy Aila, Untuk saat ini, aku tak kan bertanya, dari mana kau mendapat kan sayap ini. Yang jelas, sekarang pergilah. Aku merasakan badan mu lemah. Tubuh mu sudah tidak bisa berperang lagi"


"Aku tak kan pergi, sebelum aku menghabisi para monster menjijikan ini!! "


"Aila, kumohon pergilah. Apa kau tidak tau, Kau adalah orang yang sangat berharga bagi Nona. Pergilah!! "


"Cukup!! Nona Hanya akan sedih beberapa waktu jika kehilangan Pekayan setia nya. Tapi, Jika kau terluka, maka Nona akan sedih seumur hidup nya. Cukup sudah Keluarga nya yang tiada, Tetap lah di sisi Nona. Cukup! Jangan Pergi lagi, Kau adalah sepupunya. Cukup! Jangan membuat dia kehilangan Keluarga nya lagi! Cukup Tuan Muda Ryuza dan Perdana Mentri Regata! Kau dan Tuan Reyza jangan!! " pekik Aila, menatap intens Kai. Di mata Aila tampak ambisi yang begitu besar. Ambisi untuk membunuh Bangsa Rambell.


Cukup Tuan Muda Ryuza dan Perdana Mentri Regata! Kau dan Tuan Reyza jangan!!


Kalimat terakhir Aila masih menggema jelas di telinga Kai.


"A--Apa?! Apa maksud mu?! Apa Ryuza dan Perdana Menteri Re--"


"Iyah Kai. Mereka telah tiada. Ini semua Karna kemampuan ku yang payah. Ini semua karna aku yang bodoh!! Dengan Membalaskan dendam mereka, Itu membuat ku lebih baik. Walau Nyawaku taruhan nya. Nona tidak membutuhkan pelayan Payah seperti ku! "


Kai diam tak bergeming. Matanya merah menyala, ada banyak amarah terpancar dari sana. Pipinya bergetar menahan luapan itu.


"Tidak! Ini bukan salah mu Aila! Jangan menyalahkan dirimu sendiri! Nona juga pasti tak kan menyalahkan mu!! Tapi, bangsa Rambell. Mereka harus membayar NYawa Ryuza!!!! "


Kai dengan cepat bergerak menyerang beberapa momster menjijikan itu. Kai terlalu lincah untuk Monster yang lambat itu.


***

__ADS_1


Next?


Lanjut?


__ADS_2