
***
"Aku menjadi Raja untuk melindungi Kerajaan Flawyard. Bukan memperbanyak istri. Jika kalian masih memaksaku, Aku tak keberatan mundur dari Takhta. Aku hanya memiliki satu Istri, Satu Ratu, dan Satu wanita yang akan menemaniku seumur hidup. Yah, dia adalah permaisuri ku Reva!! " Teriak Alden, berjalan ke arah Reva. Menggenggam tangan Wanita beruntung itu. Bahkan, Alden mengecup lembut pucuk kepala Reva di depan mereka semua.
"Alden... Aku--" lirih Reva. Ini Kemungkinan yang paling tak pernah Reva pikirkan.
Nona muda, selamat. Anda mendapatkan seorang suami seperti ini. Anda orang yang sangat beruntung. Aku tak yakin, anda bisa menemukan sosok seperti pangeran Alden lagi. Di manapun.
Batin Aila, dia ikut bahagia Atas keberuntungan Nonanya.
Bagus Alden. Tolak! Tolak lah segala perkara yang ingin menyakiti permaisuri mu! Ibu bangga!
Batin Ratu, hatinya bisa lebih tenang dan damai. Dia bahagi, tersenyum hangat.
"Aku Mencintaimu. Kau tak kan pernah tergantikan oleh apapun. Bahkan Kerajaan ini. " Sambar Alden, Sekali lagi mengecup lembut pucuk kepala Reva.
"Tapi, bukan nya kau ingin menjadi Raja sejak dulu? "
"Aku lebih ingin menjadi suami mu. Jadi, untuk kalian semua Perangkat Kerajaan. Aku umumkan, Aku hanya akan menjadi Raja tanpa adanya selir. Jika kalian tetap memaksa, Aku tak perduli untuk meninggalkan Takhta kerajaan ini. " Seru Alden lantang. Tak ada yang bisa menghentikan nya.
Semua Orang terdiam. Begitu juga Raja. Ia tak kuasa mengatakan apapun.
Bagi Empat Wanita kelas atas Yang ingin di jadikan selir. Ucapan Alden kali ini bagai sebuah tamparan keras untuk mereka.
"Yang Mulia Alden! Ini tidak bisa! Kau tidak boleh Egois! " Bantah Penasihat Raja. Bagaimanapun, ia harus memasukkan putrinya sebagai Selir. Jika ingin menaikkan drajat putrinya.
__ADS_1
Aku harus memasukkan putri ku dalam mansion Ratu. Itu harus, Agar dia bisa memiliki anak dari pangeran. Atau bahkan menjadi permaisuri, ketika Reva mati. Aku sudah memikirkan banyak cara untuk membunuh Putri menjijikan perdana menteri itu.
Batin Jendral Utama. Ia selalu berambisi menjadikan Mira putrinya untuk menjadi Ratu kerajaan Flawyard.
"Kenapa tidak bisa? Aku lah penentunya. Kalian pikir kalian siapa! Beraninya memaksa dan mengaturku! Dengan beralibi Tradisi! Kalian pikirkan. Jika Aku menjadi Raja, maka Hanya ada satu Istriku Reva. Dan hanya dia. Jika tidak suka. Aku juga dengan ikhlas menyerah kan Takhta ini. " Tegas Alden, menarik Reva ke tengah - tengah Aula. Menggenggam tangan perempuan beruntung itu.
"Baiklah Alden! Kau akan menjadi Raja Dan hanya ada Reva sebagai wanita mu. Tidak ada yang lain! Kau bebas! Upacara cukup sampai di sini! Aku tak menerima protes apapun. Ini hanya soal Selir! Tak begitu penting! Asal Permaisuri ada, semua baik - baik saja! Alden akan menjadi Raja. Aku akan pergi besok pagi! " Titah Raja itu, yang sifatnya mutlak. Ia tanpa menoleh ke arah manapun. Meninggalkan Aula istana utama.
"Aku tidak terima! Yang mulia Raja! Ini menyalahi aturan kita! " Protes Jendral Utama Tak terima.
"Cukup Jendral! Ini keputusan Raja! Jangan di bantah! Apa kau ingin menjadi pemberontak? " Pekik Ratu. Tentu ia akan mendukung Reva dan Alden.
Tcihhh!! Dasar Ratu kurang ajar! tunggu saja pembalasan ku!
"Jangan menghina ibu Ratu dan Permaisuri ku. Aku tak kan menjadikan mereka selir. Pertemuan hari ini cukup sampai di sini. " Titah Alden enteng. Ia menarik tangan Reva dan berjalan pergi.
Ratu Mengikuti Jejak Alden dan Reva keluar Aula.
"Alden tunggu! Ada yang ingin ibu katakan pada Reva. " Cegah Ratu menghentikan langkah Alden dan Reva.
"Apa yang ingin ibu Ratu katakan? " Sarkas Alden. Ya, itulah Alden. Sejak kapan dia lembut pada orang lain?
"Khusus untuk Reva. Bukan kamu. Biarkan Reva ikut Ibu. "
"Tidak bi--"
__ADS_1
"Alden cukup. Aku akan pergi dengan ibu. " Potong Reva. Ia menatap lekat suami luar biasanya.
"Tapi, "
"Alden. Ku mohon~ Aku baik - baik saja. Oke? "
"Baiklah, Jika sesuatu terjadi padamu. Jangan salahkan aku memenggal mu. Tidak perduli kau Ratu atau bukan. Yang menyakiti permaisuri ku, harus berakhir tragis. " Sinis Alden, menatap mengerikan ke arah Ratu.
"Jangan khawatir. Aku mendukung Reva. " Sahut Ratu enteng. Menebar senyuman Khasnya.
****
"Reva, selamat. Kau memiliki Alden yang akan menjaga mu. Mengubah tradisi payah kerajaan ini. " kata Ratu mengecup pucuk kepala Reva. Saat hanya ada mereka berdua di sana. Di Tepi kolam Teratai.
"Terima kasih ibu Ratu. Sudah ku katakan. Aku baik - baik saja. "
"Baguslah Nak, Kau sebagai Ratu Negri ini. Harus mengubah takdir menjengkelkan Ratu Kerajaan Flawyard. Yang dulu Ratu Pertama dan Aku alami. Sejak dulu Ratu Kerajaan Flawyard memiliki kutukan. "
"Kutukan Apa ibu Ratu? "
"Kutukan tidak bisa memiliki Anak. "
***
Lanjutt hari ini?
__ADS_1