Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
# Last Episode


__ADS_3

***


Reva dengan perlahan membuka matanya,  masih agak buram pandangaannya. Memaksanya mengerjapkak mata beberapa kali lagi. Dan,  yah penglihatan nya mulai jelas.


"Kau baik - baik saja,  Nak? " Tanya perempuan itu. Dengan intonasi lembut dan aura yang hangat.


Reva mendongak,  menatap satu dari Lima perempuan yang berdiri di sebelah kasurnya.


"Apa kau baik - baik saja? " tanya nya lagi saat tak mendapat respon apapun dari Reva.


Pandangan Reva mulai jelas. Dia bisa melihat perempuan cantik,  berpakaian serba putih dan juga perhiasan emas. Perempuan itulah yang sedari tadi berbicara pada Reva.


"Siapa kalian? Dimana aku? "


Tanya Reva lagi,  menatap satu persatu Lima perempuan yang berdiri di sana.


"Aku Dewi Cahaya,  Viona. Dewi ribuan tahun yang lalu. Yang berhasil menyegel Ziyush. " Terang nya. Reva hanya diam dan melongo heran.


"Aku Dewi Bulan,  Vivian. Aku juga ikut menyegel Ziyush. " Sambarnya. Perempuan dengan gaun abu - abu yant elegan. Di balut dengan Jubah berwarna biru Navy.


"Aku Dewi Dari bangsa Rambell. Hem,  seperti nya kau tau soal bangsa ku kan? " tanya nya. Perempuan bergaun Kuning muda,  berbalut Jubah Hitam yang indah.


"Aku Dewi dari bangsa Ksatria Murni. Seperti nya,  Aku dan Suami mu dari satu bangsa yang sama. " Kata perempuan bergaun serba merah,  dengan berbalut Jubah Hitam elegan nya.


"Aku Dewi Dari bangsa Netcher. Bangsa kita. Bangga sekali memiliki keturunan sepertimu. " Ujarnya,  mendekat dan duduk di sebelah Reva. Perempuan bergaun biru laut,  di balut oleh Jubah hitam berkilau yang sangat indah.


"Aku mengerti. Kalian adalah lima Dewi dalam sejarah yang berhasil menyegel Ziyush. Lalu apa sekarang? Kenapa aku ada di sini. Bukan kah Aku dan Alden sudah berhasil menyegel Ziyush?! " Tanya Reva tak suka.


"Kalian memang berhasil menyegel Ziyush. Tapi,  sayangnya kalian harus berpisah. Karna, suamimu telah tiada. Dia menukar umurnya dengan kekuatan yang sangat Dahsyat dari pedang pusaka itu." Terang Dewi dari bangsa Ksatria Murni. Dia juga mendekat ke arah Reva.


"Tidak! Tidak mungkin! Alden tidak mungkin tiada!!! " Bantah Reva keras. Mana mungkin dia bisa terima saat ada yang mengatakan suami tercintanya telah tiada.

__ADS_1


"Itu memang benar. Suami mu telah tiada,  karna kehabisan Energi total dan dasarnya. Dan kau ada di sini karna takdir keberuntungan. Kami,  Lima Dewi dalam sejarah Akan mengabulkan satu permintaan mu. " Kata Dewi cahaya itu.


Reva langsung diam,  setelah mendengar keberuntungan nya.


"Apa kau akan mengabulkan permintaan ku? " Tanya Reva lagi memastikan.


"Yah,  Karna kau orang baik dengan Takdir keberuntungan. Maka kau boleh meminta apapun pada kami. Kecuali satu hal,  Menghidupkan Alden kembali. Kami tidak bisa. Itu tidak mungkin. Kami tak memiliki kuasa sehebat itu. "


Mendengar itu Reva lebih diam lagi. Apa gunanya permintaan jika dia tidak bisa hidup dengan suami tercintanya.


"Apa tidak ada cara lain?! Aku ingin Alden hidup! Aku tak mau yang lain! Aku tak butuh!! " Ronta Reva tak terima.


"itu tidak bisa Reva. Alden di takdirkan sudah tiada. Ini juga karna dia yang terlalu berlebihan dalam mengeluarkan kekuatannya. Tapi,  itu wajar saja. Karna Ziyush memang sangat kuat. Kami mengakui keberanian suamimu,  dan kau sendiri  kalian luar biasa. "


Tambahnya lagi mencoba menghiubur Reva.


"Pujian tak ada gunanya kalai tidak ada Alden di sisiku. Hiks... Kumohon pada kalian. Kembalikan Alden padaku. Aku akan melakukan apapun, segala Cara Agar Alden bisa bangkit kembali. Aku sangat mencinta nya. " Reva menangis begitu hebat,  ini kali pertamanya dia menangis se dahsyat itu selain untuk  kematian Ayah dan Kakeknya.


"itu tidak bisa Reva! Itu tidak boleh! Itu kehendak takdir! Alden sudah tiada! Dan kau harus menerimanya! " Dewi Cahaya masih terus bersikukuh.


"Kau yakin kau bisa melakukan apapun? " kini Dewi bulan lah yang bertanya.


"He'ehm! " Angguk Reva yakin,  dia belum bisa begitu bicara. Bicara itu sangat sulit.


"Kalau begitu kita hanya bisa menggunakan metode sistem bagi umur. Di sini,  Reva...  Kau akan memberikan setengah umurmu pada suamimu. Dengan kata lain. Umurmu jadi hanya tinggak setengah. Apa kau siap? " tanya Dewi bulan lagi,  memastikan dengan wajah nya. Reva juga tak kalah yakin,  dengan wajah penuh semangat,  dia menjalankan sistem ini.


REVA POV.


Akhirnya setelah itu,  aku dan Alden melaukan transfer umur. Aku membantunya  mengisi lagi,  dengan masa umurku yang berkurang. Dan usia ku berkurang setengah.


Tapi,  itu tidak masalah. Setidaknya dengan begini Aku dan Alden bisa hidup bersama, dan juga mati bersama. Apakah Cintaku dan Alden,  termasuk kisah cinta sejati?

__ADS_1


"Reva? Apa kau baik - baik saja? bagaimana dengan anak kita? "


"Alden?! kau sudah sadar?! aku merindukan mu. payah!! "


~END


***


Assalamualaikum


Hai hai hai guys!!


Makasih yah yang udah mau baca terus cerita ini. Meski alurnya agak gaje,  karna yah gitu. Wkwk


Dan yah,  mohon maaf yah kalo aku ada salah sama kalian. Ngecewain atau semacamnya.


Dan pokoknya makasih banget yang udah dukung aku.


Buat kalian yang selalu setia membaca,  Aku bakal kasih Beberapa ekstra part yah.


Pensaran enggak sih,  gimana Alden yang protektif jagain Reva yang tengah hamil anak pertama?


Kira - kira anak nya cowok apa cewek yah?


Tunggu Ekstra part nya yah. Di tunggu~


Oh yah, sekalian yuk Singgah di cerita


"TAKDIR VIRA!"


Genre : Fantasy, Romance, Time Travel, Komedi, Action yah~

__ADS_1


Author tunggu kehadiran kalian. Hehe^^


Tunggu Bab Tambahannya yah~


__ADS_2