
Ayoo tinggal kan jejak,
Silah tinggal like dan komen yaa
Oh iyah Vote juga, hehe
Biar nambah semangat Author buat up
***
"Sekarang giliran aku yang bertanya padamu. Apa benar, orang yang memiliki tanda mawar merah bersinar adalah keturunan bangsawan Arthaft?!" tanya Kai menatap intens Raja Arthaft.
Raja Arthaft tersenyum miring, ia tentu tau maksud dari pertanyaan cucu baru nya ini.
"Kau menanyakan Ibu kandung ku karna kau berpikir aku adalah keturunan bangsawan Arthaft??" pekik halus Kai lagi.
"Jangan munafik. Kau juga berpikir seperti itu kan??" sahut Raja Arthaft, yang sudah menduga nya.
Kai hanya menyungging kan senyum miring, dia bukan Aila si lidah tajam. Baginya, banyak bicara saat ini takut nya akan menjadi malapetaka.
"Baiklah, langsung ke inti nya saja, aku akan membawa mu ke pedang Phoenix Legenda. Kau harus menjatuhkan setetes darah mu di sana. Jika dia memancarkan sinarnya, maka kau memang adalah bangsawan Arthaft Cucuku yang hilang"
Kai masih sedikit kebingungan, ia menaikkan sebelah alis nya. Tentu itu adalah tanda sikap kesombongan nya.
Raja Arthat menyeringai seram, sebelum akhir nya ia melakukan sesuatu hal, dan tampak sebuah Pedang Bercahaya keluar dari tubuh nya.
Ukhhhh...Apa tidak sesak menyimpan pedang itu di lengan bajunya, Ayolah dia harus nya sadar, usia nya cukup tua untuk seorang pesulap.
__ADS_1
Batin Kai, ia tentu jelas melihat, itu bukan di sembunyikan dan keluar dari lengan bajunya. Pedang itu secara tembus keluar dari badan Raja Arthaft. Jadi maksud Kai ngomong gitu apa? Yah tentu untuk menghilangkan rasa gugup nya.
Berbeda dengan Kai. Reyza dan Ryuza terlihat lebih tenang.
Raja Arthaft berjalan perlahan menghampiri Kai yang tertunduk lesu. Dia meletakkan pedang itu di lantai, dan secara ajaib, pedang itu melayang tepat setinggi wajah Kai yang tertunduk.
"Berikan setetes darah mu padanya. Kita akan lihat, apa kau memang keturunan murni bangsawan Arthaft?!" titah Raja itu.
Kai menutupi ekspresi tercengang nya. Ia menatap intens pedang biru di hadapan nya. Pedang yang mereka sebuat sebagai Phoenix Legenda.
Ukiran mawar biru ini?! Bukan kah sama dengan milik Nona Reva?!!
Batin Kai. Dia tersentak halus, tatkala melihat Ukiran mawar biru di pedang itu. Mawar biru yang sama persis dengan tanda di bahu Reva. Dia menelan saliva nya payah. Menyadari, tekanan di ruangan itu tak lagi normal.
Tttsskkk! Tes! Tes!
Mereka semua tak ada yang tercengang, mereka semua memang sudah menduga nya. Bahwa Kai memang adalah keturunan bangsawan Rambell. Pedang biru itu bersinar memancarkan bayangan Phoenix biru yang Gagah. Aura nya menjadi lebih tertekan.
"Inikah Phoenix Legenda?! " tanya Kai, ia tercengang dengan bayangan itu. Hanya bayangan, belum Phoenix Asli yang muncul. Tapi Kai sudah terkagum - kagum di buat nya.
"Dialah Phoenix Legenda. Kekuatan Utama bangsa Netcher, Dia terkurung dalam pedang Itu. Awalnya pedang itu adalah pedang biasa, sampai Phoenix Legenda di segel di dalam nya. Tidak ada yang tau, siapa yang bisa melepaskan dan menjinakkan Phoenix Legenda itu" Terang Raja Arthaft. Sebenarnya bagi dirinya sendiri pedang Phoenix Legenda ini juga merupakan teka - teki besar yang tak bisa ia pecah kan.
"Jadi karna itu kah, Bangsa Netcher ingin di hilangkan dari muka bumi ini?! Karna kekuatan Phoenix Legenda?!?"
__ADS_1
"Benar. Dulu, aku pernah mendengar nya dari kakek ku. Kekuatan Phoenix Legenda itu sendiri mampu meluluh lantahkam satu kerajaan ini. Tapi, siapa yang bisa melepaskan segel nya, aku tak pernah melihat nya selama Empat generasi sebelum kalian"
Kai masih bingung dia merasakan sakit kepala yang menghujam. Kepala nya ia pegang erat - erat.
"Ada apa Dengan mu Kai?!?" Tanya Raja Arthaft. Dia khawatir, tentu saja karna dia adalah kakek nya.
Kai sendiri masih bingung. Tapi satu yang pasti, Darah nya mendidih, tatkala dia tiba - tiba melihat bayangan bagaimana usaha bangsa Rambell, kerajaan Flawyard, ahhh dan Juga Bangsa Ksatria yang menghabisi Saudara sebangsa nya.
"Kau melihat kilatan bayangan itu?! Tenang lah. Dulu aku juga melihat nya, Bayangan yang membuat darah mu mendidih. Menyulut api amarah mu! Tenangkam dirimu, akan tiba di satu masa, kita membalikkan semua perlakuan mereka!!" Sambar Reyza. Ia menepuk pundak Kai pelan, menyadari Betapa murka nya ia dulu, hingga dirinya dulu langsung membunuh Salah satu Jendral yang dia lihat dari bayangan saat membantai habis bangsa nya.
"Tunggu?! Kalian kakak nya Reva!! Apa mungkin Reva juga adalah bagian dari bangsawan Arthaft!!" pekik Kai, entah apa yang di pikirkan nya sedari tadi, hingga ia baru menyadari hal ini.
"Bukan hanya itu. Dia juga cucu kesayangan ku! " sambar Raja Arthaft.
"Oh yah Kai. Kenapa di tengah malam kau mengendap masuk ke kediaman pangeran Alden?! Jangan bilang Kau menyukai Reva?! Itu tidak di perbolehkan, dia kakak sepupu mu, ingat itu!! " peringat Ryuza yang merasa ada gelagat aneh pada Sepupu barunya.
"Aku tidak menyukai nya dalam hal itu. Nakun, aku sangat menghormati nya karna alasan tertentu" Sahut Kai.
"Ceritakan padaku. Apa maksud mu?! " pekik Ryuza lagi.
"Lupakan masalah itu. intinya adalah Kai tidak boleh memiliki perasaan yang seperti itu terhadap Reva. Saat ini, Membawa Reva pulang adalah prioritas kita! " sambar Reyza.
"Yang Reyza katakan benar. Keselamatan Cucuk ku jauh lebih penting" Kakek Arthaft menyahuti.
"Sudah lah, Aku akan menceritakan nya di tengah Jalan. Dan kalian, ceritakan semua tentang bangsa Rambell juga " tambah Kai merangkul Ryuza, layak nya sepupu yang sudah mengenal lama.
***
__ADS_1
Yoo jejak nha yah... Hehe...
Vote nya juga..