
***
"Uhukkkkk!!! Uhukkk"
Reva tersentak, ia terbatuk. Batuk nya mengeluarkan darah, entah apa maksud nya. Reva juga tidak mengerti.
Ada apa? Kenapa dengan mu? Heyyy,, Kau harus ingat. Kau harus segera membangkitkan kekuatan Phoenix Legenda.
Seru Akrein. Akrein juga merasa terganggu karna ketidak konsentrasi Reva.
"Entah lah, aku tidak tau. Ada yang berbeda, aku merasa aneh. Perasaan yang aneh. Aku merasa tidak tenang. Rasanya ingin terus menangis. Sesak hati... "
Reva juga bingung. Ia merasa sangat tidak tenang.
Sudah lah, lupakan semua itu. Konsentrasi lah. Kita akan--
"Tidak! Tidak Akrein! Kita harus kembali. Ada yang aneh! Sangat aneh! Aku merasa tidak tenang! Kita harus kembali!! "
Reva bangkit dari tempat duduk nya, bangkit berdiri segera keluar dari ruangan itu. Akrein terus mencoba menghentikan nya. Tapi, Naluri Reva sangat kuat. Ia sama sekali tak memeperdulikan Akrein.
Gadis ini! Sangat keras kepala!!
Peringat Akrein. Akrein memilih mengalah, ia tak bisa menghentikan Reva.
***
Pyashhhhh
"Pangeran Alden. Kami baru mendengar kabar, bahwa Bangsa Netcher telah pergi menyerang Bangsa Rambell. Di pimpin oleh Raja Arthaft" lapor Ferry, pada Alden yang juga tengah bersemedi.
"Apa?! Bagaimana dengan Reva?! " pekik Alden, ia langsung menghentikan kegiatan nya.
"Maaf Tuan, aku sama sekali tidak melihat Putri Reva! "
__ADS_1
"Cepat, siap kan Pasukan. Kita akan membantu bangsa Netcher, menghabisi bangsa Rambell"
"Apa maksud anda Tuan? Kita akan ikut untuk memusnahkan Bangsa Rambell?! "
"Benar. Ini adalah kewajiban ku. Bagaimana pun, aku juga adalah menantu Keluarga Arthaft. Istri ku adalah putri keluarga mereka. "
"Baiklah tuan, kami akan mematuhi anda! "
"Reva.. Sebentar lagi... Sebentar lagi.. Kehidupan Damai kita akan di mulai.. Maaf Kakek, Cucumu ini akan mengecewakan harapan mu. Aku terlalu mencintai Istri ku sekarang " Gumam Alden memainkan pedang nya.
***
Beberapa Hari telah berlalu. Aila masih setia diam terkurung di ruangan itu, yah tentu karna atas perintah Diaz. Aila dengan takut dan Khawatir selalu menunggu kabar dari Ryuza. Seperti nya Ryuza telah menyentuh Hati kecil nya. Gadis cerdik itu sama sekali tidak tau, bahwa Pria yang selalu di khawatir kan nya. Telah tiada.
Aila terkejut, tiba - tiba sudah ada Elang Hitam di atas ranjang nya.
"Kau Aila kan? Ikuti aku, aku sudah menemukan Jalan keluar untuk mu" Seru nya, dengan nada seidngin mungkin.
Aila sedikit terkejut, bagaimana mungkin Burung Elang bisa berbicara. Akh, ini adalah dunia yang aneh. Tidak heran. Pikir nya.
"Sayang nya dia telah pergi lebih dulu dari mu"
"Apa maksud mu?! Tidak mungkin Tuan Ryuza meninggalkan ku begitu saja. Kau Gila! Ini pasti jebakan mu!! "
"Dia telah Pergi ke tempat pencipta nya."
"Ap.. Apa?! Apa. Maksud mu?! Tidak! Tidak mungkin. Tuan Ryuza adalah orang yang kuat!! Tidak mungkin dia Meninggal"
"Yah, dia telah tiada. Tiada dengan jiwa Setia sebagai Jendral Bangsa Netcher. Jangan menangis, Menangis hanya akan membawa kan kesedihan untuk jiwa nya. Bangga lah dengan nya"
"Ta--Tapi Tuan Ryuza"
"Dia sudah tiada dengan Jiwa Ksatria. Aku adalah Makhluk peliharaan nya. Dia berpesan, Dia telah menitahkan aku untuk membawa mu keluar dark tempat terkutuk ini. Jadi, ayoo. Ikuti permintaan nya. Pergi dari sini"
__ADS_1
"Ta--"
"Kita di serang!!! Bangsa Netcher sudah menyerang kita!! Semuanya bersiap pasang Formasi!!" Teriak prajurit dari luar sana.
Tampak Bangsa Netcher di pimpin oleh Raja Arthaft, dengan pasukan yang sangat banyak. Bersiap untuk menyerang Bangsa Rambell di tempat nya.
"Bagus! Bangsa Netcher sudah datang! Ayo, Ayo kita bergabung dengan mereka!! " seru Elang hitam itu.
"Mereka sudah datang. Tapi terlamabat. Tuan Ryuza sudah tiada, Tuan Regata juga telah Tiada. Dua orang pria kesayangan Nona muda telah tiada. Apa yang akan aku katakan pada Nona. Aku hanya di minta untik menjaga Ayah nya. Aku tidak bisa, bahkan Kakak nya juga tiada. Kenapa?!!! Kenapa bukan aku saja yang tiada!!! " Frustasi Aila. Baru kali ini Gadis cerdik itu gagal dalam menjalan kan misi nya.
"Berteriak tidak akan ada gunanya. Sekarang saat nya, saat nya kita untuk membalas mereka. Aku juga ingin membalas kan kematian Tuan Ryuza!" Sery elang hitam itu. Tiba - tiba mengepakkan sayap lebar nya.
"Bergabung lah dengan ku, Aku akan membuat mu semakin kuat. Tapi, Kau hanya bisa menggunakan Aku sekali saja. Setelah itu... " lanjut Elang hitam itu.
"Setelah itu kita berdua akan tiada. Bagaimana? Apakah kau siap? Setidak nya Aku ingin membalaskan kematian Tuan Muda Ryuza! "
Aila tertegun, ia terdiam sebentar. kali ini dia akan mengambil keputusan untuk hidup dan matinya.
"Setidak nya, kematian mereka akan meringankan Hati Nona ku. Baiklah Aku siap bekerja sama dengan mu. " sahut Aila.
"Mulai sekarang, Kita akan mati bersama nanti nya. Batas waktu mu hanya beberapa hari. Tergantung dari Kekuatan yang kita keluarkan. Maka dari itu, segera lah bunuh musuh kita sebanyak - banyak nya! "
Elang hitam itu kini berubah menjadi Gempulan asap Hitam.
"Baiklah, Kau tenang saja. Mereka semua akan membayar nya" sahut Aila, kini ada Dua sayap hitam yang besar dan panjang yang menempel di bahunya, menyatu dengan tubuh nya.
"Ayo! Balaskam dendam nya!! "
***
Next?
Lanjut?
__ADS_1
Terlalu Rumit kah?