Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
37. Ziyush #2


__ADS_3

***


"Alden... Jangan bercanda. Kau tau siapa makhluk itu?! " pekik Reva tak suka,  saat suaminya bercanda di keadaan seperti ini.


"Dia adalah Ziyush! Makhluk aneh yang sudah di segel oleh Lima Dewi ribuan tahun yang lalu. Dan saat ini,  Aku lah yang akan menyegelnya. Karna berani menganggu permaisuri tercintaku. " kata Alden enteng. Seakan - akan makhluk mengerikan itu bukan apa - apa baginya.


Wroraaaaahhhhh!!!


Auman gila itu terdengar dari Monsternya. Ia langsung menggerakkan Empat tentakelnya secara bersamaan. Syukurlah , Alden sangat cepat. Ia mampu menghindar dengan Membawa Istri kecil kesayangannya.


"Reva...  Dengarkan Aku. Tetap di sini,  jangan bergerak. Biarkan aku yang melawannya. Oke?" Saran Alden,  meletakkan Istrinya di balik bongkahan batu besar.


"Tapi...  Dia sangat Kuat. Aku tak ingin terjadi sesuatu padamu. " Bantah Reva.


"Lalu,  apa kau ingin terjadi sesuatu pada anak kita? Kau ingin tetap bertarung? Saat kau sedang mengandung? " Pekik Alden tak suka. Dia selalu Over Protektif jika itu mengenai Istrinya.


"Tapi,  Alden. Aku baik - baik saja. Aku Dewi Cahaya sekarang,  sekaligus kegelapan. Kau lihat sayap ku? Aku baik - baik saja? Kita akan menyerangnya bersama. " Kekeuh Reva tak mau kalah. Matanya binar memohon menatap Alden.


"Ha~"


Alden menghembuskan napas kasar. "Baiklah,  Aku terlalu mencintai mu. Hingga Aku tak bisa menolakmu. "


Chup


Alden mengecup bentar bibir Reva. Rindunya sudah cukup menumpuk.


"Aku menyerang di depan, dengan serangan jarak Dekat. Kau di belakang,  dengan serangan Jarak jauh. Mengerti? "


"Yah! " Reva mengangguk pasti.

__ADS_1


Alden segera menaiki Afisen lalu terbang ke arah Makhluk itu. Begitu juga dengan Reva yang terbang,  tapi Agak jauh dari Monsternya.


Shin An Hush Pat Fikt!


Entah dari mana suara itu datang. Namun,  suara yang melafalkan Kalimat Aneh itu terus mengingang di kepala Alden. Siapapun itu! Entah apa maksudnya!


Kalimat itu membangkitkan Segel Empat Pilar. Dengan Empat kekuatan, Segel itu lah yang akan menyegel Ziyush! Caranya Mudah! Transfer energi mu sebanyak - banyak nya untuk mengisi Segelnya.  Dan Biarkan segelnya aktif. Lalu Pancing Ziyush untuk berada di tengah. Kemudian kemenangan ada di tangan kalian. Tapi,  segel itu berguna jika Energi yang di kumpulkan cukup.


Tampah suara itu lagi,  suara yang terus menggema dari kepala Alden.


Siapa kau?


Tanya Alden dengan pikirannya.


Aku leluhur mu. Kau luar biasa! Kau adalah anak yang ada dalam Ramalan! Aku beruntung! Kau adalah keturunan ku!


Secara perlahan suara itu hilang sendiri. Meninggalkan Alden yang masih kebingungan.


Entah apa Yang Alden ucapkan. Secara tiba - tiba sudah berdiri enpat tiang yang membentuk persegi yang besar. Tiang itu terlihat sangat tinggi dan kokoh,  dengan berhias Tulisan - tulisan kuno yang aneh.


Huh~


Ternyata apa yang leluhur katakan itu benar. Baiklah~ Aku akan mengurusnya. Ini bisa lebih cepat. Aku tak percaya aku yang tampan ini,  bisa kalah dengan monster jelek ini.


Batin Alden,  ia sudah memikirkan rencana terbarunya.


"Reva... Sayang,  Kita mengubah rencananya. Rencana barunya adalah,  Kau lihat empat tiang yang berdiri kokoh? Kau harus mentransfer energi mu di setiap tiang. Karna,  kau memiliki empat Kekuatan. Kekuatan dari Bangsa Netcher,  Takdir Dewi bulan, Kekuatan Cahaya dan kegelapan. " Terang Alden melalui telepati keduanya.


"Maksudmu,  empat tiang besar itu? Hemm... Baiklah~ Biar kutebak. Kita akan menggunakan itu untuk menyegel Ziyush?" terka Reva.

__ADS_1


"Tak ada yang lebih pintar dari Permaisuriku. "


***


Reva langsung melesat menuju salah satu tiang terdekat. Dengan hati - hati dia langsung menyalurkan Energinya. Tentu, saat Alden sendiri tengah mengalihkan perhatian Ziyush.


Hemm, Cara kerjanya bagaimana?


Batin Reva, ia langsung menampelkan telapak tangannya, sembari mengeluarkan energinya. Perlahan tapi pasti, ada cahaya putih yang merambat dari bawah hingga ke atas.


Sial sekali! Saat cahaya itu hampir naik pada puncaknya, Ziyush menyadarinya dan menyerang Reva dengan salah satu tentakelnya.


Bushhhh!!


Dengan cepat, Alden melemparkan Elemen angin tajamnya, berhasil memutus tentakelnya.


"Tetap fokus. Isi terus pilar itu. Soal monster jelek ini, biarkan aku yang urus. " Kata Alden melalui telepati.


"Ya ya ya, Aku mengerti. Tapi, aku tak suka kalau tubuhku terluka. " peringat Reva dengan nada bercanda.


"Aku pun tak suka kalau kau terluka. Akan lama menunggu mu untuk sembuh. Aku sendiri sudah tidak sabar dengan kewajiban mu sebagai istri di atas ranjang. Dan jika kau terluka, mengurangi potensi pelayanan mu. " Ujar Alden enteng, dengan senyuman menyeringainya. Tentu Reva tak dapat melihat nya, dan tak ingin melihat nya.


"Diam kau! Gila! "


Wroahhhhhh!!


Ziyush mengamuk lagi, di tengah - tengah Rayuan Suami pada istrinya itu. Ziyush melemparkan bola bola hitam ke arah Reva. Dan...


Pyahshhhhh!!!

__ADS_1


Sudah ada Akrein sang Phoenix Legenda yang menghalangnya menggunakan sayapnya.


***


__ADS_2