
***
REVA POV
Setelah Alden menjatuhkan titahnya, entah apa yang terjadi padaku. Kepalaku pusing tiba - tiba. Ini tidak seperti biasanya. Biasanya aku bisa menahan sakit jenis apapun itu. Tapi, tidak kali ini. Rasa berat itu langsung menyerang kepalaku. Dan aku ingat aku pingsan.
Tapi!? Sekarang?! Sekarang ada di mana aku?! Aku mengedarkan pandangan ku lagi, menysuri ruangan ini, eh ruang? Aku merasa ini lebih mirip dengan goa. Aku mengingatnya. Ini adalah tempat nya Dewi kegelapan, mungkin?
Aku menghela napas kasar, aku ingin bangkit duduk. Namun tidak bisa. Sulit sekali rasanya. Aku memasrahkan diri untuk tidur saja di sana.
Aku mencoba mengingat sesuatu lagi. Apakah Dewi kegelapan ada mengatakan hal - hal aneh padaku kemarin? Hem, aku menggelengkan kepalaku. Karna aku rasa tidak. Dewi kegelapan tak membisikkan hal jahat apapun. Entah lah, aku merasa Dewi kegelapan itu tak jahat sepenuhnya. Dia hanya payah dan bodoh.
"Kau sudah bangun payah? " suara itu terdengar enteng, datang menemuiku. Aku mengenalinya, yah dia adalah Dewi kegelapan.
"Apa kau yang menculikku? " tanya ku ceplos.
"Harusnya aku yang bertanya padamu. Mengapa kau menerobos Tempat ku? "
Aku mengernyit heran. Aku menerobos? Aku pikir dia yang menculikku karna gagal menggoda Alden.
Oh ya Ampun! Soal Alden. Bagaimana dengan Alden saat ini. Aku yakin, dia setidaknya mirip dengan orang gila. Mungkin?
"Jadi maksudmu? Kejadiannya sama saat aku tertidur? " tanya ku membuka suara.
__ADS_1
Dia mengangguk. "benar. Kau di sini hanya jiwa, sedangkan Raga mu ada di istana. Kau tau? Aku heran, bagaimana kau bisa menerobos tempatku? " dia juga ikut mengernyit heran..
Dia saja heran, apalagi aku? Aku juga tengah sama kebingungannya dengan dirinya.
"Aku enggak tau. Yang ku tau, aku ada di Aula istana dan aku merasa pusing. Tiba - tiba aku pingsan. " Sahut ku jujur.
Dia manggut, dia sangat aneh.
"Baiklah, aku mau keluar dulu. Tetap lah disini. Tak ada yang tau apa yang terjadi jika jiwa dan raga mu berpisah jauh. Semoga itu tetap menjadi satu, agar kau selamat. Kali ini aku tulus. " dia berbalik dan ingin meninggalkan ku. Dan saat itu aku juga tau bahwa bajunya ternyata terkena banyak noda darah.
"Tunggu!! " cegah ku. Dia berhenti dan menoleh padaku.
"Apa yang terjadi padamu? Kenapa ada noda darah di jubah mu? " tanya ku saat melihat jubah hitam itu ada darahnya.
***
"Reva? Ada apa dengan mu? Ini sudah hari ke empat sejak kau pingsan?! Jangan menakuti ku! Ku mohon bangun lah! " Lirih Alden masih setia mengenggam erat tangan Reva. Ia tak bisa melepaskannya. Matanya sendu menatap wajah pucat Ratu tercinta nya.
Reva kini terbaring lemah di kamarnya, dengan Alden yang tak pernah meninggalkannnya sedetikpun. Kita bisa melihat, betapa Alden begitu mencintai permaisurinya.
"Yang mulia, dia adalah Tabib yang datang dari Uatara. " seru Ferry, dengan seorang perempuan di sebelahnya.
"Cepat periksa Ratu ku! " titah Alden sarkas. Ia sudah kehilangan kesabaran dan konsentrasinya.
__ADS_1
Tabib perempuan itu mengangguk. Dia segera menghampiri Reva. Di mulai, dengan memeriksa Denyut nadi Reva. Dia memasang raut wajah Aneh. Membuat Alden tegang seketika, takut sesuatu terjadi pada permaisuri nya.
Matanya terpejam, Bibir nya mengatup Rapat. Tidak lama kemudian, dari hidungnya mengeluarkan darah merah segar. Membuat Alden semakin khawatir.
"Jiwa nya tidak di sini. Jiwanya tengah berkelana. Ini bukan penyakit. Jika ingin dia kembali bangun. Tarik lagi jiwanya. Jiwa Ratu tersesat di suatu tempat gelap, aneh, dan mengerikan. " seru Tabib itu, dia mulai melepas tangan Reva, membuka matanya dan menyeka darah dari hidung nya.
"Apa maksudmu jiwa Ratu ku tidak di tubuhnya? Apa ada yang mencoba menyakitinya?! " Desak Alden, tanpa memberi jedah untuk tabib itu menyeka darahnya.
"Itu benar. Saya samar-samar bisa melihat, jiwa Ratu di tempat yang aneh dan gelap. Dia tersesat. Harus segera di selamatkan. Atau dia tak kan pernah bangun dan membuka matanya lagi. " tambah Tabib itu.
"Tapi, dimana dia? Bagaimana aku bisa menjemput jiwanya?! "
"Dia ada di Area kekuasaan Dewi kegelapan!" Sambar Seorang yang suaranya lantang. Alden menoleh, ia mendapati ibu Ratu dan Ayahandanya ada di sana.
Mereka berdua langsung kembali setelah mendengar berita ini.
"Dewi kegelapan? Apa maksud ibu?! Apa dia yang meculik Ratu ku?! " Desak Alden terburu - buru.
"Benar. Dia pasti memaksa Reva untuk melakukan perjanjian dengn nya! Entah apa yang di tawarkan Dewi kegelapan saat ini. Alden! Kau harus cepat! Cepat susul jiwa Reva dan bawa kembali! "
"Tapi bagaimana caranya?! " frustrasi Raja besar itu.
***
__ADS_1