
***
"Kakek! Jelaskan, siapa itu Arriva Arthaft! " Seru Reva, yang baru datang. mengacaukan obrolan ke empat pria yang menyandang Gelar Bangsawan Arthaft itu.
"Reva Sayang, sudah sadar ternyata." sahut Kakek lembut.
"Apa maksud mu Reva?! Kenapa kau jadi tidak sopan?! " Sinis Ryuza, wajah nya terlihat sedikit kesal.
"Apa yang tidak sopan kakak Yuza? " tanya Reva bingung. Tentu, apa yang salah dari pertanyaan nya ini? Di hanya ingin bertanya untuk menjawab pertanyaan dari teka - teki yang menghantui nya.
"Reva, apa menurut mu memanggil nama ibunda secara langsung itu sopan? " Sambar Reyza, ikut menimpali.
Ibu kandung? Jadi, Aku memang Berasal dari Dunia ini. Aku memang memiliki darah Bangsawan Netcher. Jadi, yang perempuan itu katakan benar. Bayangan itu, bahwa dia meminjam tubuh ku. Jadi, jadi itu masalah nya?
Batin Reva mengerti. Kini teka - teki gelap yang menghantui nya memiliki titik terang untuk menjawab nya.
"Ahhh,,, maaf maafkan aku Kakak. Aku lupa nama ibunda kita. Mungkin karna sudah tidak bertemu dengan nya " Lirih Reva, ia langsung memeluk Reyza dan Ryuza. Berharap pelukan nya itu dapat menghilangkan emosi kedua kakak nya ini.
Jadi Guru Arriva adalah ibu kandung ku? Dan Bunda Atmaja adalah ibu kandung Kai. Tunggu, artinya bunda Atmaja adalah adik nya Bunda Arriva?! Jadi aku dan Kai sepupu?
Batin Reva lagi, kini ia sudah menarik Garis besar tentang keluarga nya sendiri.
"Reyza, Ryuza, maafkan lah Reva. Dia masih sangat kecil saat Ibunda kalian meninggal, saat Reva berusia Tujuh Tahun" seru kakek. Kalimat itu sukses membuat Reva melotot terbelalak. Bagaimana mungkin meninggal, saat Reva sendiri masih belajar dengan Arriva hingga usianya Lima Belas tahun.
__ADS_1
Apa? Apa ini teka - teki baru lagi? Guru, tidak Bunda Arriva masih hidup. Apa yang Bunda Arriva rencanakan sebenarnya? Lalu, Dewi lautan? Apa maksud nya?!
Batin Reva lagi, yah hanya membatin, karna harus dirinya sendiri lah yang memecahkan masalah ini.
"Kakek, bisakah kakek ceritaan tentang Bunda Arriva dan Bu, maksus ku Bibi Naraya. Kai pasti juga ingin mendengar kisah tentang ibunda nya" lirih Reva melepas pelukan nya dari kedua nya.
"Benar kakek. Aku tak pernah melihat ibunda ku" Sambung Kai menimpali.
Raja Arthaft itu menadakan tangan nya, tampak sebuah gulungan tiba - tiba muncul dari tangan nya, di ikuti cahaya putih.
Kakek Arthaft membuka gulungan nya, tampak bayangan Dua orang gadis sedang merajut bersama. Bagai infocus.
"Yang di sebelah kanan adalah putri Sulung ku Arriva Arthaft. Dan yang di sebelah kiri adalah putri bungsu ku Naraya Arthaft. Mereka kakak adik yang sangat akrab. Dan aku bangga memiliki putri seperti mereka. Kehidupan kami begitu tenang dan damai. Tak ada rasa iri yang timbul dari kedua kakak beradik ini. Hingga suatu hari, Arriva tiba - tiba menghilang entah kemana. Lalu dia kembali membawa Reyza dan Reva. Saat itu dia mengatakan bahwa dia sudah menikah dengan perdana Mentri Kerajaan Flawyard. Aku sangat terkejut, dan marah tentu nya. Tapi, itu tak berlangsung lama. Aku juga tak bisa marah begitu lama pada putri ku yang manis itu" Cerita kakek panjang lebar. Ia menarik napas nya panjang guna melanjutkan ceritanya.
"Lalu bagaimana Dengan Ayah ku? " tanya Kai.
Kakek Arthaft menggeleng pelan.
"Aku tidak tau" lirih nya terlihat putus asa.
"Sudah lah, ini sudah larut. Kalian semua beristirahat lah.. Kakek juga ingin beristirahat " ucap Kakek bangkit berdiri, segera kembali ke kamar nya. Tentu untuk menangisi kepergian kedua putri nya. Ayah mana yang tidak sedih kehilangan anak nya?
Semuanya kembali, menyadari suasana sudah berubah menjadi suram. Begitu juga Reva ia terlihat jauh lebih terpukul.
__ADS_1
Apa Bunda Arriva memang benar telah mati?
Batin Reva menatap rembulan yang memancarkan cahaya nya terlihat sangat bahagia. Seakan akan mengejek nya yang tengah bersedih di sana.
"Bulan sangat indah, menerangi gelap nya malam" Gumam nya tersenyum kecut.
"Yah itu indah, Tapi tubuh mu lebih indah dan sangat berharga. Ini harus di jaga, ingat kelak kau harus melahirkan banyak adik untuk Dafa"
ucapan Alden itu tiba - tiba masuk dalam ingatan Reva, mengingat kan nya akan Alden yang sedari tadi memang ada di pikiran nya.
"Alden... "
Lirih nya menatap Rembulan itu. menyaksikan bulan itu membangkitkan ingatan nya akan Alden. Tak kuasa Reva menahan isak tangis nya. Entah lah rasanya sangat sakit. Ia merasa begitu sakit.
Aku mencintaimu Alden...
Dan kenapa kita harus berakhir seperti ini?
Akan kah kau juga merindukan ku?
Batin Reva, tangis nya semakin pecah sudah.
***
__ADS_1
ada yang ingat Kalimat Alden itu, episode berapa?? 😅😅