
***
"Kakek Apa Ada yang pernah membangkit kan tiga Makhluk Legenda itu. Apakah tidak ada yang bisa mengalahkan Naga Merah dan Naga Hitam? " tanya Kai masih sama penasaran nya.
"Ada yang pernah membangkit kan mereka. Dan ada pula yang bisa mengalahkan Naga Merah dan Hitam" sahut kakek.
"Ada, kakek ceritakan" pinta Kai menatap nanar kakek Arthaft di hadapan nya.
"Dulu, Ayah ku pernah menceritakan nya. Tiga makhluk Legenda pernah di bangkitkan. Naga Hitam dan Naga Merah saling bertarung, memperebutkan Kekuasaan Kerajaan Flawyard. Pertarungan mereka sengit. Tapi, Dampak nya luar biasa. Kerajaan Flawyard hancur. Pada saat itu pula, Phoenix Legenda dari Bangsa kita bangkit, yang di bangkit kan oleh seorang pendekar perempuan bernama Tariva. Sejak saat Itu, Nama Tariva sendiri menjadi legenda. Dirinya di sebutkan sebagai Pendekar Phoenix . Entah kekuatan apa, tapi.. Itu berhasil mengalah kan Naga Hitam Dan Naga Merah sekaligus. Sejak saat itu lah, Phoenix Legenda di anggap menjadi ancaman bagi Kerajaan Flawyard. Karna kekuatan nya yang begitu besar. Hingga memaksa Dewi Tariva, sang pembangkit Phoenix Legenda harus menyegel nya, guna menciptakan kedamaian di antara tiga bangsa di Kerajaan Flawyard ini. Tapi, Beratus tahun kemudian mereka mencoba memusnahkan kita, karna takut akan bangkit nya Phoenix Legenda lagi. Namun, sampai sekarang tak ada yang bisa membangkitkan Phoenix Legenda."
"Tunggu, itu artinya selama Beratus Tahun, Baru hanya Reva yang bisa membangkitkan Bayangan Phoenix Legenda?! " Tanya Reyza.
"Benar. Dan ini kali pertama aku melihat Bayangan Phoenix Legenda secara langsung"
"Tapi, Reva hanya membangkitkan Bayangan nya? Kakek apa mungkin Reva bisa membangkitkan Phoenix Legenda sepenuh nya? " tanya Reyza lagi.
"Entah lah. kakek juga tidak tau.. Ini lah tugas kita untuk mencari tau nya. Akan kah ini membahayakan Reva atau tidak"
Mereka semua menggangguk yakin. Yakin akan menemukan jawaban dari teka - teki baru ini.
***
"Bagaimana Ferry? Apa kau sudah menemukan di mana Bangsa Netcher bersembunyi? " Interogasi Alden, yang masih duduk risau di kamar nya. Kepala mya hanya di penuhi dengan Reva dan Reva. Ia tak kuasa memikirkan hal lain kecuali Reva. Bahkan beberapa kali, Alden berhalusinasi datang nya Reva pada nya.
__ADS_1
"Maag pangeran. Kami tidak menemukan di mana Bangsa Netcher bersembunyi. Tapi, kami menemukan di mana Bangsa Rambell berada "lapor Ferry masih setia menunduk di hadapan pangeran nya ini.
Alden tersentak halus, sedari tadi ia hanya memikirkan Reva. Dirinya lupa bahwa dia sedang dalam medan perang Bersama Bangsa Rambell.
"Dimana mereka? " tanya Alden, dari mata nya tampak ia lebih serius.
"Mereka bersembunyi di lembah Hutan sebelah Barat pangeran "
"Bagaimana dengan pasukan kita? Apa masih bisa untuk menyerang mereka?"
"Untuk sekarang belum pangeran. Mereka masih banyak yang terluka. Setidak nya kita harus menunggu beberapa hari lagi. Bangsa Rambell juga tidak akan menyerang, pasukan mereka sendiri hilang setengah nya. Dan banyak sekali yang terluka akibat serangan Permaisuri Reva"
"Oh tentang Reva? Apa kau tau itu apa? " Sinis Alden lagi.
"Ternyata kau juga menyadari nya yah.. Baiklah, segera temukan di mana keberadaan Reva. Secepatnya! " titah Alden keras.
"Pangeran, saya harap anda tidak menunjukkan wujud asli anda lagi sampai kita mendapatkan 'itu' . Ini semua demi Bangsa Ksatria Murni pangeran" peringat Ferry penuh makna.
"Aku paham, aku yang salah karna ceroboh. Kau pergilah, laksanakan titah ku! Bersiap untuk menyerang, kita akan bertempur Tiga hari lagi.
"Baiklah pangeran, saya akan undur diri" pamit Ferry melangkah kan kaki nya keluar.
Tya Reva Wisbrith ternyata adalah Tya Reva Arthaft. Humph! Tidak masalah. Tujuan kami bukan lah itu, Reva.. Asal kau tetap di sisiku aku akan melakukan apapun untuk mu. Bahkan mengorbankan Tujuan 'itu' . Maafkan aku kakek Cadris. Rencana kita akan sedikit berubah karna cinta ku. Tenang, aku akan memberi mu banyak cicit sebagai ganti nya.
__ADS_1
Batin Alden.. Kini otak nya sudah jernih, dia sudah merancang begitu banyak Rencana.
Rencana Kita berubah Tuan? Lalu apa Rencana kita selanjutnya??
Entah suara dari mana itu berasal. Suara berat yang penuh tekanan.
"Pertama - tama. Kita harus memusnahkan Bangsa Rambell ini. Dan merampas kalung merah benda pusaka bangsa Rambell itu" Sahut Alden, santai tidak takut sama sekali. Seakan - akan ia sudah tau siapa pemilik suara itu.. Padahal jelas sekali dia sedang sendirian di ruangan itu.
Kalung Merah benda pusaka Bangsa Rambell? Maksud anda kita akan tetap menjalan kan Rencana 'itu' ?
"Benar.. Kita akan tetap menjalan kan rencana 'itu'. Hanya saja akan ada sedikit perubahan dari rencana awal"
Baiklah, Saya akan menuruti perintah Tuan.
Alden tersnyum puas, namun rasa sakit saat Reva di bawa pergi dari nya juga terasa sangat jelas. Ia sangat tidak terima di pisahkan oleh permaisuri kesayangan nya itu.
***
Ahhh, Stok Episode buat besok. Author Up malam ini, berharap banyak komenan yang memotivasi semangat. Heeh
Oh yah,, apa ceritanya terlalu berbelit?
Apa kita perlu buat Episode Spesial? Sebagai Pengenalan tokoh??
__ADS_1