Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
Enam Puluh Dua


__ADS_3

***


"Maafkan aku tidak bisa menyelamatkan perdana menteri.  Aku terlambat datang ke sini.  Saat aku datang,  perdana Mentri sudah hilang selama Dua hari.  Dan dari petunjuk yang aku dapatkan. Ciri nya menuju Bangsa Ksatria" pekik Aila mulai menceritakan nya.


"Bangsa Ksatria?!  Apakah ini ulah Kerajaan Flawyard?!!?" Teriak Ryuza sudah tersulut emosi.


"Tidak. Ini Bukan ulah Bangsa Ksatri,  maupun Kerajaan Flawyard" sahut Aila tegas.


"Apa. Maksud mu bukan?  Bukan kah kau yang mengatakan nya bahwa,  Petunjuk itu mengarah pada Bangsa Ksatria? "


"Benar Tuan Reyza.  Tapi itu petunjuk untuk mengecoh kita.  Bangsa Ksatria tak kan mungkin meninggalkan jejak sejelas itu. Namun,  aku bisa pastikan.. Ini Ulah Bangsa Rambell.  Aku mencium amis darah Mereka!!"


"Bangsa Rambell!!  Lancang sekali mereka!! Aila,  Ayo ikut aku menyelamat kan Ayah ku" Seru Ryuza yang sudah panas. Jantung nya berdegub begitu kencang.  Ia memikirkan nya,  Menerka apa yang terjadi pada Ayah nya.


"Tunggu Tuan Muda Ryuza" kata Aila menahan tarikan tangan Ryuza. Ryuza mendecak kesal. Sudah tidak ada waktu lagi.  Aila malah menahan nya.


"Tuan muda. Lebih baik kita melaporkan nya pada Raja Arthaft. Ini Lebih baik dari pada kita menyerang markas itu hanya berdua"


"Tidak Aila. Ini. Akan membuang banyak waktu. Begini saja,  kau kembali ke Markas Bangsa Netcher. Dan katakan Pada Kakek Arthaft kejadian nya. Aku akan pergi sendirian ke Markas Bangsa Rambell untuk menyelamat kan Ayah ku " Usul Ryuza.


Aila mengangguk.  Dia berjalan mundur.  Namun, 


"Tuan Muda Ryuza!  Tunggu,  aku akan ikut dengan mu. Kau pasti butuh bantuan seseorang kan? Yang Cerdas tentu nya,  seperti Aku? " Teriak Aila menghentikan langkah Ryuza.


Entah lah Mendengar Aila memuji diri nya sendiri.  Memicu  senyum tipis di wajah Ryuza.


"Lalu? Siapa yang akan memberitahu Kakek Arthaft? " Tanya Ryuza.


"Surat" Sahut Aila santai,  ia segera menuliskan Surat nya.


Piwwwwwttttt

__ADS_1


Aila memanggil merpati putih,  Segera ia mengikat kan Surat itu di kaki merpati putih itu. Aila melemparkan nya dan segera terbang.


"Ayo!! " Seru Aila.  Mereka berdua menuju markas Rambell.


***


"Uhukkk!!  Uhukkk!! " Reva terbatuk beberapa kali,  mengakibat kan gangguan pada semedinya. Bukan batuk biasa,  Reva mengelurkan Darah bercampur dengan cairan biru.


Ada apa? Kenapa kau mengacaukan Semedi kita?! 


Pekik Akrein.


"Entah lah,  Aku merasa aneh.  Aku merasa sakit di jantung ku. Dan aku melihat bayangan Naga Merah yang berapi - api" sahut Reva memejam kan matanya,  mencoba mengingat apa yang di lihat nya tadi.


Tidak mungkin! Apa Mungkin Mawar Es Biru di hancurkan?


"Mawar Es Biru?  Apa maksud mu? "


Mawar Es Biru, Benda Pusaka Bangsa Netcher.  Yang kekuatan nya luar biasa. Dan itu selalu memiliki kaitan dengan Ku dan Pedang Mawar.


Ayo selesaikan kan.  Dan kita akan mencarinya.  Siapa yang dengan lancang berani mencuri Mawar Es Biru.


"Humph!!  Baiklah!  Ayo mulai lagi!! "


Sahut Reva,  ia kembali memejamkan matanya.  Memusatkan Kekuatan nya di perut.  Berusaha sekonsentrasi mungkin.


***


"Shhhh!!  Diam...  Ayo bergerak" Seru Ryuza melihat formasi Penjaga di Benteng Markas Rambell itu.


"Tuan Muda Ryuza..." lirih Aila yang terus mengkuti langkah Ryuza.

__ADS_1


"Aila,  naik ke punggung ku.  Aku akan menggendong mu. Untuk melewati para prajurit ini,  dan Masuk ke sana.  Kita butuh kecepatan lebih dari orang biasa" Seru Ryuza sudah menunduk di hadapan Aila. Bersiap menggendong Gadis tajam itu.


"Haha.  Tuan muda Santai saja.  Aku bisa jauh lebih cepat dari yang anda pikirkan" Ujar Aila sombong.  Kesombongan nya yang di dapat dari Nona nya tentu nya.


"baiklah,  ayo kita lihat.  Seberapa cepat kau ini" tantang Ryuza,  senyum meremehkan menatap Aila.


Takkkk


Ryuza melemparkan batu guna menciptakan suara untuk mengecoh para prajurit yang berjaga itu. Para Prajurit itu hanya Menoleh,  dengan kesempatan itu.  Ryuza dengan kilat nya telah menembus pertahanan mereka,  dan masuk.


Haha..  Aku Aila Leyard.  Anak didik Nona Reva.  Mana mungkin tertangkap hanya karna Formasi murahan seperti ini.  Haha Tuan Muda Yuza.  Mari kita lihat kemampuan ku.


"Uhukkk!! "


Aila sengaja terbatuk.  Dengan cepat salah seorang mereka pergi memeriksa asal Suara.


Wosshhhh


Swosssshh


"Dimana Gadis itu? Apa dia tertangkap? " Guman Kai,  celingukan kanan - kiri mencari di mana sosok Aila.


"Mencari ku Tuan Muda? Aku di sini. Jangan melihat ke sana. Nanti kita akan ketahuan" sahut Aila,  menepuk pundak Ryuza. Sembari tersenyum menang.


"Akh... Aku benar - benar meremehkan mu" sahut Ryuza,  ia kini tersenyum puas melihat Aila di hadapan nya.


"Jangan lupakan.  Aku ini anak didik Putri Reva" Kata Aila seraya membanggakan diri nya itu.


"Kesombongan yang menarik" Gumam Ryuza,  ia menarik tangan Aila untuk masuk lebih dalam,  menyelamatkan Perdana Mentri.


***

__ADS_1


Next?


Lanjut?


__ADS_2