
***
Beberapa hari telah berlalu semenjak pengiriman surat dari kerajaan Flawyard pada kerajaan Bttarath. Alden setuju untuk menikahi putri Sofia.
Hari ini adalah hari Pernikahan Alden dan Sofia. Rombongan Kerajaan mereka sudah datant sejak kemarin. Alden bahkan tak menyapa mereka, menyambut apalagi bercengkrama ria dengan romobongan itu.
Alden selama seminggu terakhir hanya menghabiskan waktunya bersama Reva, Reva yang terbaring lemas. Ia sama sekali tak perduli akan rombongan itu. Yang paling penting, adalah bunga Spinari.
Hingga saat ini, Alden diam memakai jubah berbordir emas miliknya, selaras dengam Gaun Sofia.
"Kakak Naysil, Aku sangat kasihan pada Alden dan Reva. Kisah cinta mereka, akan mengukir sejarah. Tapi, kenapa harus berakhir setragis ini? " Tanya Ibu Ratu, pada Naysil yang berdiri di sebelahnya. Beberapa hari ini mereka selalu memperhatikan tingkah Alden yang hanya diam saja, tanpa berkata sepatah kata pun.
"Itulah dia. Semakin Tragis akhir kisah cinta itu, semakin terkenal pula kisah mereka. Seperti, kisah Dewi kegelapan. " sahut Naysil, tatapan nya kosong. "Uhuk!! " Naysil terbatuk dengan mengeluarkan darah segar.
"Kakak? Apa yang terjadi? Apa kakak baik - baik saja? "
"Aku baik - baik saja. " Naysil menyimpan rahasia besarnya.
Kita harus cepat, Atau Reva tak kan pernah keluar dari tempat itu. Dan, Apabila Dewi kegelapan kalah melawan Ziyush?! Tamatlah riwayat umat manusia!
Batin Naysil, wajahnya kaku sektika. Badan nya diam tak bergeming. Memikirkan konsekuensi terburuk apabil Ziyush keluar.
***
"Yang Mulia Raja Alden sudah datang!!" Seru orang itu, pengawal yang bertugas.
__ADS_1
Alden memasuki aula yang besar dan mewah, memberikan nuansa megah. Alden menjadi pusat perhatian seketika, dengan Gayanya yang keren dan elegan. Dia juga sangat tampan. Mata Alden menatap jijik pada perempuan itu.
Perempuan berambut Coklat, bermata hijau yang tersenyum ramah pada Alden. Perempuan itu mengenakan Baju yang selaras oleh Alden saat ini.
"Yang mulia, dia Putri Sofia. " bisik Ferry mengingatkan Nama putri kerajaan tetangga itu. Ferry yakin, Alden tak kan mengingat namanya, karna pada dasarnya pernikahan ini hanya bertujuan untuk mendapatkan bunga itu.
"Dia sangat jelek. " Sahut Alden enteng. Yang hanya bisa di dengar oleh Devan dan Ferry. Kedua pengawal nya menggelengkan kepalanya, harusnya mereka sudah menduga ini dari Tuan mereka.
"Yang Mulia Raja Alden. Selamat! Kau akan menikahi adik ku! Aku pangeran Sheran adalah pangeran Mahkota Kerajaan Battarath. Aku kesini untuk menjadi wali nikah Adik kecil ku! " katanya Riang, sembari mendekati Alden.
"Oh? " sahut Alden singkat. Semua orang dari kerajaan Battarath terkejut, tetapi tidak untuk Orang dari kerajaan Flawyard. Mereka sudah tentu jelas dengan Raja mereka swndiri kan?
Jleb!!
Rasa malu itu langsung tertancap akurat di dada Sheran. Tapi, mengingat status Alden adalah Raja. Sheran mulai membaik, setidaknya pangkay Alden lebih tinggi darinya.
"Tunggu! Dimana bunga itu? Aku harus melihatnya dulu, agar aku bisa mendapatkannya. " kata Alden sarkas, tanpa basa - basi.
Pangeran Sheran mengepalkan tangan nya menahan emosi, ini pertama kalinya dia di permalukan di depan umum.
"Ini! " katanya mengeluarkan bunga beserta tanah di dalam pot. Mungkin, itu dari Ruang dimensinya.
"Oh? " Sahut Alden singkat lagi, kini ia mulai menapaki kaki nya di anak tangga dan menuju kursi takhtanya.
Sofia, dengan malu - malu dia mengikuti jejak Alden, untuk duduk di sebelah Alden.
__ADS_1
"Bukan di sini. Di sana! " kata Alden sarkas menunjuk ke arah Kursi yang agak jauh darinya. Maksudnya kursi selir. "ini hanya boleh di duduki oleh Ratu ku!" tekan Alden.
"Kurang Ajar kau! Beraninya kau mempernalukan Adik ku! Tidak tau diri! Aku tak kan memberikan mu bunga ini!! " Teriak pangeran Sheran. Dia sudah cukup menahan emosinya.
"Kakak... " lirih Sofia, menatap binar kakaknya. Memelas dan memohon untuk melupkan kejadian ini.
"Haha!!! Ahahah!! " Alden tertawa begitu lepas. Dia mulai menarik sudut bibirnya dan menyunggingkan senyuman menyeringai mengejek nya.
"Kau pikir aku peduli? Suka atau tidak! Mau atau tidak! Kau juga harus memberikan bunga itu untuk ku! Aku akan menggunakanya untuk membawa kembali Permaisuri tercinta ku!! " Sinis Alden.
Secara tiba - tiba. Pasukan khusus Alden berpakaian serba hitam seperti ninja mulai mengepung rombongan orang dari kerajaan Battarath.
"Alden! Apa yang kau lakukan pada mereka! Ingatlah! Kau bisa memicu perang! " peringat Raja keras.
"Haha! Jangan khawatir! Aku sudah punya rencana. Kalian jangan lupa, Aku sudah mengatakannya. Jika aku tidak bisa mendapatkan bunga itu. Aku juga tidak keberatan merampas nya dengan paksa!! "
Jika tidak diberikan! Aku tak keberatan merampas nya! Akan aku lakukan apapun dengan segala cara agar permaisuri ku kembali sehat!
(Part 29 S2)
Ratu Naysil ingat akan ucapan Alden yang ini. Dia menatap Alden kagum. Seperti nya, pandangan nya soal Cinta yang berakhir Tragis akan berubah.
"Ambil Paksa bunga itu!! " titah Alden, segera Ferry menghampiri Sheran yang terkepung.
Wushhhhh!!
__ADS_1
"Sayang sekali. Aku sudah membakar hangus. Kau menipuku! Apa kau pikir aku akan memberikannya secara cuma - cuma padaku! Lebih baik bunga itu lenyap selamanya!! Agar permaisuri mu juga tidak bisa kembali!! Haha!! " Pangeran Sheran tertawa begitu keras.
***