Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
Tiga puluh Sembilan


__ADS_3

***


"Ada apa?  Kenapa kalian membawa orang ini?! " pekik kakek. Bagaimana tidak,   pagi - pagi buta kakek tua itu sudah di sibukkan oleh Reyza dan Ryuza yang datang membawa pria serba hitam itu.


"Kakek dia adalah pangeran kelima, putra angkat Ratu Flawyard" jelas Ryuza.


"lalu untuk apa membawa nya ke sini?!  Ingin membunuh nya di sini secara diam - diam?! Sangat murahan sekali cara kalian" cibir kakek yang merasa memiliki jiwa kepahlawanan.


"Kakek ini,  apa hanya pembunuhan yang kakek pikirkan,  lihat ini" pekik Reyza,  ia menunjukkan tanda mawar merah di bahu Riekai.


"Mawar merah?!  Bangsawan Arthaft?!  Maksud mu dia cucuku yang hilang?! " Sontak kakek.


"Reyza tidak tahu pasti.  Kenapa kita tidak menguji nya dengan pedang Phoenix Legenda? "


"Usulan mu ada benar nya.  Istirahatkan lah dia,  jika dia sadar bawa dia ke ruangan ku.  Kita akan melihat nya,  akan kah dia memang cucuku yang hilang?!? Kakek Arthaft menggerakkan tangan nya,  menandakan agar para pengawal nya menuntun Riekai yang tak sadar kan diri.


"Bagaimana pergerakan bangsa Rambell? Apa Selir Utama Anggrei dan putra nya sudah bergerak?! " tanya kakek lagi,  ia tentu tahu perjanjian Raja Reyland dan Raja Sezhan.


"Aku merasa pergerakan nya itu adalah bentuk kekacauan di perbatasan Utara.  Tapi,  itu hanya  dugaan Reyza.  Reyza tidak bisa memastikan nya"


"Jika memang pergerakan mereka adalah kekacauan di Perbatasan Utara. Maka Reva dalam bahaya!! Dia putri bangsa Netcher!! " sambar Ryuza, dia terlihat sangat panik.


"Apa?! Apa maksud kalian dengan Reva?! Katakan pada kakek! "


"Kakek, maaf. Ini semua salah Reyza. Reyza tidak tahu bahwa pangeran Alden membawa Reva ke perbatasan Utara"

__ADS_1


"Perbatasan Utara sekarang ini bagaikan markas bangsa Rambell. Reva cucuku yang lemah lembut itu tak kan tahan di sana. Apa yang pangeran cacat itu pikirkan saat membawa cucuku! Dia harus nua bersyukur cucuku ingin menikahi nya, sekarang malah mengantarkan nyawa nya ke hewan buas! " Decak Kakek, Raja bangsa Netcher itu sudah sangat tersulut emosi.


"Kakek, tenang lah. Reyza dan Yuza akan menyusul Reva ke Perbatasan Utara dan membawa nya pulang dengan selamat. Kami akan pastikan itu, kakek tenang saja" lerai Reyza, ia sedikit takut saat kakek nya kalut dalam Emosi.


"Diam! Kalian hanya menjaga cucuku saja tidak bisa!! Kita akan ke perbatasan Utara! Siapkan segala nya! Kita pergi setelah Kai bangun! " titah kakek, ia langsung pergi ke ruang rahasia nya. Entah apa yang akan dia lakukan.


---


"Naraya, Ayah sudah menemukan Putra mu. Ayah pasti akan melindungi nya. Tenang lah di alam sana, dj tempat mu yang baru. Dan Arriva, Ayah masih belum tahu bagaimana menghadapi Mawar biru milik Reva, Ayah juga tidak tahu apa maksudnya. Tapi Ayah akan berjanji selalu melindungi anak itu" lirih Raja Arthaft itu, dia terlihat sendu saat melihat lukisan kedua putri nya, yang tersenyum hangat di ruang bawah Rahasia milik nya.


"Kakek, Kai telah sadar. Ini saat nya, lebih cepat lebih baik. Kita harus menyusul Reva lagi" pinta Reyza dari luar pintu.


***


"Kau Riekai Kertlan?! " pekik Kakek Arthaft menatap intens Kai yang tengah bertekuk lutut di hadapan nya. Raja bijak Arthaft ini kembali dari ruang Rahasia nya saat mendengar Kai telah sadar.


Meski gugup, aku harus tetap tenang dan sombong. Inilah didikan Presdir Reva. Tak kan ku kecewakan dia.


Batin Kai, ia tentu akan mengikuti semua Nasihat Nona nya. termasuk sikap sombong nya.


"Ketenangan yang bagus, aku suka. Patut di puji" sahut Raja Arthaft tak kalah sombong. Yah sifat bangsawan Arthaft memang seperti ini, dapat di lihat dari Reyza Dan Reva.


"Haha, Mulai gugup? "


"Gugup?! Haha kau bercanda bocah! Aku Raja Arthaft, Raja bangsa Netcher, untuk apa takut dengan kerikil kecil seperti mu"

__ADS_1


"kau bangsawan Arthaft?! Raja bangsa Netcher?! " pekik Kai kaget, ia ingat dengan tanda mawar merah di lengan nya, dan merupakan kemungkinan dirinya bagian dari banhsawan Arthaft itu sendiri.


"Kau terkejut?! Sekarang aku yang bertanya padamu, apa kau anak nya Naraya?! " tanya Raja Arthaft yang mulai serius.


"Naraya?! Siapa dia, seumur hidup aku tak kenal dengan orang itu"


"Siapa ibumu? "


Kai mengernyitkan dahinya heran, sesaat kemudian dia mengerti maksud nya, Tentu untuk mengecek apakah dirinya benar bangsawan Arthaft atau bukan. Kai sendiri saja masih bingung dengan identitas nya.


"heh.. Kau penasaran?! sejak lahir aku tak pernah memiliki ibu kandung "


Raja Arthaft tersentak halus, ia sekarang mulai mengerti. Bahwa Kai sendiri juga tidak mengetahui jati diri nya yang sebenarnya.


"Sekarang giliran aku yang bertanya padamu. Apa benar, orang yang memiliki tanda mawar merah bersinar adalah keturunan bangsawan Arthaft?!" tanya Kai menatap intens Raja Arthaft.


Raja Arthaft tersenyum miring, ia tentu tau maksud dari pertanyaan cucu baru nya ini.



***


Ayooo tinggal kan jejak kalian yah,


Silah tinggal like, komen, and Vote yah

__ADS_1


Author butuh Vote untuk up lebih banyak, hehe..


__ADS_2