
***
"Reva... Bangun lah, Aku sangat mencintai mu. Kau tak kan mungkin meningggalkan aku sendiri kan? " lirih Pria itu, pria yang masih setia memakai topeng nya. Yah Pangeran Alden Kertlan.
"Aku mencintai mu. Aku di sini. Sudah hampir satu bulan kau tak bangun. Reva... Kembalilah, aku mencintai mu. Aku akan melakukan apapun yang kau inginkan. " Katanya lagi, seraya memepererat genggaman nya pada tangan Reva.
Alden merasakan nya, tangan Reva yang dingin. Wajah Reva yang pucat. Badan nya agak kurus, karna selama ini hanya memakan sup saja. Meski Reva tidak sadar, seluruh organ tubuh nya masih bekerja dengan baik. Hanya saja, Alden tak merasakan lagi, adanya tenaga dalam pada tubuh Reva.
Alden memang kembali hidup, karna kristal merah milik Nayla, ibu kandungnya.
"Ayah? Kapan bunda akan bangun? Apakah bunda tak kan pernah bangun? " tanya bocah itu polos. Dengan air mata yang hampir setiap harinya mengalir dari mata anak kecil itu.
"Shhhtttt, Dafa. Jangan berkata seperti itu. Bunda Reva akan bangun. Pasti bangun. " yakin Alden memeluk putra sulung nya itu.
Sama seperti Alden, Dafa juga tak henti - henti nya berdoa untuk Reva. Tak bosan untuk menetap di sebelah Reva.
"Reyza? Kenapa seperti ini? Bukan kah Dewi Tarriva bilang dia akan bangun? Aku sangat kesepian tanpa kehadiran nya. Lihat lah Alden, aku mulai merasa kasihan padanya. Awalnya aku tak percaya dia tulus pada Reva. Sekarang aku sangat yakin bahwa dia itu sangat tulus. " seru Ryuza. Yah, Ryuza bisa sembuh karna Arriva memberikan nya bunga kristal biru.
"Aku juga sangat kasihan melihat Alden, Dafa, dan diriku sendiri. Kapan Reva akan bangun? Sudah sebulan kita semua menantikan kehadiran nya lagi. " sahut Reyza. Keduanya masih mengamati Alden dan Dafa dari pintu.
"Permisi, Aku ingin lewat. " kata Aila membuyarkan perbincangan mereka. Aila melenggang begitu saja. Ketika melihat Aila, Ryuza tiba - tiba tersenyum aneh.
Menarik? Semakin lama aku semakin tertarik.
Batin nya.
Nona? Kapan anda bangun? Tidak kah anda kasihan dengan putra sulung anda ini?
Batin Aila mendekat ke Reva, dengan membawa sup yang biasa Reva makan untuk menjaga stamina tubuh nya.
__ADS_1
"Jika kau tak bangun. Kau tak kan memiliki anak nona. " bisik Ailsa sangat pelan di telinga Reva.
Alden mengernyitkan dahinya heran.
"Biarkan aku yang menyuapinya. " kata Alden mengambil mangkuk sup dari tangan Aila.
Alden memasukkan sup itu kedalam mulut nya, dan di transfer langsung ke mulut Reva.
Gila! Ada anak - anak!
Umpat Aila yang segera menutup mata Dafa. Ryuza dan Reyza melotot bersamaan. Alden begitu tak tahan?
"Ada apa bibi Aila? " tanya Dafa dengan polos nya.
"Hanya debu, bibi menutup nya takut matamu terkena debu. " Sahut Aila.
Alden mengehela napas kasar, tak ada reaksi dari Reva.
Batin Aila, yah hanya mampu membatin.
Reva menggerakkan jarinya yang sedari tadi di genggam oleh Alden. Mereka semua kaget dan terkejut. Reyza Dan Ryuza mendekat kearah Reva bersamaan.
Reva perlahan membuka matanya, ia menatap sekeliling nya satu persatu. Masih agak kabur pandangan nya, membuatnya mengerjapkan beberapa kali lagi matanya.
"Minum dulu, " Kata Alden.
Aila sudah bersiap menutup mata Dafa, tapi sayangnya kali ini Alden melakukan nya dengan normal, ia memberikan nya minum dengan cangkir.
Ryuza yang menyadari itu terkikik gemas.
__ADS_1
"Anak panti?? " Gumam Reva yang masih sadar dan setengah sadar.
"Aila? Bagaimana dengan anak panti? Mereka semua baik kan? Acara amal nya?? " tanya Reva lagi, dengan suara lirih yang lemah.
Mereka semua terkesiap terkejut.
Apa yang Nona katakan? Anak panti? Panti Asuhan? Apa ingatan nya kembali pada masa itu? Masa dimana acara amal itu?
Batin Aila, jantungnya sudah berdegub tak beraturan. Jika tebakan nya benar. Habislah semuanya, akan kacau berantakan.
"Reva... Apa yang kau bicarakan? Anak panti?panti Asuhan apa? Acara amal apa? " tanya Alden bingung, yang sama bingung nya dengan Ryuza dan Reyza.
"Bunda!! Baguslah bunda sudah bangun! Dafa sangat merindukan bunda!! " Teriak Dafa, langsung memeluk erat Reva. Tak ada salah nya kan?
Reva menatap Aila, lalu beralih ke pada Alden dan juga Reyza dan Ryuza. Ia mengelus lembut Dafa yang meringkuk dalam dekapan nya.
Apa yang terjadi? Apa yang terjadi sebenarnya pada Reva??
Batin Alden, meski begitu ia tak melepas genggaman erat tangan nya.
Jangan katakan Reva berubah lagi. Bukan kah dia hanya akan berubah ketika jatuh ke sungai? Tidak! Tidak mungkin!!
Batin Reyza, ia mulai takut jika adiknya akan berubah dan mejauh darinya lagi.
Apakah ini efek kristal suci Dewi Tarriva??
Batin Ryuza, ia mulai menerka seperti yang lain nya.
***
__ADS_1
Nexttt??