
***
"Tenang saja perdana mentri, saya pasti akan 'menjaga' putri kesayangan anda. Saya pamit lebih dulu" ujar Alden melenggang pergi di ikuti Pengawal setianya.
"Jangan langcang kau!! Jika kau sampai berani menyakiti adik ku. Akan kupastikan Raja juga tak dapat menemukan mayatmu!!" ketus Ryuza menghalangi jalan Alden.
"kau juga jangan keterlaluan, Reva sendiri yang memilih aku. Jadi kakak ipar, mengertilah"
Sumpah serapah sudah banyak sekali di lontarkan Regata di dalam hatinya. Merutuki nasib putri kesayangan nya yang begitu malang. Dia begitu cantik dan punya latar belakang, tapi malah harus menikah dengan orang jelek dan cacat itu.
***
"Nona, Seira heran. Bukan kah nona sangat menyukai Tuan Zefan? Tapi mengapa malah memilih pangeran Alden? Bahkan saat nona tahu bahwa pangeran Alden keadaan nya seperti itu. Dan dia juga hanya putra selir. Dengan keadaan nona yang seperti ini seharusnya nona tadi bisa menikah dengan pangeran pertama. Dan menjadi Ratu loh" jelas Seira panjang lebar.
"kau ini bodoh yah Seira?! Nona memilih pangeran Alden pasti ada alasanya . Aku yakin itu. Nona punya alasan, karna nona orang yang sangat cerdas" sambung Aila.
"kata - kata yang manis, kalau begitu menurut mu Aila, aku menolak nya karna apa??" tanya Reva memainkan bunga anggrek biru muda itu. Mereka bertiga duduk di taman kediaman pangeran Alden.
"cara fikir nona memang jahat, hanya saja hati nona terlalu baik. Jadi karna kejadian waktu itu, nona menikahi pangeran Alden. Karna merasa bersalah dan ingin minta maaf kan??"
"alasan logis yang bagus dan masuk akal. Hanya saja terlalu bodoh dan naif. Dapat dimaklumi, masih pemula. Kemampuan mu belum begitu tajam"
"maksud nona apa?? Bukan kah itu alasan yang paling jelaas?"
"pertama, aku menikahi Alden karna aku akan menyembuhkan luka bakar dan sakit lumpuh nya"
"nona gila?? Bahkan banyak tabib yang di panggil oleh Raja untuk menyembuhkan pangeran Alden, hasinya nihil. Tak ada perubahan apapun" jelas Seira tidak habis fikir atas alasan nona nya.
"akh, kalau begitu lihat saja kemampuan nona kalian ini. yang kedua adalah, tadi keputusan nya harus menikah, dilihat dari tampang pangeran pertama. Dia orang yang bengis, licik, dan menyeramkan yang sesungguhnya. Untuk pangeran ke dua Zefan, aku menolaknya karna dia jelek, penakut dan pecundang!! Kalau pangeran ke tiga, di otaknya hanya ada wanita dan wanita. Sisanya bukan hal penting baginya. Satu kata untuk menyimpulkan mereka bertiga, Menjijikan. Aku nggak sudi menikahi orang menjijikan seperti itu"
"masuk akal nona, lalu kenapa Anda memilih pangeran Alden??"
__ADS_1
"karna lebih mudah untuk memainkan intrik, hatinya juga tidak begitu buruk. dan yah aku tak ingin terjebak dalam pernikahan tanpa cinta ini selamanya, jadi dengan menyembuhkan penyakitnya, maka aku bisa meminta cerai di kemudian hari. Dia tidak mungkin menolak kan?? Dia berutang budi padaku!!!"
"ck ck ck.. Cara nona ini terlalu licik!! Kasihan sekali pangeran Alden itu menikahi nona" ledek Aila menggeleng geleng kan kepalanya, dengan senyuman jahat tentunya.
"akh yah ada satu lagi. Hampir saja aku lupa. Bagaimana mungkin aku akan meninggalkan kediaman perdana mentri yang mewah itu. Apapun yang aku inginkan di berikan. Rasanya aku tidak ingin pergi dari Ayah dan kedua kakak tercinta ku itu. Ditambah dengan harta yanh melimpah. Ukh... Sangat tidak rela membuat ku pergi"
"akh nona benar---"
"owh, jadi kau akan menyembuhkan ku lalu meminta cerai, begitu kah??" tanya pangeran yang sedari tadi mendengar percakapan ke tiga gadis itu. Melambaikan tangan nya mengisyaratkan untuk meninggalkan mereka berdua saja.
"oh, apakah ini kebiasaan pangeran Alden?! Menguping pembicaraan orang lain??" cibir Reva meminum tehnya.
"siapa yang menguping?? Kediaman ini milik ku"
"akh..ingin mengusir ku??"
"bagaimana mungkin?? Satu minggu lagi kau adalah pemilik istana ini"
"terima kasih pangeran Alden. Karna pangeran sudah mendengarnya. Kita langsung ke intinya saja. Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan??"
"pangeran Alden cerdas sekali"
"kalau begitu aku menolak!! Aku tak masalah selamanya seperti ini asal kau tetap bersama ku"
Reva tertegun mendengar ucapan Alden. Rencana nya gagal, selesai sudah.
"akh tidak ingin kah pangeran mempertimbang kan nya lagi??"
"keputusan ku sudah bulat!"
"baiklah, aku permisi dan akan memikirkan cara lain untuk perceraian kita. Selamat tinggal" ujar Reva ingin pergi namun di tahan oleh kekuatan dalam Alden.
__ADS_1
"bukan selamat tinggal, tapi sampai jumpa, di malam pertama" bisik Alden membuat Reva begidik.
"soal kau adalah orang baik. Aku tarik kembali kata - kata ku" ketus Reva melennggang pergi.
"pangeran?? Bagaimana?? Apa anda menyetujui kesepakatan itu??" tanya Ferry khawatir.
"menyetujuinya?!! Haha!! Bercanda kan. Sampai mati pun tak kan aku setujui"
"akhhh syukurlah"
"dan yah Devan , Ferry, aku mau kalian hias kediaman ini, dengan barang mewah dan berkelas. Sediakan banyak perhiasan dan uang. Oh yah sediakan banyak pelayan di kediaman ku. Baju yang begitu indah dan banyak. Aku ingin tersedia di kediaman ini banyak sekali pelayan, smakin banyak semakin bagus. Pelayan nya harus wanita. Permaisuri ku menyukai kehidupan mewah!!" jelas pangeran Alden membuat tertegun ke dua pengawal setia nya itu.
"apa?!! sejak kapan pangeran Alden menyukai kehidupan mewah?!! Dan kapan anda mulai menyukai keramaian?!"
Tanya Devan masih sangat heran.
"benar pangeran, itulah sebabnya di isatana kediaman anda sangat sedikit pelayan" tambah Ferry.
"sejak dia akan menjadi permaisuri ku" ujar pangeran Alden. Senyum sumringah.
***
"putri? Benarkah kita akan pindah ke sini?? Lihat bahkan pelayan di sini dapat di hitung . Hanya sekitar belasan orang!" keluh Aila melihat sekililing nya yang sangat sepi.
"benar. Bagaimana dengan nona? Nona selalu hidup dengan mewah? Dan di penuhi banyak pelayan. Nona tidak bisa mengerjakan sendiri" tambah Seira ikut mengeluh.
"tak masalah..inilah yang aku suka. Kesejukan dan ketenangan" ucap Reva menarik nafas nya. " keadaan seperti ini jauh lebih baik. Terhindar dari intrik dan konflik keluarga kerajaan..aku merasa kehidupan pangeran Alden tidak seburuk itu" tambahnya memetik bunga mawar putih itu. "memang ini lah yang ku suka. Ketenangan, itulah mengapa dulu di indonesia aku memiliki pulau pribadi. Sekali lihat juga sudah meyukai" sambungnya di dalam hatinya.
***
Ayooo support terus
__ADS_1
Jangan lupa like, komen and vote
Oh yah jangan lupa follow juga yah😁