
***
"Ambil Paksa bunga itu!! " titah Alden, segera Ferry menghampiri Sheran yang terkepung.
Wushhhhh!!
"Sayang sekali. Aku sudah membakar hangus. Kau menipuku! Apa kau pikir aku akan memberikannya secara cuma - cuma padaku! Lebih baik bunga itu lenyap selamanya!! Agar permaisuri mu juga tidak bisa kembali!! Haha!! " Pangeran Sheran tertawa begitu keras.
Bukhhh!!
Dengan menggunakan tenaga dalam tingkat dasar, tanpa aba - aba Alden menghempaskan tubuh pangeran Sheran, hingga dia terlempar beberapa meter.
"Aila??? " Seru Alden. Semuanya mencari sosok Aila, tapi tak ada yang menemukannya.
"Bunga itu bunga Palsu. Bunga yany asli, ada di sini. " Seru perempuan itu, secara tiba - tiba sudah berada di tengah Aula.
Semua mata terarah padanya. Itu adalah Aila yang membawa Bunga Spinari.
"Kalian!!! " Geram Sheran bangkit berdiri perlahan.
"Kau merasa di tipu? Benar. Inilah rencananya sejak Awal, Yang mulia Raja Alden memang tidak berencana menikahi putri Sofia. Kami hanya memanfaatkan kalian, dan Mengambil Bunga ini. " Jelas Aila. Semua mata terbelalak kaget. Bagaimana mungkin mereka seberani ini menjalankan rencana penipuan terhadap pangeraan Negara lain?!
"Haha! Meskipun kau mencurinya! Itu tetap tidak akan berguna, tanpa jarum Emas Fekt! Tanpa kedua itu itu tak kan bisa berfungsi!! " Tawa Sheran pecah begitu saja.
"Kalau begitu, Devan cari itu. Geledah Pangeran Sheran!! " titah Alden, wajahnya datar tanpa senyum sedikitpun.
__ADS_1
"Tunggu! Jangan permalukan kakak ku lagi! Ratu juga tidak suka kalian mempermalukan orang lain!! Aku yakin Ratu orang yang baik!! " Sambar gadis itu, yang suaranya menggema di seluruh ruangan. Perhatian teralihkan pada gadis itu. Gadis yang gagak menikah dengan Alden.
Kenapa aku merasa wajah bocah ini familiar yah?
Batin Aila, ia berjalan mendekat ke arah Sofia.
"Kak Aila?? Apa orang yang tidak sadarkan itu, adalah Nona Reva? Apa Nona muda yang terjebak itu? " Sofia dengan lirih juga berjalan ke arah Aila.
"Kau? sofiana, si gadis Penyembuh dari Pasukan Perak Tiga? " tanya Aila, seperti nya Aila memang kenal.
Aila ingat, Nona mudanya pernah bercerita, akan mengangkat satu lagi anak didik setelah Aila. Dia adalah Sofiana, dari Pasukan perak Tiga. Salah satu dari banyaknya pasukan Reva.
Sofiana terkenal akan bakatnya, di bidang Medis. Itu luar biasa.
"Hormat terhadap Nona Aila! Aku Sofia, dari Pasukan Perak Tiga. " Sofia menunduk sopan di hadapan Aila. Secara pangkat di Zaman Modern, tentu pangkat Aila lebih tinggi. Tapi, di Zaman kerajaan?
"Tidak kakak! Jangan marah. Ratu Reva adalah orang yang baik. Dia perempuan yang sangat baik. Dia Dewi bagi anak - anak ~ Kita harus menolong nya. " Sofia mengambil jepit rambut dari Kepalanya, seketika itu berubah menjadi Jarum emas Fekt.
"Tapi mereka sudah mempermalukan kita! Dan?! Bukan kah kau menyukai Raja ini?! Bagaimana bisa kau membiarkannya?! Dan menolong permaisuri nya! "
"Karna permaisuri nya adalah Nona Muda Reva! " Yakin Sofia. Dia memberikan jarum itu pada Aila. "Kak Aila yang terbaik dan selalu ada di sisi Nona. Jangan tanya bagaiamana aku bisa kesini~ Yang terpenting selamatkan Nona muda dulu ~ aku akan menjelaskannya nanti. " lanjut Sofia tersenyum begitu hangat.
"Terima kasih Putri Sofia. Silahkan menginap di sini beberapa hari lagi. Maafkan aku menggunakan cara ini. " Alden mulai angkat bicara. Meskipun dia bingung soal hubungan Aila dan Sofia. Yang terpenting dia mendapatkan jarum emasnya.
***
__ADS_1
"Hemm, Aku cukup penasaran. Bagaimana bisa Putri dari kerajaan Tetangga tunduk di hadapan mu, yang adalah tangan kanan Ratu? " tanya Ratu Naysil yang mulai mencampurkan Bahan - bahan nya.
"Jangan terlalu menyepelekan aku~ Apalagi Nona ku~ " sahut Aila enteng.
Ratu Naysil hanya tersenyum mengerikan. Saat ini mereka semua tengah mengelilingi Reva yang terbaring lemas.
Dia membuat Jarumnya melayang, lalu menggabungkan nya dengan Bunga Spinari. Kemudian mentransfer energi gelap yang dia miliki. Seketika, Jarum itu berubah menjadi Gelang dengan warna berdominasi hitam.
"Alden, pakai ini! Jemput Reva segera! " Kata Ratu Naysil mengingatkan.
Alden menerima Gelang itu, dan tanpa buang waktu dia langsung memakainya. Alden membaringkan diri di sebelah Reva. Sesuai instruksi Ratu Naysil.
Ratu Naysil mulai membaca mantra - mantra Aneh. Tapi,
Uhuk! Uhuk!
Secara tiba - tiba Ratu Naysil mengeluarkan darah dari mulut dan hidungnya. Perlahan juga, Alden mulai tidur dan jiwanya memasuki Alam lain.
Sial! Dewi Kegelapam telah tiada! Bagaimana dengan Ziyush?! Siapa yang akan menjaga Ziyush!!
Umpat Naysil. Perlahan Naysil juga berubah menjadi partikel kecil berwarna hitam.
"Adik ku, Jaga Alden dan Reva. Reva itu spesial. Cucuku sangat beruntung di asuh olehnya. Shina, Jaga mereka~" kata Ratu Naysil lirih sembari perahan dirinya mulai hilang.
Dewi kegelapan??
__ADS_1
"Kak Naysil!! Enggak!! Jangan!!! "
***