Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
Enam Puluh Satu


__ADS_3

***


Bayangan di hadapan mu ini adalah Gerix. Sang monster penjaga. Dia akan memberi mu teka - teki. Jika kau berhasil menjawab nya. Maka kau akan di izinkan masuk.  Jika gagal kau akan mati


Jelas Akrein.


"Hanya teka - teki kan? Kenapa harus sampai bertaruh nyawa" Celetuk Reva.


"Diam. Dengar kan teka teki ku. Jika kau gagal, kau akan mati. Jika berhasil, kau di izinkan lewat. Teka tekinya adalah : 'Dia ada. Tapi juga tidak ada. Kita selalu melihat nya, tapi tak pernah menemui nya. Dia selalu di tunggu - tunggu, umat manusia. ' Siapa dia? " Jelas makluk hijau itu sudah mengatakan teka - teki nya.


"Tidak perlu berpikir. Aku tau jawaban nya.. Guru, eh Bunda ku pernah mengatakan nya"


"Katakan, apa jawaban nya?"


"Hari Esok selalu ada, dan saat dia akan datang dia selalu menghilang" Jawab Reva santai.


"Kau benar. Kau di izinkan masuk" Suara dengan nada berat itu, dari Makhluk hijau yang perlahan kembali menjadi asap dan menghilang.


Tak kusangka. Kau lumayan cerdas.


Ucap Akrein santai.


"Kau yang terlalu bodoh! "


Aku menyesal memuji mu.


Gggrtttttt


Suara bebatuan itu terbuka, tatkalan Reva mulai melangkah kan kaki nya. Reva mengedarkan pandangan nya. Ia merasa takjub dengan apa yang di lihat nya. Dinding ruangan itu bukan terbuat dari batu lagi. Melainkan dari es yang berkilau. Sangat indah.


"wahhhh.. Menakjub kan. " Gumam Reva melihat kilauan es yanh terukir indah itu.

__ADS_1


"Ini?! Ini Bunda Arriva? Kenapa ia terbaring?!?" pekik Reva, ia melotot tak percaya dengan apa yang di lihat nya. Tampak Arriva Arthaft sedang terbaring di peti yang terbuat dari es kilau itu. Wajah yang begitu cantik dengan perawakan yang lembut.


"Bunda Arriva Arthaft?! Akrein apa yang terjadi?! "


**Dia terluka parah karna suatu pertarungan. Ia mengasingkan diri ke tempat ini. Berusaha memulihkan diri nya selama bertahun - tahun. hingga saat ini.


Jelas Akrein. dengan Nada Khas nya yang berat**.


"Apa ini maksud mu? Agar aku membawa bunda ku?! "


Tidak. Jika kau membawa Arriva dari sini. Maka kau Arriva akan tiada.


"Lalu bagaimana? Apa sekarang? "


Kau bersemedi lah di sini. Pusatkan Lah kekuatan mu di perut. Cobalah bangkitkan Phoenix Legenda. Bukan hanya membangkit kan, kau juga harus belajar mengendalikan nya.


"Bagaimana mungkin bisa?!"


"Lalu, bagaimana aku bisa membangkitkan bunda ku??"


Setelah kau menguasai dan membangkitkan tubuh Fisik ku. Maka kau mampu membangkit kan bunda mu.


"Baiklah, Aku akan mulai membangkit kan nya" ujar Reva yang sudah duduk di tempat yang tersedia di sana. Ia mulai memejam kan matanya, tampak bayangan seorang perempuan sedang berlatih keras di sana.


***


"Bagaimana pangeran? Apa kita bisa memulai rencana itu? " Tanya Ferry, ia sudah menatap Alden yang tengah sibuk di hadapan nya.


"Tentu bisa. Semua bahan - bahan nya telah siap. "


"Maksud Anda, apakah anda sudah mendapatkan benda pusaka Bangsa Netcher? Mawar es biru?! " tanya Ferry serius. Ia tak perlu mengecil kan suara nya. Karena mereka memang sudah berada di ruang Rahasia. Hanya mereka berdua, Devan pun tak memhetahui nya.

__ADS_1


"Benar. Aku sudah mendapat kan nya, Bunga Mawar es biru dari bangsa Netcher. Satu buah kalung dari Bangsa Rambell. Dan Gelang Awan dari Bangsa Ksatria. Dengan menggabungkan ketiga nya, akan tercipta Pedang yang akan mampu membangkitkan Tubuh Fisik Asefan. Makhluk Naga Merah dari Bangsa Netcher" jelas Alden, ia sedang duduk dan mencoba menggabungkan ketiga nya.


"Baiklah pangeran. Saya akan menjaga di luar ruangan. Silahkan anda bersemedi dengan tenang " Kata Ferry, segera ia melangkah kan kaki nya keluar guna memeberikan Alden ketenangan.


***


"Reyza?!! Ada penyusup!!" Teriak Kakek, ia begitu terkejut melotot tak percaya saat benda pusaka Bangsa nya. Mawar Es Biru telah hilang, tak ada lagi di tempat nya.


"Apa maksud kakek?! " pekik Reyza.


"Ada yang mencuri Mawar Es Biru kita!! "


"Apa?! Tidak mungkin. Siapa yang begitu nekat untuk mencuri nya!!"


"Tidak peduli siapapun dia. Kau harus mencari nya. Bawa kembali Mawar Es Biru itu!!"


"Baiklah kakek, Kakek tak perlu menghiraukan nya. Aku dan Ryuza akan menemukan nya dan membawa nya kembali!!"


"Dimana Ryuza?! " pekik kakek saat ia menyadari Ryuza tak ada di tempat.


"Aku akan mencari nya. Kakek tenang lah, Aku pasti akan menemukan nya" kata Reyza. Segera ia melesat pergi, mencari di mana keberadaan Benda Pusaka Bangsa nya.


"Tidak! Tidak mungkin! Benda itu.. Siapa pencuri nya?! Apakah Bangsa Rambell?! Ataukah Bangsa Ksatria?!! Kurang Ajar!! " pekik Kakek melemparkan Guci mewah di dekat nya.


"Kakek Buyut... Ada apa? Kenapa kakek marah? " tanya Suara polos Dafa, yang baru masuk ke ruangan kakek buyut nya itu.


"Tidak apa sayang, kemarilah. Kakek akan menceritakan banyak kisah untuk mu" ujar Kakek Arthaft. Ia tak kuasa marah saat ada cicit nya yang manis itu.


***


Masih Lanjut?

__ADS_1


Ada gak sih yang nunggu up nya Novel Perjalan Reva ini?


__ADS_2