Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
25. Trik Klasik #2


__ADS_3

***


"Dimana? Dimana Jendral Utama? " tanya Ferry saat ia baru memasuki gerbang utama kediaman Jendral.


"Tuan Jendral sedang Sakit. Dia tertidur di Kamarnya. Dia berpesan agar Yang Mulia Raja beristirahat di kamar Putri Mira dulu. Dia akan menyusul nantinya. " Sahut pelayan itu sopan. Menuntun pria yang bertopeng itu.


Kenapa aku disebut yang mulia Raja? Dan kenapa tuan Ferry memintaku menggunakan topeng Raja?


Batin Yasha. Pria dibalik topeng seperti Yang Alden titah kan.


Yasha mengingat kejadian setengah jam yang lalu. Dimana Ferry datang padanya.


Flashback:


"Jendral Yasha. Kau mendapatkan keberuntungan sekarang. Kau dipilih oleh Yang Mulia Raja untuk menjalankan titah langsung Raja! " Seru Ferry yang entah sejak kapan sudah berada di depan Yasha.


Yasha adalah Satu dari cukup banyak nya Jendral di kerajaan Flawyard.


Benar - benar! Luar biasa hebat! Jadi seperti ini kehebatan Tangan kanan Raja! Dia luar biasa hebat!


Batin Yasha, ia benar - benar terkejut sekaligus takjub. Hatinya berdebar, dia mendapat titah langsung dari Raja?


"Benarkah? Anda tidak bercanda kan Tuan Ferry?! Yang mulia menitahkan hamba langsung?! Benar - benar suatu keberuntungan luar biasa! Apa yang Raja Titahkan langsung untuk ku? "


"Kau harus memakai topeng ini, dan ikut dengan ku ke kediaman Jendral Utama. Berpura - pura lah menjadi Raja! "


"Apa?! Tugas sebesar itu?! Apa Yang mulia tidak salah?! "


"Jangan lancang! Raja Alden tidak pernah bersalah! Kenapa harus kau? Karna kau menyukai putri Mira kan? Anak Jendral Utama? "

__ADS_1


Ferry ingat saat Raja menitahkan Yasha, karna Raja tau bahwa Yasha menyukai Mira. Arghh? Sebenarnya apa yang Alden tidak tau?


"Ampuni hamba yang mulia!! Hamba lancang! Hamba tau hamba salah karna berani menyukai Selir Raja! Silahkan hukum hamba! " rutuk Yasha, ia langsung berlutut meminta ampunan.


"Kau beruntung. Yang mulia sangat mencintai Ratu Reva, jadi dia tidak begitu memikirkan soal selirnya! Kau menyukai Mira? Kau boleh memilikinya. Aku akan membantumu! "


"Apa? Membantu ku? Tidak kah aku salah dengar? " heran Yasha. Raja mana yang ingin memberikan selirnya?


Flashback Selesai.


"Ikuti apa yang aku katakan. Ikuti saja alur permainan nya. " bisik Ferry.


Pelayan itu langsung menuntun Yasha ke arah kamar Putri Mira


***


"Kenapa Gelap? " Gumam Jendral Yasha saat ia memasuki Ruangan Gelap.


Ada apa sebenarnya ini?


Batin Yasha. Ia hanya mampu membatin.


"Yang Mulia Raja... Hiks... Aku pikir anda tidak akan datang. Karna selama ini perilaku anda sangat dingin pada kami. Anda bahkan tak ingin kami sentuh. " Rengeknya lagi, manja bergelayut di lengan Yasha.


Kenapa dia mamakai pakaian seperti ini?


Batin Yasha lagi, pipinya mulai memerah malu dan panas, saat ia melihat pakaian Selir Mira yang cukup menggoda.


"Yang Mulia? Makan lah ini. Ini makanan spesial untuk anda. Yant Mulia, malam ini habiskan malam dengan saya yah? "

__ADS_1


"Oh yah? Kenapa anda memakai topeng lagi? Apa ini permintaan Ratu Reva? Ratu itu, kenapa dia pelit sekali. Tak ingin Membagi anda? Humph! " ujarnya Lagi, saat tak mendapat respon apapun dari Yasha di balik topeng.


Brukhhh


Yasha melempar piring di tangan Mira, ia dengan kasar langsung menindih tubuh Mira. Wajah Mira tersipu malu. Seperti nya obat Perangsang itu sangat hebat. Dia sudah langsung bekerja.


"Tugasku selesai! "gumam Ferry yang langsung pergi dari sana. Yah sedari tadi Ferry mengintip dari sela - sela ruangan.


***


"Aku dari Kepala Pelayan di Mansion Selir. Aku kesini untuk mencari tahu, kenapa Selir Mira tidak pulang ke Mansion. Bahkan, saat dia adalah satu dari Dua Selir Utama!" Sarkas kepala pelayan itu, pada Penjaga Gerbang Jendral Utama.


"Ada apa ini?! Kenapa ribut - ribut?! Ribut sekali di luar sini?! " Pekik Jendral Utama yang baru saja datang.


"Kami kesini atas titah Ratu Reva, dia bertanya mengapa Selir Mira tidak kembali ke Mansion?!"


"Dasar tidak sopan! Tidak tau diri! Kau pikir kau siapa?! Kau hanya kepala pelayan di Mansion selir! Kau pikir bisa seenaknya berteriak di Kediaman Jendral Utama! "


"Dengar! Aku kesini atas titah Ratu! Yang kuasanya sama dengan Raja! " Pekiknya tak mau kalah.


"Kalau begitu kau harus siap - siap, karna berani menganggu tidur Raja di pagi hari. " sahut Jendral Utama anggar.


"Raja di sini?! "


"Iyah! Raja disini dan menghabiskan malamnya dengan Anak ku. Bersiaplah! Haha! "


"Benarkah apa yang jendral katakan? Arhh~ Jendral Utama bisa saja bercanda. Kemarin malam Alden menghabiskan waktu dengan ku. Bagaimana mungkin dia di sini? " Sambar Perempuan itu, seketika semuanya minggir dan tertunduk di hadapan perempuan cantik itu.


"Yang Mulia Ratu! " Ujar semua orang, masih tertunduk sopan.

__ADS_1


***


__ADS_2