Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
13. Pengangkatan Raja #2


__ADS_3

***


"Aku mengundang kalian semua datang kesini untuk menyaksikan upacara Kenaikan Takhta. Mulai hari ini, Alden lah yang akan menjadi Raja. Aku menyerahkan seluruh Takhta dan kekuasaan Kerajaan Flawyard pada putra ku! Alden Kertlan!! " Teriak Raja. Suaranya menggema di seluruh ruangan.


"Maaf yang mulia, tapi anda harus berpikir dua kali untuk itu. Untuk menjadi seorang Raja, Pangeran tidak boleh cacat mental ataupun fisik. Tapi, pangeran Alden, ia memiliki kecacatan di wajah. " Sangkal seseorang dari barisan para mentri. Alden kenal dia. Yah dia adalah Paman dari pangeran ketiga.


"Oh yah? Jadi aku tak mampu menjadi Raja karna Wajah ku cacat? " pertanyaan Retorika itu keluar dari mulut Alden.


Alden membuka topeng nya perlahan. Semuanya melongo heran, kecuali orang - orang yang sudah mengetahui hal itu.


"Itu pangeran Alden? Benarkah? "


"tampan sekaliii"


"Apakah dia seorang Dewa?! "


"Ya ampun! Harusnya aku saja yany menikahi nya dulu! "


Desisan penyesalan terdengar dari perempuan gadis kalanhan atas. Banyak juga orang yang kagum pada ketampanan Alden. Apalagi, para putri yang sempat menolak pernikahan dengan Alden dulu.


"lalu, mentri? Apa saat ini putra ku Alden, belum layak menjadi Raja? " pekik halus Raja. Menatap menang ke arah mentri itu.


"Tentu tidak yang mulia Raja. Pangeran Alden adalah orang yang paling tepat untuk menjadi Raja, memimpin Kerajaan Flawyard. Bukan hanya itu, Pangeran Alden juga pernah menyelamatkan Kerajaan kita dari kehancuran. Siapa lagi yang lebih layak? Mentri Pertanian? " Sambar Penasihat Raja, yah dia terkenal penjilat Raja kelas Atas.


"Nona muda. Menurut anda, Si penasihat ini mengingatkan kita akan siapa? " Bisik Aila tepat di telinga Reva.

__ADS_1


"Si Menjijikan tua bangka Rahman? " Sahut Reva yah dia ingat, penjilat yang membuat nya jijik.


"Shttt, Jangan berisik. Mereka sedang berdrama. " Bisik Ratu. Ia menggenggam tangan Reva sembari menebar senyuman.


Ibu Ratuuu...


Reva ikut tersenyum hangat.


"Itu benar. Pangeran Alden sudah melakukan banyak hal untuk kerajaan ini. Kami, dari Pasukan pertahanan menyetujui pengangkatan pangeran Alden menjadi Raja!! " Timpal Jendral Utama mereka.


"Baiklah, Karna kalian sudah menyetujui nya. Maka aku umumkan Putraku Alden Kertlan. Resmi menjadi Raja kerajaan Flawyard! " Suara Raja menggema. Ia memakaikan Mahkota Raja di kepala Alden. Serta memberikan pedang emas, sebagai lambang kekuasaan kerajaan Flawyard.


"Aku Alden Kertlan Bersumpah akan melindungi Kerajaan Flawyard dengan nyawaku sendiri!! " Sumpah Alden. Ia meninggikan suaranya. Mengangkat pedang emas, lambang keadilan.


Alden menatap senyum ke arah Reva. Reva sendiri diam. Alden sekarang menjadi Raja. Maka, Artinya, Alden akan memiliki selir?


Deg.


Reva terdiam, cerita Ratu tumpang tindih dengan pernyataan cinta Alden. Semua menyerbu kepala Reva.


Tahan! Aku Tya Reva Atmaja! Aku bisa menaklukan rintangan apapun di depan ku! Ayo Reva! Kau bisa! Hadapilah!


Batin Reva, ia menguatkan hatinya.


"Baiklah Alden. Ayah akan memberimu hadiah, Karna kau telah menjadi seorang Raja! Bawa mereka semua masuk! " Titah Raja. Ia menggerakkan tangan nya. Banyak sekali barisan wanita yang masuk ke istana.

__ADS_1


Ada Empat Wanita anak dari tokoh penting kerajaan. Alden kenal mereka. Mereka yang baris paling depan.


Wanita sebelah kiri, Bergaun Merah. Namanya, Mira anak dari Jendral utama. Lalu, ada Fina gadis bergaun ungu anak penasihat Raja. Lalu, Yuna dan Shina Anak dari Perdana mentri yang baru.


Cih! Apa ini? Upacara pengangkatan selir? menjijikan! bahkan mereka semua saja tak ada yang bisa di bandingkan dengan permaisuri tercinta ku!


Batin Alden. Ia sudah tampak jijik dengan kumpulan wanita yang berbaris di hadapannya ini.


Ini kah para selir itu? Sebanyak ini?


Batin Reva. Ia mulai tak tenang. Seketika, Ratu mengenggam tangan Reva, menebar senyuman hangatnya.


"Alden, Mereka adalah para selir milikmu. Kau tau kan? Menjadi seorang Raja, artinya kau harus memiliki banyak selir. Dan empat di antaranya adalah Selir yang akan diangkat menjadi Selir tingkat atas. Yant akan melayani mu, sesuka mu. " Lanjut Raja menunjuk empat putri itu.


Alden hanya diam. Ia tersenyum mengerikan.


"Aku menolak. Aku tak ingin memiliki selir! " Bantah Alden, Enteng tanpa beban.


"Tapi, anda harus memiliki selir Yang Mulia! Ini sudah menjadi Tradisi Kerajaan kita. Dan para anak tokoh kerajaan Akan diangkat menjadi Selir tingkat atas, dan bahkan menjadi permaisuri! " Timpal Penasihat Raja.


"Aku menolak. Aku sudah memiliki Reva sebagai permaisuri ku! Aku tak butuh para wanita ini! Enyah kan mereka dari hadapan ku! " Sarkas Alden, tanpa rasa takut atau apapun.


"Anda harus menikahi mereka! Mereka selir anda! Anda harus terima! Ini adalah lambang kekuasaan Raja!! " Sambar Jendral Utama. Tentu ia emosi, karna satu dari banyak nya wanita itu adalah putrinya. Mira.


"Aku menjadi Raja untuk melindungi Kerajaan Flawyard. Bukan memperbanyak istri. Jika kalian masih memaksaku, Aku tak keberatan mundur dari Takhta. Aku hanya memiliki satu Istri, Satu Ratu, dan Satu wanita yang akan menemaniku seumur hidup. Yah, dia adalah permaisuri ku Reva!! " Teriak Alden, berjalan ke arah Reva. Menggenggam tangan Wanita beruntung itu. Bahkan, Alden mengecup lembut pucuk kepala Reva di depan mereka semua.

__ADS_1


***


__ADS_2