Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
Tujuh Puluh Satu


__ADS_3

***


"Aku lebih Egois,  jika membiar Kan.. Cucu.. Kesa.. Yangan.. Ku menjadi.. Jandaa.  Reva.. Sangat mencintai mu Alden. Aku juga sudah mengikhlaskan Barang itu untuk mu" lirih Raja Netcher,  dengan suara seada nya.


" Tidak,  Ku mohon. Jangan matiii... Reva bisa,  dia bisa menderita seumur hidup nya! Aku akan mengakui nya,  Akulah yang mencuri Mawar Es Biru itu!! "


"Tak perlu kau akui. Aku tau bahwa memang kau yang mencuri nya. Aku sudah mengikhlaskan nya. Jadi tetap lah hidup,  dan Lindungi cucu ku."


Dia mengetahui aku yang mencurinya? Benar. Dia adalah Raja nya Bangsa Netcher,  tidak mungkin tidak mengetahui nya.


Batin Alden,  sekarang ia sadar. Bahwa dia begitu Naif,  Alden sadar,  jika Ternyata Dia mencuri karna memang Raja Netcher mengetahui nya,  dan tentu menbiarkan nya.


"Kurang Ajar!!!  Beraninya kalian Membunuh cucu kesayangan ku. Kalian pikir aku tidak tau,  Kalian sudah membunuh Kedua Cucu ku!!  Kalian Bangsa Netcher,  harus merasakan balasan nya!!! Aku sudah tidak peduli lagi!! " Teriak Raja Rambell,  masih setia memeluk erat tubuh tak bernyawa Diaz. Matanya berair,  pipinya bergetar. Tampak ia sudah sanagat marah. Kemarahan nya sudah sampai di puncak nya.


"Aku sudah tidak perduli lagi. Bahkan jika Aku mati,  Aku tidak peduli!!  Kalian yang membunuh cucu - cucu ku!  Aku akan memastikan kematian kalian semua!!! " Raja Rambell murka,  Ia mengambil pedang Naga Hitam nya. Entah apa yang di baca nya,  mulut nya komat kamit. Tampak,  sebuah Kristal Hitam keluar dari Tubuh nya. Kristal itu perlahan menyatu dengan pedang nya.


Langit Kembali hitam,  Tampak awan - awan hitam mengepul tebal. Beberapa Kali terdengar suara Gemuruh yang menggelegar. Banyak kilatan petir yang menyambar pedang Naga Hitam yang telah menyatu dengan Kristal hitam .


Secara tiba - tiba,  Ada beberapa monster aneh yany keluar dari tanah. Bentuk,  akh mereka tak berbentuk. Itu terlalu menjijikan. Sementara dia atas langit di sana,  Sudah terlihat lubang kecil yang kian membesar,  menghisap apapun yang ada di bawah nya.


"Arggghh!!!! Akhhhh!! " Teriak Raja Rambell. Yah dia adalah orang pertama yang terhisap oleh lubang Hitam itu,  Percepatan Pembesaran lubang itu cukup lama. Namun,  daya hisap nya sangat kuat.


"Gila!  Tidak!  Itu adalah--" lirih Raja Netcher.


" Ini kah yang terjadi,  jika Kristal Hitam bergabung dengan pedang Naga Hitam? " Alden diam tak bergeming, ia mendongak ke atas.


"Hanya ada satu cara menghentikan ini semua. Hancurkan Pedang nya!!  Hancurkan pedang nya!! " Teriak Alden,  ia segera turun dari Naga nya. Dan menyerang beberapa monster raksasa yang sudah mengelilingi pedang yang melayang itu.

__ADS_1


"Jaga Dia!! " titah Alden,  ia memberikan Tubuh Raja Netcher yang sudah sekarat,  pada Ferry yang juga sudah terluka cukup parah.


"Semoga Kalian berhasil " lirih Raja Tua itu,  matanya tertutup. Ia sudah kehilangan kesadaran nya.


***


"Sphinx!!!  Erguan!!  Bangkitlahhh!!! " Teriak Reyza,  tampak pedang Sphinx nya masuk ke dalam tubuh nya. Lalu bersaan dengan itu,  ada Sayap Api yang keluar dari tubuh Reyza.


"Reyza?  Dia belum siap untuk menerima kekuatan Gabungan Sphinx" Ujar Kai,  menatap Khawatir Reyza yang tengah marah. Namun, tampak Darah mengucur deras  dari punggung nya.


"Baiklah,  mari kita mulai Reyza. Reyza... " Sahut Alden. Kini Naga Afisen juga menyatu ke dalam tubuh Alden. Seketika,  Alden menjadi memiliki Jubah Emas,  sekaligus Sayap merah berapi.


"Demi Ayah,  Demi  Ryuza, Demi Kakek ... Dan Demi Reva ... Aku akan korbankan segalanya. " Geram Reyza.


Kini kedua Kesatria itu sudah mulai menyerang Beberapa monster Gila di depan sana. Pertarungan nya begitu sengit. Alden dan Reyza cukup kesulitan memghadapi beberapa Monster itu.


"Pertama nya Ayah... Lalu kakak nya ... Kemudian Kakek nya... Dan sekarang,  jika ini tidak di hentikan,  maka Nona akan kehilangan segalanya. Tidak!  Itu tidak bisa terjadi!! Aku tak kan membiarkan nya!! " pekik Aila. Emosi nya tengah memuncak,  Sayap nya semakin besar dan panjang. Begitu juga dengan rasa sakit yang Aila rasakan semakin menghujam. Khusus nya di bagian punggung nya.


Aila juga ikut menyerang pasa monster itu.


'Bukhhhhh!!!!'


Reyza tercampak akibat pukulan salah satu monster penjaga itu. Pukulan nya sangat keras, membuat Reyza sangat sulit untuk bangkit,  untuk sesaat ia kehilangan Kesadaran nya.


Kakak!!  Mana hadiah ku?  Akh kalian curang!  Aku sudah membuat dua buah sapu tangan utnuk kalian. Tapi kalian.. Humph! Aku marah


Suara Reva yang manja terdengar begitu jelas di telinga Reyza. Kilatan ingatan nya yang menghabiskan waktu berama Reva,  Ryuza dan Regata muncul secara bersamaan. Mengingatkan nya,  bahwa Ryuza dan Regata telah pergi.

__ADS_1


Reyza melihat bayangan, bayangan Reva dalam kegelapan. Saat,  Ayah nya,  Ryuza,  Kakeknya,  dan bahkan dirinya meninggalkan Reva. Reyza melihat Reva menangis tersedu.


"Tidak!!  Jangan menangis!!  Kakak tidak akan meninggalkan mu seorang diri!!! "


Reyza bangkit. Ia sadaar,  ia tidak boleh mati. Kini,  Reva hanya memiliki Reyza sebagai keluarga nya. Jika Reyza juga pergi,  Maka Reva?? .


Reyza terbang, mencoba melihat celah.


Wushhhh


Tampak ada Bola hitam yang akan mengenai Reyza. Aila yang melihat itu segera terbang dan mengahalangi serangan nya. Aila berhasil menyelamatkan Reyza. Tapi,


"Akhhhh!!! "


Aila terhisap ke atas lubang yang kian membesar itu. Ia masih berusaha untuk terbang ke bawah,  namun hasilnya nihil.


Inikah akhir ku?  Aku menyesal,  di saat terakhir ku tidak bisa melihat nona. Aku sangat mencintai nona


Batin Aila, ia memejamkan matanya pasrah akan keadaan nya saat ini.


Sedang kan Kai,  masih terus berteriak dari bawah sana. berharap,  Aila akan baik - baik saja.


"Aku tak memiliki anak didik yang pasrah akan keadaan" ujar perempuan itu, Yah Reva. Reva dengan sayap Phoenix Biru nya, berhasil menangkap Aila yang hampir terhisap ke lubang hitam itu.


***


Masih Semangat baca nya?

__ADS_1


Kita lanjut?


__ADS_2