Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
Enam Puluh Delapan


__ADS_3

***


Pasukan Bangsa Netcher sudah tiba di kerajaan Rambell.


Tampak Raja Arthaft kini sudah berhadapan dengan Raja Rambell.


"Sebenarnya kami tak ingin berperang! Kembalikan Menantuku!!  Kembalikan dia,  maka kami akan pergi. " Teriak Raja Arthaft,  Yah.. Yang terpenting adalah memastikan bahwa Regata Wisbrith baik - baik Saja.


Regata... Kau harus baik - baik saja. Bagaimanapun juga, Anak - anak mu membutuhkan mu


Raja Rambell menyunggingkan senyuman miring nya. Entah bermaksud mengejek, atau berdamai dengan Raja Netcher.


"Bawa Dia! Dan yah! Sekaligus putra nya!! " titah Raja Rambell. Tak berapa lama para prajurit itu kembali membawa Dua tubuh pria.


"Berikan pada mereka! Kembalikan! Kita sudah tidak membutuh kan nya lagi! " kata Raja Rambell, dengan congkak nya.


Para Prajurit itu melempar kedua tubuh Pria, yang adalah Regata dan Ryuza. Kedepan Raja Netcher.


Bukhhh


Dengan santai, dan tanpa Rasa bersalah, para Prajurit itu mencampakkan nya.


Raja Netcher dan Reyza segera menghampiri kedua tubuh itu.


Deg.


Kedua nya terkejut, saat tak mendapati denyut nadi di tubuh Regata dan Ryuza.

__ADS_1


"Aku kembalikan, tapi.. Sayang nya hanya tubuh nya. Nyawa nya secara tidak sengaja sudah ku ambil" tambah Raja Rambell dengan santai nya.


Seluruh pasukan Netcher terkejut. Mereka marah, amukan mereka bergemuruh. Jiwa mereka meronta ingin berperang. Bagaimana tidak saat Jendral Besar mereka, Ryuza Arthaft di habisi oleh Bangsa Rambell. Darah mereka mendidih, Panas sangat panas .


"Kakek, Titah kan penyerangan" Geram Reyza. Untuk pertama kalinya sejak kematian Arriva, Reyza meneteskan Air mata nya. Untuk Ayah dan adik laki - laki seperjuangan nya.


Untuk pertama kalinya Reyza terlihat gusar, Kaku, pipinya bergetar menahan Amarah. Hatinya rasa terkoyak, Mata nya sudah memancarkan kesedihan mendalam. Kehilangan Dua orang tersayang sekaligus. Siapa yang dapat menerima ini. Seketika kilasan - kilasan Kenangan Ryuza dan Regata muncul di kepala Reyza.


"Aku, Gagal... " lirih Raja Arthaft. Wajah nya sudah tak berdaya. Cucu berisik yang selalu ada di dekat nya, kini diam mematung tanpa nyawa. Menantu yang selalu patuh dab berisik padanya, kini juga sudah diam membeku.


Pria yang sudah berusia itu, akh.. Ini pukulan yang sangat berat untuk nya.


Pasukan Netcher sudah berisik untuk minta menyerang.


"Serang.. " lirih Raja Netcher. "Serang mereka!! Habisi semuanya! Jangan sampai tersisa!!! " titah Raja Netcher.


Raja Rambell Menyeringai puas, atas Reaksi Raja Arthaft dan Reyza.


Perang sudah di mulai yah?


Tanpa Aba - aba. Aila sudah menyerang bangsa Rambell dengan segenap kekuatan nya. Yang selalu menganggu konsentrasi nya adalah, Bagaimana Reaksi Reva, saat ia mengetahui Ayah dan Kakak nya telah tiada. Pasti kacau, Aila melihat sendiri bagaimana Reyza yang tenang. Tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri, apalagi Reva?


***


Beberapa hari telah berlalu. Banyak pasukan yang berguguran, entah itu pasukan Rambell atau pun pasukan Netcher sendiri.


Reyza sejak awal sudah menggunakan Pedang Pusaka nya. Begitu juga Raja Arthaft yang kalut dalam emosi. Langsung memanggil Makhluk Milik nya. Burung raksasa putih dengan sayap biru nya. Yang sejak awal sudah ikut berperang.

__ADS_1


"Cih! Merepotkan saja kalian semua! Dasar semut - semut sialan! Tidak sadar diri!!! " kata Diaz, Seketika ia mengangkat pedang nya. Asap hitam mengepul, dan membentuk Bayangan Naga Hitam. Akh, perlahan bayangan itu berubah menjadi tubuh Fisik. Yah, Itu adalah Naga Hitam Legenda dari Bangsa Rambell. Diaz berhasil membangkitkan tubuh fisik nya.


Raja Netcher dan Reyza terkejut. Begitu juga Aila yang sudah semakin melemah, tampak riwayat hidup nya sudah tidak lama lagi.


Tampak nya, bangsa Rambell sudah berhasil membangkitkan tubuh Fisik dari Naga Hitam legenda mereka.


Batin Raja Netcher. Deg, tak dapat di pungkiri dia sedikit Khawatir.


Makhluk itu semakin lama semakin membesar. Ia membuka mulut nya, Tampak Bola Hitam yang kecil semakin lama semakin besar. Bola hitam itu tepat di tujukan untuk Raja Netcher dan Reyza.


"Kalian sangat sedih atas kematian mereka bukan? Kalau begitu, Aku yang baik ini akan mengantarkan Kalian pada mereka. Selamat bertemu kembali, jangan sungkan. Aku sangat baik" Tambah Diaz lagi, saat bola hitam pekat itu telah di luncurkan. Sangat cepat gerakan nya.


Boooommmmmm!!


Tampak, Makhluk Naga Merah berapi - api, Dengan Mengeluarkan Perisai apinya. Mampu menahan bola hitam pekat itu. Yah Naga Merah Berapi, dengan adanya Alden di atas sana, berhasil menyelamatkan Raja Aryhaft dan Reyza.


"Jadi Mereka berdua sudah berhasil Membangkitkan Tubuh Fisik nya?" Gumam Reyza.


"Heyy, pangeran Alden! Jangan ikut campur, ini tak ada hubungan nya dengan Kerajaan Flawyard! Inu adalah Perang antara Bangsa Netcher dan Rambell! Lebih baik Kau pergi dari sini!! " Peringat Raja Rambell. Melihat Naga Merah Api yang telah bangkit dalam Tubuh Fisik, tentu menggetarkan Raja Rambell sendiri.


"Sayang sekali, aku di sini bukan sebagai Pangeran Flawyard. Tapi, Aku di sini sebagai Suami yang kelurga Istri nya sedang di serang! Sebagai Suami yang baik, tidak kah ini kewajiban ku? " sahut Alden santai, masih setia mengenakan topeng milik nya. Ia hanya membuka nya, ketika bersama Reva saja.


***


Maaf.. Maaf..


Lama Up nya. Author lagi gak enak body gess'-'

__ADS_1


__ADS_2