
***
Itu, yang tadi minta lanjut. Sini sini, ayoo merapat. Jangan lupa, like, komen, and vote nya yah gaes^^
***
Reva mengepalkan tangan nya kuat. Jantung nya menggebu ingin membunuh. Tekad nya untuk menghabisi Bangsa Rambell memuncak. Matany Sudah Berubah menjadi Hitam keunguan. Sayap nya telah berubah menjadi Hitam kebiruan, dengan Api Ungu hitam yang menyala nyala di sekitar tubuh nya. Tampak pedang besi yang terkena Api Hitam Keungun milik Reva meleleh begitu saja. .
Reva...
Maaf kan aku, Aku tak bisa menyelamatkan Kakek mu.
Alden berusaha bangkit berdiri, meski sebelah sayap nya telah rusak, ia masih harus bangkit berdiri, itu semua demi Reva. Hanya Reva.
Reva, Akan Kakak pastikan mereka semua Tiada. mereka harus menbayar kematian keluarga kita!!
Reyza juga bangkit berdiri. Kini Api merah berubah kehitaman, Sayap Spnix milik Reyza kian membesar.
Ayah, Aila, Kakak, Kakek...
Maafkan Reva..
Reva terlambat..
Reva gagal!!
Batin Reva, Masih terguncang hebat, atas berita kematian orang - orang tersayang nya.
"Serang!! " titah Alden. Mereka semua kembali menyerang nya.
__ADS_1
Begitu juga Reva, matanya haus akan kematian para monster itu. Dia bergerak cepat, melemparkan bola api ungu milik nya. Api itu sukses besar untuk melelehkan kulit keras para monster menjijikan itu. Meski begitu, kulit yang telah meleleh masih terus tumbuh, dan tumbuh. Tubuh mereka juga semakin membesar.
Aku paling benci melawan monster jelek. Apalagi menjijikan, membuat ku ingin langsung memusnah kan nya. Tangan ku gatal, ingin mencabik habis kalian!!
Batin Reva, ia terus melancarkan serangan demi serangan kepada para monster itu. Tapi, semakin banyak serangan yang mereka terima. Semakin kuat lah para monster itu. Entah jenis apa sebenarnya mereka. Bagai tak ada celah luka bagi monster itu.
Wwwwrrrrrhhhhhhhhh
Sementara di atas sana, Suara gemuruh dari lubang hitam itu, yang kian membesar. Dia bahkan sudah menghisap banyak barang yang tidak bernyawa. Jika tidak di hentikan, maka mungkin saja Reva dan yang lain nya akan ikut terhisap, cepat atau lambat.
Woshh...
Hoshhh
Hosshhh
Tak sengaja, ada salah satu serangan yang dapat melukai leher pendek monster itu.
"Lehernya terluka, tapi tidak bisa pulih kembali. Apa mungkin--?!! " seru Reva, kini ia sudah mendapat jalan keluarnya.
Reva... Incar Lehernya. Kelemahan nya ada leher nya! Jika kalian berhasil memenggal lehernya. Maka, monster itu tak kan berevolusi. Dan kalian bisa menghentikan lubang itu.
"Diam lah Akrein! Kau payah! Aku sudah mengatakan nya lebih dulu! "
Bukan aku yang payah. Kau yang lemah, jika saja kau berhasil membangkit kan tubuh Fisik ku. Mungkin kita bisa menghentikan ini.
"Diam lah! "
"Alden! Kakak Reyza! Kai! Kalian semua! Jangan menyerah!! Jika kita menyerah! Maka dunia ini akan hancur!! " seru Reva, yah terlihat para Jendral sudah mulai kelelahan dan kehilangan semangat nya. Bagaimana tidak, jika semakin di serang, maka monster itu akan semakin kuat.
__ADS_1
Alden ingin mendekati Reva, namun dia berpikir dua kali. Karna api yang ada di sekitar Reva, akan menghanguskan apapun.
"Dengarkan Aku! Lukai lehernya! Penggal lehernya! Maka mereka akan mati!! Ayo lakukan! Serang!!! " titah Reva. Ia melesat dengan sayap nya. Berusaha mengincar leher para monster itu. Tebasan demi tebasan Reva hadiahkan pada monster itu. Begitu juga Alden, Reyza dan yang lain nya. Mereka berusaha menyerang tepat di leher Monster itu.
"Yang Nona Reva katakan benar adanya. Lehernya terluka, tapi tidak sembuh kembali. Sepertinya kelemahan nya ada di leher nya. " seru salah satu dari mereka. Membangkit kan semangat juang mereka, yang sebelumnya redup.
Mereka terus menyerang leher para monster itu. Satu persatu, para monster nya jatuh berguguran.
Yeahhh!!!!
Sorakan bahagia terdengar dari para petarung yang sudah berjuang mati - matian.
Namun, Begitu juga dengan Lubang nya, semakin besar dan semakin kuat daya hisap nya.
Reva, Alden, Dan Reyza menyatukan kekuatan mereka untuk menghentikan Pedang Naga Hitam itu. Namun, hasil nya sia - sia. Mereka terlambat. Pedang Naga Hitam sudah tak lagi mengendali kan lubang Hitam nya.
Kekuatan Lubang Hitam kian besar, daya hisap nya sangat besar. Banyak para prajurit yang terhisap ke sana.
Deg.
Hati Reva berdegub begitu kencang, saat ia melihat. Tubuh, Aila, Ayah nya, kakak nya, dan Kakek nya yang perlahan terhisap juga.
Badan Reva gemetar. Sayap nya semakin besar. Perlahan tapi pasti, Bayangan Phoenix legenda Raksasa ada di belakang Reva. Perlahan berubah menjadi tubuh fisik. Yah Reva berhasil membangkit kan Tubuh Fisik Akrein.
***
Next?
Lanjutt??
__ADS_1