
***
"Dewi Tarriva, Apakah Kristal biru di tubuh ku bisa kembali menghidupkan anak ku, Reva? " tanya Arriva. Menatap penuh harap ke Arah Dewi Lautan itu.
"Tidak bisa. Kristal biru tak kan mempan bagi tubuh Reva. Tapi, Kristal biru mu bisa kau gunakan untuk membangkitkan Anak mu Ryuza"
Arriva menatap jasad Ryuza lemah, ia menghela napas panjang. Melihat Ayah dan suami nya kini juga sudah tiada. Namun, Arriva hanya mampu membangkit kan Ryuza.
Arriva perlahan menunduk, ia sesekali melirik Tubuh Reva. sangat tersayat hatinya, melihat tubuh mungil putri kesayangan nya yang sudah tidak bernyawa. Reyza tertunduk sedih, rasanya sedih sekali. Ia sama sekali tidak bisa melindungi Kedua adik nya. Ayah dan kakek nya.
"Ibu, maafkan Reyza. Ini semua salah ku. Jika saja aku bisa lebih kuat. Maka kedua adik ku tak kan tiada. " lirih Reyza, ia masih setia menggenggam erat tangan adik nya, Reva yang sudah tidak bernyawa.
"Sudah lah Reyza tidak perlu ada yang di sesali. Semuanya sudah terjadi. Sekarang, lebih baik membangkitkan Ryuza. "
Arriva perlahan mengeluarkan kristal biru nya, mirip sekali dengan kejadian Nayla. Arriva memeberikan Kristal biru itu pada Ryuza. Perlahan cahaya biru keluar dari tubuh kekarnya. Tampak, mata Ryuza terbuka perlahan. Sama seperti Alden, ia tak mampu untuk berbicara.
"Ryuza, Ibu menyayangi mu. Sangat, sangat menyayangi mu" lirih Arriva, ia memeluk erat tubuh anak nya itu.
Tak ada satu orang pun di sana yang tidak meneteskan air mata, kecuali Dewi Tarriva Arthaft.
"Korban kan Nyawa ku! Selamatkan Nona ku! Aku bisa melakukan Apapun untuk mu!! " teriak Aila, bangkit berdiri. Lalu tertunduk tegas di depan Dewi Tariva. Sorot matanya memamancarkan keyakinan.
Bocah ini?
__ADS_1
Batin Tariva, ia menaikkan sebelah alis nya. Gadis di hadapan nya seperti bukan gadis biasa.
"Korban nyawa ku! Apapun itu! Aku ingin Nona ku hidup kembali!! Ini sangat tidak adik untuk nya!! Selama ini dia hidup menderita!! Dan sekarang! Di Mati dengan cara mengenaskan!!! " teriak Aila lagi, saat merasa protesan nya tak di gubris.
Bukhhhh!!
"Aku mohon kembalikan lagi Reva. Tolong, kalian tidak tau betapa menderitanya dia selama ini. Setidak nya, berikan dia kehidupan yang layak. Kehidupan normal! Cukup! Jangan menambahkan lagi penderitaan nya! " kini Kai yang terduduk lesu di hadapan Tariva.
Aila menoleh, yah Aila tentu paham. Pasti Kai juga merasakan apa yang Aila rasakan. Mereka sama - sama orang yang ada di sisi Reva.
"Kalian tidak mengerti, siapa Reva yang sesungguhnya. Dia adalah Dewi yang sesungguh nya. Ku mohon, selamat kan lah dia. Dia adalah orang paling baik. Seumur hidup dia selalu melakukan kebaikan. Ku mohon, selamat kan dia. " lirih Aila. Aila ingat lagi dan lagi, Reva seumur hidup selalu membantu orang miskin dan anak yatim piatu.
Tariva tertegun. Ia tidak tau bahwa bawahan Reva akan se setia begini.
"Aku tau! Aku lah yang mengirim nya ke sana, Aku juga yang mengirim Mu kesana! Kalian aku kirim kesana! Aku tau, betapa gadis itu telah melewati banyak masalah! Banyak rintangan! Untuk itulah, Aku menghargai keteguhan hatinya! Aku akan memberikan Kristal Mawar ku padanya!! " terang Dewi Tariva. Dewi Agung itu ingat, bagaimana ramalan tentang Reva akan di lahir kan. Dan ini adalah jalan nya, membuang Reva ke sungai.
"Anda akan mengembalikan menantu ku? " tanya Nayla Antusias. Nayla sadar, putra nya akan sangat menderita, jika hidup tanpa permaisuri kesayangan nya.
"Dengan Syarat. Reva selamanya tak akam bisa menggunakan kekuatan tenaga Dalam nya lagi. Dia hanya akan menjadi orang biasa. " lanjut Dewi Tariva.
"Tidak masalah! Asal adik ku tetap hidup. Aku akan menjaga nya! Tak kan kubiarkan dia pergi lagi!! "
Dewi Tariva menatap mereka semua satu persatu. Mereka mengangguk yakin. Dewi Tariva juga. Perlahan ia mengeluarkan Mawar biru dari tangan nya. Dan memasukkan nya ke dalan hati Reva. Perlahan, Reva membuka matanya. Dia kembali hidup.
__ADS_1
"Apa ini? "
"Apa sudah waktunya? "
Ujar Arriva dan Nayla bergantian. Perlahan tubuh mereka berubah menjadi cahaya, cahaya yang perlahan akan terbang terbawa hembusan Angin.
Bukan hanya Arriva dan Nayla, Dewi Tariva juga perlahan berubah menjadi cahaya putih. Perlahan mereka menghilang menjadi butiran debu bercahaya.
Reyza memeluk erat tubuh adik nya yang masih lemah itu.
***
Assalamualaikum hai hai guys. Kita udah masuk Episode Terakhir di Season Pertama yah. Tenang, ini masih Season Pertama. Masih ada Season Lanjutan.
Aku masih mau buat Season 2 nya yah. Jadi mohon dukungan nya.
Ingat yah. Cerita ini belum Tamat!!!
Masih ada Season Lanjutan nya!!
Aku bakal usahain UP secepatnya yah^^
Bukan Tamat!
__ADS_1
Note : yang mau masuk Grub Chatt Author, bisa Save WA aku yah. 08972154833 dadah. Semoga kita cepet ketemu di Season Selanjut nya. ^^