
***
Deg.
Hati Reva berdegub begitu kencang, saat ia melihat. Tubuh, Aila, Ayah nya, kakak nya, dan Kakek nya yang perlahan terhisap juga.
Badan Reva gemetar. Sayap nya semakin besar. Perlahan tapi pasti, Bayangan Phoenix legenda Raksasa ada di belakang Reva. Perlahan berubah menjadi tubuh fisik. Yah Reva berhasil membangkit kan Tubuh Fisik Akrein.
Reva berada di tempat yang gelap, sangat gelap.
Dimana aku?
Ia mencoba membuka suara nya, tap tidak ada terdengar.
Heyy, Reva tenangkan dirimu. Tutup matamu, kau tidak bisa berbicara lewat mulut, Kau harus berbicara lewat pikiran.
Reva mengenali suara itu, yah itu adalah suara milik Akrein.
Maksud mu?
Reva masih belum terbiasa dengan cara baru ini. Dia masih berusaha membuka mulut nya.
Dengar kan aku. Tubuh Fisikku sudah bangkit, Kau diam lah. Tutup matamu. Konsentrasi lah. Alirkan Kekuatan dalam mu ke seluruh tubuh mu. Dengan begitu, kau bisa lebih cepat keluar dari tempat ini.
Lanjut Akrein.
Aku mengerti, diam lah. Aku harus cepat, jika tidak--
Reva mulai terbiasa dengan berbicara menggunakan Pikiran nya.
__ADS_1
---
Alden bangkit berdiri, tangan kiri nya memegang bahu kanan nya, uhhh sakit sekali. Sayap kanan nya patah.
"Afisen, Apa kau masih bisa bangkit. Apa kau masih bisa terbang dengan sebelah sayap saja? " tanya Alden, ia sedikit khawatir. Namun, ia tak bisa diam saja saat melihat rekan - rekan nya terhisap.
"Tuan tenang saja, saya akan baik - baik saja."
Sahut Afisen, tampak pedang legenda Naga Merah Berubah menjadi Naga berapi. Sayap nya lebih pendek dari sebelum nya.
"Baiklah! Afisen Ayoo terbang!!! "
Afisen yang sudah berubah menjadu Naga Merah Api, membawa Alden terbang ke sana, ia dengan sekuat tenaga menahan hisapan lubang Hitam itu.
Alden berdiri, mendongak menatap lubang Hitam itu. Sesuatu di keluarkan dari badan nya, akh itu terlihat seperti Busur panah. Alden menarik talinya, dengan sendirinya sudah ada anak panah yang siap melesat di sana.
Alden mengeker tepat di tengah lubang Hitam itu, ia melesatkan anak panah nya di sana.
Bhoaaaammmmm!!!
Terdengar suara amukan dari atas sana. Seperti suara makhluk besar raksasa. Alden mulai berpikr bahwa, lubang hitam itu adalah makhluk Luar Biasa besar ini.
Alden melancarkan serangan nya berkali - kali, membuat monster itu semakin marah. Ia bahkan memperkuat Daya hisap nya. Hampir saja, Alden ikut terhisap. Ke dalam sana.
Alden sudah mengumpulkan kekuatan nya, menjadi satu gumpalan. Setelah di rasanya itu cukup kuat. Ia melemparkan nya ke arah lubang hitam itu. Lagi, Suara gemuruh terdengar menggelegar dari atas sana.
Reyza, dengan kemampuan nya, ia mengeluarkan cairan merah dari Pedang nya. Setidak nya itu mampu menahan para prajurit yang masih hidup untuk tidak terhisap. Sedangkan, yang sudah berubah menjadi jasad, atau tidak sadarkan diri. Mereka perlahan terhisap ke dalam sana.
Begitu juga tubuh Aila Yang koma, dan jasad Regata, Ryuza, dan Raja Netcher. Tubuh tanpa nyawa itu perlahan naik ke atas. Reyza tak kuasa menghentikan nya. Ia masih fokus memperkuat kekuatan nya, menahan orang - orang yang masih hidup.
__ADS_1
Tepat setelah ke empat tubuh kaku itu, hampir masuk ke dalam lubang hitam. Reva dengan Akrein yang sudah berubah secara fisik. Terbang menyelamatkan tubuh yang sudah terbujur kaku.
"Akrein, Kau bilang. Setelah aku dapat membangkitkan tubuh fisik mu. Maka aku bisa membangkitkan bunda Arriva. Benarkah?? " tanya Reva, kaku.
"itu benar. Kau dapat membangkitkan dia yang koma"
Sahut Akrein, berusaha terbang menjauh dari lingkaran hitam nya.
"Lalu, apa aku bisa? Menggantikan Bunda Arriva. Aku ingin membangkit kan Aila. Meski Aku sangat menyayangi bunda Arriva. Tapi, Aila sudah begitu banyak berkorban untuk ku. Anggap saja, ini sebagai penebus jasa nya selama ini"
"Baiklah, Jika itu keinginan mu. Tapi, aku hanya bisa membangkitkan satu orang saja. Yah, jadi kau pilih pelayan mu itu? " tanya Akrein memastikan.
"Iyah, dia lebih dari sekadar pelayan. Dia, Kaki tangan ku! " Sahut Reva mengangguk yakin.
Akrein mengeluarkan mawar biru dari dahi nya. Mawar biru itu melayang tepat di hadapan Reva.
"Ambil Mawar biru itu, dan tempelkan di dada Perempuan itu. Maka dia akan hidup kembali. Bahkan, ia akan memiliki sedikit kekuatan berelemen es. Tapi, apa kau yakin akan membangkitkan dia? Dan bukan bunda mu? " tanya Akrein yang masih ragu.
"Benar, Aku akan membangkitkan kembali Aila. Aila ku! " tegas Reva. Ia meletakkan mawar biru itu ke dada Aila. Perlahan mawar biru itu masuk ke tubuh terluka nya Aila.
Maaf Bunda, Tapi... Reva tetap akam mencari cara untuk membangkitkan bunda. Bahkan, jika nyawa Reva taruhan nya
Lanjut nya dalam hati. Kini ie benar - benar berharap Aila akan bangkit.
***
Nexttt?
Lanjuuttt??
__ADS_1