
***
Perlahan Bayangan Phoenix biru dari badan Reva menghilang sebagian hingga seluruh nya.
"Reva?! Apa kau orang dari bangsa Netcher?! Phoenix ini? " tanya Alden lagi.
Reva diam, ia sendiri tentu tidak tau apakah dia dari Bangsa Netcher atau bukan. Dan apa kaitan nya dengan Bangsa Netcher.
"Jika dia orang Bangsa Netcher? Lalu kenapa? Kau ingin membunuh nya? Pangeran Alden? " sambar Reyza dan yang lain nya. Yang sudah sampai di tempat.
"Kakak Reyza, kak Ryuza! " teriak Reva tanpa memperdulikan apapun lagi. Langsung memeluk kedua kakak kebanggaan nya itu.
"Reva Cucu ku. Kesayangan kakek" celetuk Raja Arthaft. Reva diam, ia menatap intens Pria tua yang memanggil nya cucu itu.
"Reva, dia adalah kakek kita. Ayah dari Ibunda kita. Beliau ini sangat menyayangi mu, kau adalah cucu kesayangan nya. Yang paling di sayang nya" jelas Reyza.
"Nak, apa kau lupa pada kakek. Betapa sedih nya kakek yang tua ini" lirih Raja Arthaft sendu.
"Kakek...akh maaf kakek. Aku lupa, karna sudah lama tidak melihat mu. Tapi, yang jelas aku senang sekali karna memiliki seseorang Kakek" sahut Reva memeluk erat Pria tua yang di sebut nya kakek. Tampak kedua nya sangat bahagia.
Jadi ini rasanya memiliki seorang kakek? Sangat menyenangkan...
Batin Reva masih terbenam dalam hangat nya pelukan kakek nya.
"Tunggu, Tuan Reyza apa maksud anda Bahwa Putri Reva adalah orang dari Bangsa Netceher? " tanya Aila yang sedari tadi memikirkan nya. Reva terkesiap mendengar pertanyaan itu.
"Itu Benar. Kakak, apa aku orang dari Bangsa Netcher? Jika benar, bukan kah kakak juga orang dari Bangsa Netcher? " sahut Reva melepas pelukan nya.
"Itu Benar Kakak Reva, Kak Reyza dan Ryuza adalah orang bangsa Netcher. Termasuk kau, Aku, dan Aila. " sambar Kai yang baru ambil suara.
"Pangeran ke Lima Kai?! Apa yang anda lakukan di sini?! Bukan kah anda harus nya tetap di Istana bersama Ratu?!?" pekik Ferry, yang dari awal memang tak menyukai Kai.
__ADS_1
"Kai?! Kau?! Apa otak mu geser?! Dia itu Nona kita, sejak kapan menjadi kakak mu? " Sinis Aila.
"Itu benar Aila. Bukan kah, Nona Reva memiliki adik angkat? Aku adalah orang nya. Jika tidak percaya berikan cincin itu padaku. Ah, atau tanyakan juga pada Kakek Arthaft" sahut Kai, sama sekali tak menggubris ucapan Ferry.
Reva dan Aila masih diam. Mereka masih sama - sama mencoba menerima kebenaran yang terpampang tiba - tiba ini.
Reva memilih untuk memberikan cincin yang bunda angkat nya berikan pada Kai.
Shhhh
Benar saja, Cincin itu Bersinar saat Kai memakai nya. Reva tercengang, ia sedikit binhung dengan semua ini.
"Reva nak, Dengar. RieKai ini adalah anak dari bibi mu. Dia adalah Sepupu mu" jelas kakek Arthaft.
"Arthaft?! Maksud mu Bamgsawan Arthaft?! Jadi Pria Tua itu adalah Raja Bangsa Netcher. Raja Arthaft?! " pekik Alden, mencerna segala ucapan mereka. Dan akhirnya mendapatkan kesimpulan nya.
"Benar. Aku adalah Raja Bangsa Netcher. Raja Arthaft, Dan Reva Adalah cucu ku! "
"Tidak!! Tidak mungkin! " Sanggah Alden, ia tak mampu menerima kebenaran ini.
"Itu Benar Reva. Kau adalah bangsa Netcher. Kau memiliki tanda mawar kan di bahu mu? "
"Tapi itu Mawar Biru"
"Iyah, tetap saja Tanda mawar. Dan kau memang keturunan murni Bangsawan Arthaft"
"Bagaimana mungkin ini Bisa terjadi? " Ucap Reva masih bingung dengan kerumitan ini.
"Sudah lah, ini bukan tempat nya. Ikut dengan kami. Kami akan menjelas kan segala nya padamu, hingga kau mengerti semuanya. Semua tentang dirimu"
Aku? Apakah ini jalan untuk memecahkan Teka - Teki ku.
__ADS_1
"Akhh!!! " Desis Reva saat ada rasa sakit yang menghujam yang hinggap di kepala dan bahu nya secara bersamaan. Kilatan - kilatan perang, perang di mana Banyak bangsa Netcher tewas akibar persengokongkolan Bangsa Rambell dan Kerajaan Flawyard. Ingatan itu hinggap semua di Kepala Reva . Dimana ia melihat banyak sekali mayat bangsa Netcher berserakan. Secara tiba - tiba, Darah nya mendidih penuh akan amarah dan Dendam.
Brukkk
Tubuh mungil Reva tak kuasa menahan Rasa sakit yang gila itu. Gadis itu jatuh pingsan. Syukurlah Ada Reyza yang menangkap nya, hingga tubug gadis itu tak perlu menyentuh tanah.
"Ayo Pergi! " titah Reyza menggendong tubuh lemah adik nya.
"Tuan Reyza. Seira bukan dari Bangsa Netcher. Tapi, Seira sudah bersumpah janji Setia pada Putri Reva. Apakah aku tetap boleh ikut dengan kalian? " tanya Seira lirih.
Reyza mengangguk pasti.
"Bawa Putra nya juga" titah Reyza. Segera Seira menggendong Dafa.
"Tidak Bisa! Aku tidak mengizikan mu membawa Istri dan Anak ku! " protes Alden, kini ia sudah kalut dalam emosi.
"Apa pangeran Alden bisa menerima Putri Reva yang Bangsa Netcher, juga Pangeran Dafa yang juga Bangsa Netcher? " Seira langsung menunjukkan tanda Mawar Hitam Di Bahu Dafa.
"Apa?! Apa!! Tidak mungkin! Dafa, adalah--"
"Maaf mengecewakan Anda Pangeran Alden. Faktanya, Putri, Dafa, dan Aku memang lah orang dari Bangsa Netcher. Dan kami harus pergi, biarkan kami pergi. Tempat kami bukan di sini" ucap Aila, ikut melenggang bersama Reyza.
"Tidak Perduli apapun itu! Aku hanya mencintai Reva! Aku tidak perduli dengan Bangsa nya! Aku mencintai nya apapun yang Terjadi!! " Teriak Alden. Tampak Hawa merah membara keluar dari Tubuh nya. Dia sudah bersiap.
"Pangeran tolong tenang. Kita masih harus menghadapi pangeran Faras. Masalah Putri Reva dan Dafa, kita bisa merebutnya lagi. Tapi, Prajurit kita saat ini sedang terluka" bisik Ferry pelan.
Alden diam, perlahan tapi pasti. Cahaya merah dari tubuh nya menghilang.
"Tak Ku sangka. Kau adalah keturunan nya. Haha! Menarik! Lawan yang pantas " Sinis Reyza melesat pergi dengan pasukan nya.
Reva! Aku pasti akan membawa mu kembali! Aku berjanji! Ini Sumpah ku!!
__ADS_1
Batin Alden mengepalkan erat tangan nya. Menatap tajam pasukan Reyza yang pergi.
***