
***
Aila Prov
Saat itu usia ku Enam Tahun, Yah usia yang sangat belia. Aku seorang Yatim Piatu, tinggal di panti Asuhan biasa. Hidup ku sangat membosankan, hingga Gadis kecil. Yang mungkin usia nya satu tahun lebih muda dari ku.
Wajah nya manis, dia sangat cantik. Dia bersama Ayah dan ibunya, berkunjung ke panti Asuhan Kami. Padahal, Panti Asuhan itu terbengkalai. Dia yang Nona muda itu tersenyum begitu ramah pada kami yang rakyat jelata. Tangan mulus nya tak ragu menyentuh tangan kumuh kami.
Saat itu, Aku terpaku pada nya. Ia bagai mentari yang sangat bersinar, di tengah - tengah kami yang kumuh. Aku masih ingat dengan jelas, Tangan halus nya memegang tangan lembut ku. Lalu berkata.
"Ayo bermain dengan ku. Kenapa Kamu sendiri? "
Kami bermain petak umpet, Saat itu Aku bersembunyi dengan nya.
__ADS_1
"Tetap di sisi ku. Jangan pergi kemanapun, Kita harus bersama. Jika kita bersama, maka kita bisa menang " ucap nya, Saat itu hatiku terguncang. Aku merasa dia bagai Dewi.
Aku diam terpaku, dia terlihat sangat cantik. Hingga bahkan bisa mengalahkan seluruh bunga di sana. Aku dengar, dia akan mewarisi Perusahaan Atmaja milik Ayah nya. Sejak saat itu, aku selalu bertekad, agar bisa di sisi nya. Tentu, yang di sisi nya bukan lah sembarang orang. Yang di sisinya adalah orang yang berbakat dalam segala hal.
Aku belajar bela diri, belajar Bermain Lidah, Itu di butuhkan untuk bermain dalam Persaingan. Aku berlatih kemampuan ku. Hingga akhirnya Aku bisa mencapai Kecerdasan di atas rata - rata. Namun, Saat aku menginjak usia empat belas tahun. Aku baru sadar, bahwa Ayah dan Ibunya telah meninggal. Dan fakta yang hanya sebagian orang tau, bahwa dia tidak tinggal di kediaman Atmaja lagi.
Aku meninggalkan panti Asuhan ku, mencari di mana dia sebenarnya. Hampir Dua tahun, aku terus mencarinya. Mencarinya tanpa ada petunjuk sedikit pun. Berbekal kan Kemampuan ku. Hutan, Kota, Desa terpencil, Gunung. Sudah banyak aku lewati untuk menemukan nya.
Hingga hari itu, aku bertemu dengan nya. Dia gadis berusia Tujuh belas tahun, memiliki ambisi untuk merebut kembali Atmaja Group milik nya. Dan saat itu pula, aku merasakan perbedaan dirinya. Dia yang hangat berubah menjadi sangat dingin dan acuh. Tak ada kasih sayang di matanya lagi, yang ada hanya dendam dan kebencian. Meski begitu, Aku tak perduli. Bagi ku, Dia adalah Nona Reva, dan akan tetap menjadi Nona ku. Apapun yang terjadi. Tidak peduli bagaimana sikap nya berubah.
Bertahun - tahun lamanya aku mengenal nona Reva. Ia tak sepenuhnya nya berubah. Dia masih memiliki sikap hangat, dengan kasih sayang. Hanya saja Sikap itu terpendam dengan sikap dingin nya. Namun, Sikap hangat nya itu akan muncuk ketika ia melihat anak kecil. Bagiku, Dimata ku, Dia tetap lah Nona ku yang sama. Nona muda ku!! Tya Reva Atmaja!!!
Aku bersumpah akan mengorbankan apapun untuk nya. Selama ini aku tak pernah mengecewakan nya, Aku selalu berhasil menjalan kan tugas nya. Tapi, Aku gagal untuk menyelamatkan Ayah nya. Aku gagal untuk menyelamat kan Kakak nya. Aku gagal! Aku mengecewakan nya! Apakah nona membenci ku?!
__ADS_1
Aku takut untuk bertemu dengan nya. Di satu sisi aku juga ingin sekali melihat nya. Namun, Aku gagal melindungi Ayah dan Kakak nya. Dia pasti kecewa terhadap ku. Melihat tatapan kecewanya yang tertuju padaku, aku sama sekali tidak bisa membayangkan nya. Itu terlalu mengerikan untuk ku.
Meski tidak bisa Menjaga Ayah dan Kakak nya, setidak nya aku akan membalaskan dendam nya.
Tapi sekarang? Aku di sini. Pasrah akan kehidupan ku. Yang memang cepat atau lambat akan berakhir. Inikah akhir ku? Aku menyesal, di saat terakhir ku tidak bisa melihat nona. Aku sangat mencintai nona
"Aku tak memiliki anak didik yang pasrah akan keadaan" ujar perempuan itu, Yah Reva. Reva dengan sayap Phoenix Biru nya, berhasil menangkap Aila yang hampir terhisap ke lubang hitam itu.
Mata ku sayup - sayup menangkap wajah cantik itu. Wajah yang selalu bagai matahari di mata ku. Wajah yang aku ingin agar dia terus tersenyum. Entah apa yang di ucap kan nya. Aku tak bisa mendengar nya begitu jelas. Yang aku tau, dia adalah Nona ku.
Akh, Aku merasa kan Sakit yang menghujam di punggung ku. Bahkan, menjalar ke seluruh tubuh ku. Sakit, sangat sakit. Itu sangat sakit dan sangat menyiksa ku. Aku merasakan Kaki dan tangan ku yang tak bisa ku gerakkan lagi. Akh, mungkin ini lah akhir nya. Jika tidak terhisap, maka akan mati karna Perjanjian ini. Yah, setidak nya ini lah yang bisa aku lalukan.
Aku Aila Atmaja, Inilah Akhir hidup ku.
__ADS_1
***
Next??