Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
Dua puluh Tujuh


__ADS_3

***


"akhirnya kita bertiha bisa berkumpul lagi,  ahhh senang nya" ujar Aila menuangkan minuman di gelas Kai dan Reva.


Mereka bertiga berkumpul kembali di ruang rahasia di Bar milik Reva. yah sekedar untuk mengingat kembali bagaimana rasanya berdiskusi bertiga lagi.


"haha,  sayang sekali kau tak tahu.  Aku dan nona sering bertemu" sahut Kai. Aila langsung menoleh ke arah Reva yang meminum minuman nya mengangguk perlahan.


"kenapa kalian begitu?!  Tega sekali "


"salah sendiri gak ingat apa - apa"


"ahhh nona dan Kai curanggg!! "


Reva hanya tertawa kecil memperhatikan tingkah laku kedua kaki tangan nya ini.  Sudah lama sekali Reva tak merasakan perasaan seperti ini lagi.


"oh yah Nona,  aku rasa pangeran Zefan telah merencanakan sesuatu untuk anda di penjamuan nanti" adu Kai.


"berani sekali Zefan itu mencoba menyakiti nona kita! " sambar Aila.


"oh begitukah? " sahut Reva yang terlihat sangat tenanng.


"Nona Presdir.  Haruskah aku menggagalkan nya sebelum Penjamuan di mulai? "


"Jangan Kai.  Aku lebih menyukai menjatuhkan burung yang sudah terbang sangat tinggi di banding menangkap nya saat di darat. karna rasa sakitnya akan sangat berbeda.   Mengerti? "


"Aih nona ku ini. Kelakuan kejam nya masih belum hilang. Bahkan,  saat anda sudah menjadi seorang permaisuri "


"Tutup mulut mu Aila,  atau aku akan menggunakan cara lama kita membungkam rapat mulut mu"


"ampun Nona ku,  oh yah Kai.  Aku penasaran,  apa kau juga memiliki tanda mawar hitam di bahumu? "


"Tanda mawar?  Aku memilikinya,  tetapi bukan hitam.  Melainkan merah"


Apa? Kai juga punya?!  Apa sebenarnya yang terjadi?!  Apa kami benar - benar dari bangsa Netcher?!  Dan kenapa berbeda warna?!

__ADS_1


Batin Reva dirinya tersentak halus,  menahan diri untuk tetap tenang.  Jika dia gusar bawahan nya akan lebih gusar.


"eh kenapa berbeda warna?! "


"apa maksud mu Aila?! "


"Milikmu berwarna merah,  milik ku berwarna hitam dan milik Nona berwarna biru.  Maksud nya apa?!  Apa kita benar - benar dari bangsa Netcher?!? "


"Bangsa Netcher!  Siapa mereka?! "


"Bangsa Netcher adalah bangsa yang memiliki ciri Khas mawar hitam--" Aila menjelaskan sedetail mungkin tentang bangsa Netcher yang di ketahuinya.


***


"pangeran,  aku dan Devan telah menyelidikinya.  Orang yang kita tangkap kemarin bukan lah bagian dari bangsawan Arthaft! " lapor Ferry dan Devan yang sudah tunduk di depan Alden.


"oh lalu apa yang menyerang kita adalah bangsa Netcher biasa? " tanya Alden menaikkan sebelah Alisnya.


"itu benar pangeran "


"bagaimana kalian yakin itu bukan bangsawan Arthaft? "


"lalu apa kalian sudah menemukan keberadaan bangsawan Arthaft?!  Atau tempat persembunyian bangsa Netcher?! "


"mengecewakan pangeran,  kami belum menemukan apapun.  Silahkan pangeran hukum kami"


"sudahlah,  ini juga bukan salah kalian.  Teruslah mencari dimana keberadaan bangsawan Arthaft. kita harus menundukkan mereka sebelum mereka menjadi masalah yang besar nantinya"


"baik lah pangeran.  Tapi ada satu hal lagi,  di perbatasan Utara kita telah terjadi kekacauan selama satu minggu ini. Saya sudah melihat nya. Ini seperti nya ulah bangsa Rambell!!"


"masalah bangsa Rambell belum selesai!  Kini sudah muncul bangsa Netcher!  Kita sebagai bangsa ksatria,  harus memberikan kedua bangsa ini pelajaran yang baik" sambar Devan dengan sedikit emosi.


"kalian urus bangsa Netcher. soal bangsa Rambell di utara, aku yang akan mengurusnya "


"Dimengerti pangeran"

__ADS_1


***


"malang sekali nasib bangsa Netcher,  bangsa Rambell dan Ksatria sangat kejam" tanggap Kai setelah mendengar cerita Aila.


"Karna itu,  kita harus menyelidiki segalanya. Ini tugas kalian berdua mencari tahu segala sesuatu tentang bangsa Netcher" Reva memukul pelan jidat Aila dan Kai bersamaan. Ini adalah ciri Khas Reva sendiri. Lagi,  tiba - tiba cahaya merah terpancar dari cincin yang Reva kenakan.


"ada apa nona?! " seru Aila.


"terakhir kali di hutan,  cincin ini juga bersinar?!  Sebenarnya nona mendapatkan cincin ini dari mana?! "


"aku mendapatkan nya dari bunda Atmaja, dia bilang aku bisa menemukan adik ku dengan bantuan cincin ini"


"Nona punya Adik?! " Aila


"lalu? Apa nona sudah menemukan nya? " Kai


"aku belum menemukan apapun. Saat ini yang terpenting adalah mencari tahu tentang bangsa Netcher lebih dahulu.  Ini menyangkut keamanan kita,  jadi kalian berhati - hatilah"


kenapa ini?! Kenapa cincin ini bersinar saat yang aneh?!  Aku tidak tahu kenapa ini bersinar?!  Dan apa maksudnya?!  Baiklah Reva,  kau harus menghadapi masalah satu persatu,  bukan sekaligus.


Batin Reva menatap punggung kedua kaki tangan nya yang sudah pergi lebih dulu. Reva memijat kening nya yanh berkerut.  Nyeri nyut nyutan terasa jelas di sana.  Rasanya masalah nya tak pernah habis.  Selalu muncul.


haha.. Dunia ini semakin lama semakin menarik.  Bagus juga, aku sudah agak bosan dengan permainan para penjilat dahulu.  Hehe,  sekarang mendapat mainan seperti ini semakin membuat ku bersemangat untuk menyelesaikan ini semua... Haha menarik sekali.. Aku Tya Reva Atmaja,  tidak sedikit pun menyesal berada di sini.  Dengan segala permainan yang ada.. Haha


Batin Reva tersenyum menyeringai.  Ia nampak sangat tertarik dengan segala masalah yanga ada di sini.


***


Ayoo like,  komen,  and vote yah


Kok sikit sih Author?


Hehe iyah wkwk.


Thor Crazy up dong?

__ADS_1


Gomenasai to Readers,  Cerita gak bisa di buru - buruin.  Nanti jadi kurang srek. Author harus mempertimbangkan alur dan kata - kata yang menarik bagi Readers loh.


Author yakin kalian adalah pembaca yang cerdas. Hehe..


__ADS_2